Album Baru The Jansen: Romantisasi Impulsif & Inspirasinya
Uptodai.com - Unit punk asal Bogor resmi merilis album baru The Jansen bertajuk Romantisasi Impulsif yang menjadi penutup trilogi karya mereka. Karya ini mengakhiri rangkaian narasi musik yang sebelumnya dibuka lewat album Banal Semakin Binal pada tahun 2022 dan Durja Bersahaja pada tahun 2024. Melalui 12 trek di dalamnya, grup yang digawangi Tata dan Adji ini mengajak pendengar merenungkan dinamika hidup yang penuh ketidakpastian.
Konsep Filosofis dan Toxic Positivity
Secara tematik, lirik dalam album ini dibangun di atas tiga kata kunci utama, yaitu jika, bila, dan andai. The Jansen menyoroti fenomena masyarakat modern yang sering meromantisasi keadaan buruk demi menghibur diri sendiri. Menurut bassis Adji Pamungkas, sikap tersebut memicu munculnya fenomena toxic positivity yang terangkum secara gamblang dalam judul album.
Vokalis sekaligus gitaris Cintarama Bani Satria alias Tata mengungkapkan bahwa konsep penamaan trilogi ini sudah dirancang matang sejak lama. Ide besar tersebut murni digagas oleh Adji dan langsung disetujui karena struktur narasinya yang sangat kuat. Setiap materi lagu yang diracik terbukti sangat selaras dengan benang merah dari tajuk utama yang diusung.
Pengaruh Sastra Puisi Mbeling dan Humor Stephen Chow
Hal yang menarik dari karya terbaru ini terletak pada ragam referensi budaya pop serta literatur yang melebur di dalamnya. Eksplorasi lirik The Jansen banyak menyerap spirit gerakan Puisi Mbeling ciptaan sastrawan legendaris Remy Sylado. Gaya penulisan ini dikenal mendobrak pakem puitis formal melalui humor nakal, kritik sosial, serta permainan kata yang terkesan main-main namun menusuk tajam.
Selain literatur lokal, nuansa komedi absurd khas aktor Hongkong Stephen Chow juga memberikan warna tersendiri dalam penggarapan lagu. Sentuhan gaya humor yang acak dan satir dipadukan dengan dentuman musik punk rock yang energetik. Kombinasi unik ini menghasilkan narasi lirik yang tidak hanya lugas, tetapi juga dipenuhi ironi atas realitas sosial masa kini.
Trilogi yang Dinantikan
Proses penggarapan lirik untuk album penutup ini sebenarnya sudah dicicil sejak era perilisan album Banal Semakin Binal. Konsistensi The Jansen dalam merawat konsep trilogi membuktikan kedewasaan mereka dalam berkarya di kancah independen Indonesia. Album ini menjadi catatan penting perjalanan musik mereka yang berhasil memadukan musik cepat dengan kedalaman pesan emosional.