Uptodai.com - Kebangkitan penjualan mobil Tesla di pasar Eropa mulai menunjukkan sinyal positif setelah raksasa otomotif milik Elon Musk ini mengalami masa sulit selama dua tahun terakhir. Berdasarkan data pendaftaran kendaraan terbaru, Tesla berhasil memperluas pangsa pasarnya di beberapa negara kunci pada Februari 2026.

Laporan dari industri otomotif mencatat adanya lonjakan signifikan, salah satunya terlihat dari kenaikan pendaftaran unit di Prancis yang mencapai 55 persen. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa minat konsumen terhadap produk Tesla kembali bergairah di tengah ketatnya persaingan global.

Pencapaian ini terasa semakin istimewa karena sebagian besar kompetitor Tesla di Prancis justru mencatatkan penurunan volume penjualan dibandingkan tahun sebelumnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa Tesla mulai merebut kembali kepercayaan konsumen di wilayah tersebut meskipun kondisi ekonomi sedang menantang.

Lonjakan Signifikan di Berbagai Negara Eropa

Selain Prancis, Tesla juga mencatatkan performa gemilang di beberapa negara Eropa lainnya dengan angka pertumbuhan yang cukup fantastis. Spanyol menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kenaikan pendaftaran mencapai 74 persen selama periode tersebut.

Tren positif ini berlanjut ke wilayah Skandinavia dan Benelux, di mana Norwegia mencatatkan kenaikan sebesar 32 persen dan Belgia tumbuh 14 persen. Keberhasilan ini memberikan napas lega bagi perusahaan yang sempat mengalami tekanan hebat dalam beberapa kuartal sebelumnya.

Namun, pemulihan ini belum merata di seluruh daratan Eropa karena beberapa negara masih mencatatkan rapor merah. Belanda mengalami penurunan tajam sebesar 45 persen, diikuti oleh Denmark yang anjlok 18 persen, serta Italia yang turun 17 persen.

Tantangan Berat dan Persaingan Mobil Listrik China

Meskipun mulai menunjukkan tanda-tanda pulih, Tesla masih harus menghadapi fakta bahwa mereka baru saja melewati periode terburuknya. Sepanjang tahun 2025 lalu, penjualan perusahaan ini sempat ambles hingga 27 persen di seluruh benua Eropa akibat berbagai faktor internal dan eksternal.

Salah satu faktor utama yang menghambat pertumbuhan mereka adalah persaingan mobil listrik China yang semakin agresif menawarkan harga lebih kompetitif. Produsen asal Tiongkok berhasil masuk ke pasar Eropa dengan teknologi yang mumpuni namun tetap menjaga efisiensi biaya produksi.

Selain faktor kompetisi, perilaku Elon Musk di panggung politik global juga sering kali memicu kontroversi yang berdampak pada citra merek. Sentimen negatif dari sebagian konsumen terhadap pernyataan Musk di media sosial disinyalir turut memengaruhi keputusan pembelian di beberapa negara tertentu.

Masalah Lini Produk yang Mulai Menua

Para analis otomotif juga menyoroti jajaran model mobil Tesla yang dinilai sudah mulai tertinggal dibandingkan inovasi para pesaingnya. Tanpa adanya penyegaran desain atau peluncuran model baru yang revolusioner, Tesla kesulitan mempertahankan dominasinya di pasar yang sangat dinamis.

Data menunjukkan bahwa pangsa pasar Tesla di Uni Eropa, Inggris, dan kawasan EFTA sempat menyusut menjadi 0,8 persen pada Januari lalu. Angka ini menunjukkan penurunan tipis jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang lalu.

Secara historis, pangsa pasar Tesla terus mengalami tren penurunan dari 2,9 persen pada tahun 2023 menjadi 2,5 persen pada 2024, hingga menyentuh 1,8 persen di tahun 2025. Penurunan konsisten ini menjadi peringatan keras bagi manajemen untuk segera melakukan evaluasi strategi pemasaran dan pengembangan produk.

Dominasi SUV Model Y di Tengah Tekanan

Di tengah fluktuasi angka penjualan tersebut, Tesla Model Y tetap membuktikan taringnya sebagai SUV listrik paling laris di dunia. Model ini menjadi tulang punggung utama perusahaan dalam menjaga arus kas dan volume produksi di pabrik-pabrik besar mereka, termasuk Giga Berlin.

Manajemen Tesla kini fokus untuk mengoptimalkan distribusi dan memberikan berbagai insentif menarik guna menarik kembali minat pembeli di wilayah yang masih lesu. Strategi pemotongan harga yang agresif beberapa waktu lalu tampaknya mulai membuahkan hasil di pasar-pasar tertentu seperti Prancis dan Spanyol.

Langkah Tesla ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan mereka dalam menghadirkan inovasi teknologi otonom dan efisiensi baterai terbaru. Dengan kebangkitan penjualan mobil Tesla di awal tahun 2026 ini, industri otomotif dunia kini menanti apakah momentum ini akan bertahan lama atau hanya sekadar lonjakan sesaat.