Anthropic Gertak Pentagon Terkait Keamanan Nasional AI Anthropic
Uptodai.com - Isu mengenai keamanan nasional AI Anthropic kini tengah memicu ketegangan hebat antara perusahaan rintisan tersebut dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DOD). Startup yang berbasis di San Francisco ini secara mengejutkan melayangkan gertakan keras kepada Pentagon terkait batasan penggunaan teknologi kecerdasan buatan mereka.
Anthropic menuntut kepastian agar model AI buatannya tidak disalahgunakan untuk mengembangkan senjata otomatis maupun alat mata-mata yang menyasar warga sipil. Langkah berani ini langsung menempatkan Anthropic dalam radar pengawasan ketat pemerintah di bawah kepemimpinan Donald Trump. Padahal, perusahaan ini sebelumnya dikenal lebih tertutup dibandingkan kompetitor utamanya seperti OpenAI atau Google.
Ketegangan Anthropic dan Pentagon di Balik Kontrak Triliunan
Perselisihan ini bermula ketika Anthropic meminta jaminan tertulis bahwa teknologi mereka hanya akan digunakan untuk tujuan yang etis. Namun, Kementerian Pertahanan AS (DOD) justru memberikan respons yang cukup dingin dan tegas. Pihak militer menyatakan bahwa mereka menggunakan model-model AI Anthropic untuk semua hal yang sesuai hukum tanpa batasan khusus.
Kondisi ini menciptakan dilema besar mengingat Anthropic memegang peran yang sangat krusial dalam infrastruktur militer Amerika. Hingga Februari 2026, Anthropic menjadi satu-satunya perusahaan kecerdasan buatan yang mengintegrasikan model-modelnya pada jaringan rahasia milik DOD. Mereka juga menyediakan model khusus yang dirancang untuk mendukung tugas-tugas penegakkan keamanan nasional.
Kerja sama ini bukan sekadar kemitraan biasa karena melibatkan nilai ekonomi yang sangat fantastis. Pada tahun 2025 lalu, Anthropic berhasil mengamankan kontrak senilai US$200 juta atau setara dengan Rp3,3 triliun dari Pentagon. Besarnya nilai kontrak tersebut seharusnya mempererat hubungan, namun gertakan Anthropic justru membuat para pejabat senior di DOD merasa geram.
Pertemuan Darurat di Pentagon dan Kritik Donald Trump
Menanggapi situasi yang memanas, CEO Anthropic, Dario Amodei, dijadwalkan melakukan pertemuan mendadak dengan Menteri Pertahanan, Pete Hegseth. Pertemuan yang berlangsung di Pentagon pada Selasa pagi waktu setempat ini bertujuan untuk meredakan ketegangan antar kedua belah pihak. Axios melaporkan bahwa diskusi tersebut menjadi sangat krusial bagi kelangsungan proyek-proyek pertahanan masa depan.
Konflik ini juga menambah daftar panjang rintangan yang harus dihadapi Anthropic dalam menjalin hubungan dengan pemerintahan Trump. Dalam beberapa bulan terakhir, Donald Trump secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan internal perusahaan tersebut. Ketegangan politik ini dikhawatirkan dapat menghambat proses inovasi teknologi di sektor keamanan publik.
Meskipun situasi sedang memanas, juru bicara Anthropic menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen mendukung keamanan nasional Amerika Serikat. Mereka mengklaim tengah melakukan percakapan yang produktif dengan pihak militer untuk mencari titik temu. Perusahaan optimis dapat menyelesaikan isu kompleks ini tanpa harus mengorbankan prinsip etika pengembangan AI yang mereka anut.
Dominasi Claude AI dan Valuasi Fantastis Anthropic
Anthropic sendiri semakin populer di industri teknologi berkat produk unggulan mereka yang bernama Claude. Paket lengkap model AI ini dinilai memiliki kemampuan penalaran yang lebih halus dan aman dibandingkan kompetitornya. Keunggulan teknis inilah yang membuat Pentagon sangat bergantung pada sistem yang dikembangkan oleh mantan karyawan OpenAI tersebut.
Di sisi finansial, posisi Anthropic sedang berada di puncak kejayaan meskipun baru saja berselisih dengan pemerintah. Perusahaan baru saja menyelesaikan seri pendanaan baru senilai US$30 miliar pada awal bulan ini. Suntikan dana segar tersebut membuat valuasi Anthropic meroket hingga menyentuh angka US$380 miliar.
Dengan valuasi yang begitu besar, Anthropic memiliki posisi tawar yang kuat untuk mempertahankan prinsip-prinsip pengembangan teknologinya. Publik kini menunggu apakah Pentagon akan melunak atau justru mencari alternatif teknologi lain di tengah persaingan AI global yang semakin sengit. Keputusan akhir dari pertemuan di Pentagon akan menentukan arah pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia militer modern.