Industri Chip China Makin Gacor Meski Masuk Daftar Hitam AS
Uptodai.com - Industri chip China makin gacor setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) memberlakukan berbagai pembatasan ekspor teknologi canggih secara ketat. Alih-alih melumpuhkan, tekanan dari Washington justru memicu lonjakan pendapatan bagi para produsen semikonduktor di Negeri Tirai Bambu. Fenomena ini membuktikan bahwa upaya AS membatasi akses chip tercanggih ke China justru menjadi senjata makan tuan.
Para analis dan perusahaan chip lokal kini memprediksi peningkatan pendapatan tahunan yang sangat signifikan sepanjang tahun ini. Produsen chip domestik mengambil peluang besar dari tingginya permintaan raksasa teknologi China untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini memaksa perusahaan-perusahaan besar di China untuk berhenti bergantung pada pasokan dari luar negeri.
Laporan dari CNBC International menyebutkan bahwa kontrol ekspor chip AS justru menjadi amunisi bagi pemain lokal untuk mengembangkan teknologi mandiri. Chip buatan China kini tidak hanya dikembangkan untuk kebutuhan pusat data AI yang masif. Para pengembang mulai merambah area strategis lainnya seperti industri kendaraan listrik (EV) yang sedang berkembang pesat.
Rekor Pendapatan SMIC dan Dampak Boomerang Sanksi AS
SMIC, yang merupakan manufaktur chip terbesar di China, melaporkan performa keuangan yang sangat impresif sepanjang tahun 2025. Pendapatan mereka meningkat 16 persen secara tahun-ke-tahun dan memecahkan rekor baru menjadi US$9,3 miliar. Pencapaian ini sangat kontras dengan tujuan awal sanksi AS yang ingin membatasi ruang gerak perusahaan tersebut.
Para analis dari LSEG bahkan memprediksi pendapatan SMIC bisa mencapai angka fantastis US$11 miliar pada tahun 2026 mendatang. Meskipun SMIC masuk dalam daftar hitam AS, posisi mereka justru semakin kuat di pasar domestik. Perusahaan ini menjadi tumpuan utama bagi perusahaan teknologi lain seperti Huawei yang membutuhkan pasokan komponen inti.
Nama SMIC mulai menjadi sorotan global saat mereka berhasil membantu Huawei meluncurkan ponsel dengan jaringan 5G. Padahal, saat itu Huawei sedang berada di bawah tekanan sanksi berat dari otoritas Amerika Serikat. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kemampuan teknis manufaktur China telah melampaui ekspektasi banyak pihak di Barat.
Kebangkitan Moore Threads dan Hua Hong di Pasar Global
Selain SMIC, produsen chip China lainnya yaitu Hua Hong juga mencatatkan rekor pendapatan pada kuartal keempat tahun 2025. Mereka berhasil membukukan angka US$659,9 juta dalam periode yang singkat tersebut. Pertumbuhan ini didorong oleh diversifikasi produk yang menyasar berbagai segmen industri elektronik dunia.
Moore Threads, perusahaan yang berambisi menyaingi dominasi Nvidia, juga menunjukkan taji dengan pertumbuhan yang sangat eksosponensial. Pendapatan mereka pada tahun 2025 diprediksi melonjak hingga 247 persen secara tahun-ke-tahun. Perusahaan ini sukses mengisi kekosongan pasar GPU yang ditinggalkan oleh produk-produk Amerika akibat larangan ekspor.
Strategi Beijing untuk mendorong swasembada teknologi tampaknya mulai membuahkan hasil yang nyata dan berkelanjutan. Pemerintah China secara aktif menginstruksikan perusahaan lokal untuk memprioritaskan pembelian komponen dari alternatif domestik. Hal ini menciptakan ekosistem ekonomi tertutup yang sangat menguntungkan bagi para produsen chip dalam negeri.
Permintaan AI dan Kendaraan Listrik Jadi Motor Utama
Pertumbuhan sektor kendaraan listrik dan infrastruktur pendukungnya memberikan napas baru bagi industri semikonduktor kelas menengah. Meskipun chip yang digunakan bukan yang paling canggih, volume permintaannya sangat besar dan stabil. Sektor otomotif China yang mendominasi dunia menjadi pasar yang sangat empuk bagi produsen chip lokal.
Di sisi lain, kebutuhan akan chip canggih untuk pemrosesan AI tetap menjadi prioritas utama bagi perusahaan internet raksasa. Pembatasan akses terhadap produk Nvidia seri terbaru justru mempercepat riset dan pengembangan GPU lokal. China kini fokus mengembangkan solusi mandiri yang mampu menjalankan model bahasa besar secara efisien.
Meskipun performa puncak chip China mungkin masih tertinggal sedikit di belakang teknologi AS, solusi domestik ini sudah sangat memadai. Kesenjangan teknologi tersebut terus mengecil seiring dengan masifnya investasi riset yang dikucurkan oleh pemerintah maupun sektor swasta. Industri chip China kini tidak lagi sekadar bertahan, melainkan mulai memimpin di beberapa sub-sektor strategis.