Uptodai.com - Daftar hitam Pentagon Anthropic kini menjadi sorotan tajam setelah perusahaan kecerdasan buatan tersebut mengajukan permohonan penangguhan ke pengadilan banding Amerika Serikat. Langkah hukum ini diambil menyusul pernyataan resmi Departemen Pertahanan AS yang melabeli Anthropic sebagai risiko serius bagi rantai pasokan militer. Manajemen perusahaan secara terbuka mengakui bahwa status tersebut berpotensi melenyapkan pendapatan hingga miliaran dolar dalam waktu dekat.

Permohonan penangguhan ini muncul sebagai puncak dari ketegangan hebat antara Anthropic dan otoritas pertahanan Amerika Serikat. Anthropic bersikeras menolak penggunaan alat AI mereka untuk pengembangan senjata otonom maupun aktivitas mata-mata terhadap warga sipil. Sikap ini memicu perdebatan panjang mengenai batasan etika teknologi dalam industri pertahanan modern.

Perselisihan Etika AI dan Ambisi Militer Donald Trump

Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump menilai bahwa pembatasan yang diterapkan Anthropic justru menghambat supremasi militer. Pentagon berpendapat bahwa tidak boleh ada batasan dalam penggunaan alat AI selama masih berada dalam koridor hukum yang berlaku. Ketegangan ini semakin memanas ketika Trump melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan internal perusahaan tersebut.

Donald Trump secara terang-terangan menyebut Anthropic sebagai organisasi sayap kiri yang “woke” dan dianggap membahayakan keselamatan nasional. Ia menegaskan tidak akan membiarkan perusahaan swasta mendikte strategi militer Amerika Serikat dalam memenangkan pertempuran. Pernyataan keras ini berujung pada instruksi pelarangan penggunaan teknologi Anthropic oleh seluruh lembaga federal.

Padahal, Anthropic sebelumnya telah mengamankan kontrak raksasa dari pemerintah Amerika Serikat senilai US$200 miliar pada tahun 2025. Perusahaan tersebut berulang kali menegaskan bahwa mereka hanya ingin teknologi AI miliknya digunakan untuk sistem pertahanan, bukan untuk membunuh secara otomatis. Namun, idealisme ini justru membawa mereka ke dalam pusaran konflik politik dan ekonomi yang sangat rumit.

Dampak Finansial dan Tekanan dari Ratusan Pelanggan

Masuknya nama perusahaan ke dalam daftar hitam Pentagon Anthropic memberikan efek domino yang merusak stabilitas bisnis mereka. Dalam berkas gugatan yang diajukan ke pengadilan federal California, Anthropic menyatakan bahwa penetapan risiko rantai pasok menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki. Lebih dari 100 pelanggan utama dilaporkan telah menghubungi perusahaan untuk mempertanyakan kelanjutan kerja sama mereka.

Estimasi internal menunjukkan bahwa pada tahun 2026, tindakan merugikan dari pemerintah ini bisa memangkas pendapatan hingga ratusan juta dolar. Kehilangan kepercayaan dari sektor publik juga dikhawatirkan akan merembet ke sektor swasta yang sangat bergantung pada stabilitas regulasi. Situasi ini menempatkan posisi tawar Anthropic di pasar teknologi global berada di titik terendah.

Meskipun ada larangan keras, sebuah memo internal mengungkapkan bahwa Pentagon memberikan masa transisi selama enam bulan bagi lembaga yang sudah terlanjur menggunakan sistem ini. Penggunaan tersebut pun dibatasi hanya untuk kebutuhan yang sifatnya sangat mendesak dan krusial bagi keamanan negara. Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa militer AS sebenarnya masih sangat bergantung pada kecanggihan teknologi yang dikembangkan Anthropic.

Penggunaan AI Anthropic di Tengah Konflik Timur Tengah

Laporan terbaru dari Wall Street Journal mengungkap fakta mengejutkan mengenai operasional teknologi ini di lapangan. Alat AI milik Anthropic dikabarkan masih digunakan dalam operasi militer Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Ironisnya, aktivitas ini tetap berlangsung hanya beberapa jam setelah Donald Trump secara resmi mengumumkan larangan penggunaan teknologi tersebut.

Pentagon sendiri memilih untuk bungkam dan menolak memberikan komentar terkait proses litigasi yang sedang berjalan di pengadilan. Ketidakkonsistenan antara kebijakan politik dan kebutuhan operasional di medan perang memperumit posisi hukum kedua belah pihak. Hal ini membuktikan betapa sulitnya memisahkan ketergantungan militer terhadap inovasi teknologi mutakhir saat ini.

Kini, nasib Anthropic sepenuhnya bergantung pada keputusan Pengadilan Banding AS untuk Distrik Columbia Circuit. Jika gugatan mereka gagal, perusahaan ini harus bersiap menghadapi eksodus pelanggan dan penurunan valuasi yang drastis. Pertarungan hukum ini akan menjadi preseden penting bagi hubungan antara perusahaan teknologi Silicon Valley dan kebijakan pertahanan nasional di masa depan.