Kontroversi HP Trump T1 Made in America: Desain Berubah Drastis
Uptodai.com - Proyek ambisius HP Trump T1 Made in America yang digadang-gadang sebagai pengganti iPhone kini menghadapi serangkaian masalah pelik. Janji pengiriman yang seharusnya terealisasi sejak Agustus 2025 masih menjadi misteri, sementara konsumen yang sudah membayar deposit belum menerima produk nyata.
Isu ini semakin meruncing karena inkonsistensi yang ditunjukkan oleh pihak Trump Mobile. Selain penundaan, ponsel yang dipromosikan tersebut mengalami perubahan desain dan spesifikasi yang cukup drastis, memicu kekhawatiran besar di kalangan para pemesan awal.
Desain dan Spesifikasi Ponsel T1 yang Terus Berubah
Salah satu kejanggalan terbesar yang disorot publik adalah inkonsistensi visual perangkat ini. Pada pengumuman perdananya, gambar promosi menunjukkan ponsel berwarna emas yang memiliki kemiripan mencolok dengan desain belakang iPhone Pro, lengkap dengan kamera depan berlubang di bagian tengah layar.
Namun, dalam pengumuman kedua yang beredar, desain tersebut berubah total. Ponsel yang diklaim sebagai T1 justru terlihat menyerupai perangkat Samsung Galaxy S25 Ultra yang dipasangi casing Spigen, kemudian diberi sentuhan warna emas. Perubahan visual yang sangat signifikan ini menimbulkan pertanyaan apakah Trump Mobile benar-benar memiliki desain final yang matang.
Tidak hanya desain, spesifikasi ponsel Trump T1 juga mengalami penyesuaian yang cenderung menurun. Awalnya, perangkat ini dijanjikan memiliki layar 6,78 inci. Data terbaru kemudian memangkas ukuran tersebut menjadi layar AMOLED 6,25 inci, meskipun layar yang lebih kecil ini dikabarkan akan memiliki refresh rate 120Hz yang mulus.
Untuk urusan dapur pacu, meskipun nama pasti prosesor belum diumumkan secara resmi, rumor menyebutkan bahwa perangkat ini kemungkinan akan ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 6 Gen 1. Chipset kelas menengah ini diproduksi oleh Samsung Foundry menggunakan proses fabrikasi 4nm (4LPE). Padahal, dengan label “pengganti iPhone” dan harga yang diprediksi premium, konsumen berharap adanya chipset kelas flagship.
Di sisi lain, ponsel ini dilaporkan akan hadir dengan RAM 12GB dan penyimpanan internal 256GB yang dapat diperluas menggunakan kartu microSD. Perangkat ini direncanakan berjalan di atas sistem operasi Android, menjadikannya pilihan bagi mereka yang mencari alternatif selain ekosistem Apple.
Strategi Kontroversial: Mengumumkan T1 Ultra Sebelum T1 Terkirim
Reputasi HP Trump T1 Made in America semakin terancam akibat penundaan berkepanjangan. Janji pengiriman yang meleset ini seharusnya menjadi fokus utama perusahaan. Namun, eksekutif Trump Mobile, Don Hendrickson, justru mengalihkan perhatian publik dengan mengumumkan langkah besar berikutnya.
“Langkah besar kami selanjutnya adalah peluncuran T1 Ultra yang akan menyusul kesuksesan T1,” ujar Hendrickson, tanpa memberikan detail pasti kapan T1 dasar akan mulai dikirimkan kepada pelanggan.
Mengapa Varian Ultra Menjadi Sorotan?
Keputusan untuk meluncurkan varian ‘Ultra’ di tengah ketidakjelasan nasib model dasar memicu reaksi beragam. Sebagian pihak menyebut langkah ini gila, sementara pendukung Trump melihatnya sebagai manuver bisnis yang jenius.
Terlepas dari pro dan kontra, strategi ini terbukti efektif dalam menghasilkan modal awal yang signifikan. Perusahaan dilaporkan telah mengumpulkan dana sebesar US$59 juta (sekitar Rp920 miliar) hanya dari deposit pemesanan awal. Pengumuman varian Ultra, yang dipastikan berharga lebih mahal, membuka keran baru untuk meraup lebih banyak uang tunai dari basis pendukung yang loyal.
Meskipun demikian, pola bisnis ini menimbulkan kecurigaan serius. Mengumpulkan jutaan dolar melalui pre-order dan deposit untuk dua model, tanpa menunjukkan hasil nyata dari model pertama, dianggap sebagai praktik yang berisiko tinggi. Jika T1 gagal dikirimkan atau kualitasnya jauh di bawah ekspektasi, kepercayaan publik terhadap proyek ambisius ini dipastikan akan runtuh total.