Uptodai.com - Dunia politik Amerika Serikat kembali diguncang isu kontroversial yang melibatkan lingkaran terdekat mantan Presiden Donald Trump. Kali ini, dugaan Orang Dalam Trump Cuan Venezuela dalam jumlah fantastis dari pasar taruhan online, menyusul operasi militer AS di negara Amerika Latin tersebut.

Kabar ini mencuat setelah Nicolas Maduro, Presiden Venezuela, dikabarkan diculik oleh tentara AS. Keuntungan yang diraup dari spekulasi geopolitik tersebut tidak main-main, mencapai US$ 400 ribu, atau setara dengan Rp 6,7 miliar (kurs Rp 16.750).

Dugaan Insider Trading di Pasar Prediksi Digital

Keuntungan jumbo ini berasal dari platform pasar taruhan online bernama Polymarket. Platform ini dikenal sebagai wadah untuk memasang taruhan pada berbagai peristiwa, mulai dari hasil pemilu, skor ulasan film, hingga isu-isu geopolitik yang sensitif.

Menurut laporan Futurism, sebuah akun anonim melakukan taruhan signifikan senilai US$ 30 ribu. Taruhan tersebut dipasang untuk dua prediksi spesifik, yaitu bahwa “Maduro akan lengser” dan “tentara AS bakal masuk ke Venezuela.” Taruhan ini diletakkan jauh hari, tepatnya pada 31 Januari 2026, yang menunjukkan spekulasi jangka panjang.

Namun, akun tersebut mendadak menang besar setelah Presiden Trump mengumumkan bahwa Maduro telah ditangkap oleh tentara AS. Joe Pompliano, seorang pebisnis yang fokus pada industri olahraga dan keuangan, memperkirakan bahwa akun misterius itu meraup keuntungan sebesar US$ 400 ribu hanya dalam waktu 24 jam setelah pengumuman tersebut.

“Sangat mencurigakan,” ujar Pompliano. Ia menambahkan bahwa praktik insider trading—penggunaan informasi rahasia untuk keuntungan finansial—tidak hanya diperbolehkan di pasar prediksi, tetapi bahkan didorong oleh sistemnya.

Mekanisme Anonimitas yang Memicu Spekulasi

Polymarket dan platform sejenis, seperti Kalshi, menyebut diri mereka sebagai ‘pasar prediksi’. Mereka beroperasi di luar regulasi bursa saham tradisional, memungkinkan pengguna untuk bertaruh pada peristiwa dunia nyata dengan risiko dan potensi keuntungan yang tinggi.

Salah satu faktor yang membuat praktik ini sulit dilacak adalah desain anonimitas akun Polymarket. Pembayaran kemenangan diberikan dalam bentuk aset kripto, sehingga identitas asli pemilik akun yang meraup cuan dari pertaruhan soal Venezuela tersebut menjadi sangat sulit untuk diungkap.

Selain isu Venezuela, pengguna di Polymarket juga aktif memasang berbagai macam taruhan isu geopolitik lainnya. Contohnya termasuk spekulasi mengenai aksi militer di Ukraina dan berbagai dinamika politik global lainnya yang berpotensi memicu perubahan besar.

Minat Trump Media pada Pasar Taruhan Politik

Isu pasar prediksi ini menjadi semakin menarik karena kaitannya dengan Donald Trump. Reuters melaporkan bahwa Trump Media and Technology Group (TMTG), perusahaan di balik media sosial Truth Social milik keluarga Donald Trump, sedang menjajaki kemungkinan untuk menyediakan platform serupa.

Apabila TMTG benar-benar meluncurkan pasar prediksi, ini akan membuka pintu baru bagi spekulasi politik yang terhubung langsung dengan lingkaran kekuasaan. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar mengenai potensi penyalahgunaan informasi rahasia demi keuntungan pribadi, terutama dalam konteks keputusan politik yang berdampak pada stabilitas negara lain.

Kasus dugaan Orang Dalam Trump Cuan Venezuela ini menyoroti celah regulasi yang besar dalam dunia keuangan digital dan pasar prediksi. Keuntungan miliaran rupiah yang didapatkan hanya dalam sehari dari sebuah keputusan politik rahasia menunjukkan betapa rentannya sistem ini terhadap manipulasi dan informasi orang dalam.

Oleh karena itu, pengawasan terhadap platform yang memanfaatkan aset kripto dan anonimitas untuk spekulasi geopolitik harus segera diperketat. Tujuannya adalah untuk mencegah praktik insider trading yang bisa merusak kepercayaan publik terhadap integritas kebijakan luar negeri suatu negara.