Uptodai.com - Tantangan besar kini tengah membayangi industri semikonduktor global seiring melonjaknya permintaan teknologi kecerdasan buatan secara masif. Ketua SK Group, Chey Tae-won, memperingatkan adanya ancaman krisis baru akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan chip memori. Kondisi ini diperkirakan akan memicu lonjakan harga yang tidak normal di pasar internasional. Jika tidak segera diatasi, situasi ini dapat mengganggu stabilitas rantai pasok teknologi dunia secara keseluruhan.

Ancaman Kelangkaan Memori AI

SK Hynix, sebagai salah satu produsen memori terbesar, kini didesak untuk mempercepat ekspansi kapasitas produksinya baik di dalam maupun luar negeri. Para pelanggan dilaporkan telah meminta pasokan chip memori AI hingga 100 persen lebih banyak untuk tahun 2027 mendatang. Di sisi lain, belum ada perusahaan manufaktur yang memiliki kapasitas baru yang siap beroperasi dalam waktu dekat. Hal ini membuat kesenjangan antara permintaan pasar dan ketersediaan barang semakin melebar tajam.

Dominasi Teknologi High-Bandwidth Memory

Kondisi kelangkaan ini paling parah terjadi pada segmen High-Bandwidth Memory (HBM), komponen vital yang digunakan bersama akselerator AI buatan Nvidia. SK Hynix saat ini mendominasi pasar HBM global dengan pangsa pasar mencapai 58 persen pada awal tahun 2026. Dominasi yang sangat kuat ini jauh melampaui para pesaing utamanya seperti Samsung Electronics dan Micron Technology. Ketergantungan yang tinggi pada segmen ini membuat fluktuasi harga menjadi sangat sensitif bagi para pelaku industri.

Dampak Chipflation dan Ketegangan Geopolitik

Tingginya harga chip memori dikhawatirkan akan memicu fenomena yang dikenal sebagai chipflation atau inflasi harga perangkat akibat mahalnya komponen semikonduktor. Produsen ponsel pintar dan komputer dipastikan harus merogoh kocek lebih dalam, yang pada akhirnya membebani konsumen akhir. Selain itu, situasi ini juga memicu ketegangan geopolitik baru karena negara-negara maju saling berebut mengamankan pasokan domestik mereka. Ketegangan antara Amerika Serikat dan China dalam sektor teknologi canggih turut memperkeruh peta persaingan ini.

Langkah Strategis Menghadapi Pemain Baru

Chey juga menambahkan bahwa margin keuntungan yang sangat besar ini berpotensi menarik minat pemain baru untuk masuk ke industri manufaktur chip. Salah satu indikasi awal terlihat dari ketertarikan CEO Tesla, Elon Musk, untuk mulai menjajaki bisnis pembuatan semikonduktor secara mandiri. Untuk mengantisipasi persaingan tersebut, SK Hynix mempercepat pembangunan fasilitas produksi barunya di kompleks Yongin, Korea Selatan. Langkah taktis ini diharapkan dapat menormalkan kembali harga pasar sebelum para kompetitor baru membanjiri sektor ini.