RI Lakukan Eksplorasi Laut Dalam Sulut 4.500 Meter, Hasilnya
Uptodai.com - Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam ilmu pengetahuan maritim melalui misi ambisius Eksplorasi Laut Dalam Sulut yang mencapai kedalaman ekstrem 4.500 meter. Proyek riset kolaboratif antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan kapal penelitian canggih OceanXplorer ini telah menghasilkan temuan awal yang signifikan dan tak terduga.
Riset ini berfokus pada karakterisasi gunung bawah laut (seamounts) sebagai habitat vital bagi keanekaragaman hayati laut dalam. Tim peneliti mengungkap sejumlah temuan awal signifikan, mulai dari aspek geologi hingga megafauna laut melalui pemetaan mendalam.
Menyingkap 70% Laut Dalam Indonesia yang Belum Terjamah
Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN, Nugroho Dwi Hananto, menjelaskan bahwa 70% wilayah laut Indonesia merupakan perairan dalam yang hingga kini belum terpetakan secara optimal. Kondisi ini menjadi peluang emas bagi bangsa untuk mengungkap kekayaan alam baru.
Kekayaan alam tersebut tidak hanya bermanfaat bagi ilmu pengetahuan global, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi nasional. Misi yang bertajuk “Multiparameter Characterization of Seamounts as Critical Habitat for Sustaining Biodiversity in Northern Sulawesi” ini menandai kali kedua kerja sama ilmiah antara OceanX dan BRIN.
Fokus utama riset adalah mengidentifikasi kriteria Ekosistem Laut Rentan (Vulnerable Marine Ecosystem Criteria) di sekitar seamounts. Hal ini krusial untuk memastikan keberlanjutan dan perlindungan biodiversitas di perairan Sulawesi Utara.
Temuan Awal dari Eksplorasi Laut Dalam Sulut
Dalam laporan langsung dari kapal penelitian OceanXplorer, tim peneliti berhasil melakukan pemetaan dasar laut yang sangat detail. Mereka mencatat sejumlah temuan penting, mulai dari struktur geologi unik di dasar samudra hingga keberadaan megafauna laut yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya.
Misi pertama (Leg 1) secara spesifik memfokuskan kegiatan pada pemetaan dasar laut, kondisi arus samudra, sebaran rumpon, hingga observasi mamalia laut. Seluruh data dan sampel yang berhasil dikumpulkan oleh para ilmuwan akan disimpan dengan aman dalam Repositori Ilmiah Nasional.
BRIN memastikan bahwa data tersebut akan dikelola dan diteliti lebih lanjut sepenuhnya oleh para ilmuwan dalam negeri. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kedaulatan informasi ilmiah dan memastikan tidak ada data sensitif yang dikirim ke luar negeri.
Sinergi Akademisi dan Keamanan Nasional dalam Penelitian Bawah Laut
Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin dalam riset berkelanjutan ini. Kolaborasi melibatkan berbagai institusi pendidikan tinggi terkemuka, termasuk ITB, ITS, IPB, Politeknik Negeri Batam, dan Universitas Halu Oleo, serta Indo Ocean Foundation.
Kehadiran para periset dari berbagai universitas ini menunjukkan kuatnya peran akademisi dalam mendukung agenda riset nasional. Selain akademisi, misi langka ini juga didampingi oleh tim pengamanan ketat dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan Kementerian Pertahanan.
Pengawasan ketat ini bertujuan untuk memastikan seluruh operasional penelitian berjalan sesuai dengan prosedur keamanan nasional. Kehadiran para Security Officer dan Ship Rider di atas kapal OceanXplorer menjadi bukti nyata kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kekayaan laut Indonesia.
Amarulla Octavian turut menekankan pentingnya pengelolaan operasional riset yang terkoordinasi dengan baik demi keberhasilan misi. Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Riset Laut Dalam BRIN, Marina C.G. Frederik, menjelaskan mekanisme sinkronisasi dan orkestrasi kegiatan penelitian agar berjalan efektif dan efisien, memaksimalkan setiap momen di kedalaman 4.500 meter.