Uptodai.com - Rekening judi online kini menjadi target utama dalam operasi pemberantasan kejahatan siber yang dilakukan oleh jajaran Kepolisian Republik Indonesia. Aparat penegak hukum secara aktif menggandeng sektor perbankan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku yang memanfaatkan sistem keuangan legal. Langkah ini bertujuan untuk memutus rantai transaksi ilegal yang merugikan masyarakat luas di seluruh tanah air.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Himawan Bayu Aji, menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan sektor keuangan. Ia menilai perbankan memegang peran kunci dalam mendeteksi aliran dana mencurigakan sejak dini. Sinergi ini dianggap sebagai benteng pertahanan pertama dalam menghadapi ancaman tindak pidana di ruang digital yang semakin kompleks.

Pernyataan tersebut disampaikan Himawan dalam acara Penyerahan Tanggung Jawab dan Eksekusi Atas Harta Kekayaan Hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Acara yang berlangsung di Bareskrim Polri, Jakarta, pada Kamis (5/2/2026) ini menyoroti besarnya aset yang berasal dari aktivitas perjudian daring. Polisi berharap perbankan tidak hanya menjadi penyedia jasa, tetapi juga mitra aktif dalam pengawasan.

Penerapan Prinsip KYC dan Anti-Pencucian Uang

Pihak kepolisian mendorong perbankan untuk memperketat prosedur pembukaan rekening baru melalui prinsip Know Your Customer (KYC). Langkah ini sangat krusial untuk memastikan bahwa identitas nasabah benar-benar valid dan tidak disalahgunakan oleh sindikat kriminal. Selain itu, penerapan aturan anti-money laundering atau anti-pencucian uang harus dilakukan secara menyeluruh tanpa celah.

Bank memiliki kewajiban untuk memastikan tidak ada satu pun rekening yang memfasilitasi praktik perjudian online. Himawan menekankan bahwa setiap institusi keuangan wajib memiliki sistem deteksi dini yang mumpuni. Sistem tersebut harus mampu mengidentifikasi aktivitas transaksi yang tidak wajar sejak awal sebelum dana tersebut dialirkan lebih jauh.

Keberadaan sistem deteksi dini ini akan menutup ruang gerak para pelaku yang mencoba menyusup ke dalam sistem keuangan nasional. Dengan teknologi yang tepat, bank dapat langsung memblokir aktivitas yang terindikasi terkait dengan judi siber. Hal ini menjadi bagian dari upaya pencegahan judi online yang lebih sistematis dan terukur.

Mekanisme Pemeriksaan Rekening Secara Terpusat

Guna mempercepat proses hukum, Polri dan pihak perbankan telah menyepakati mekanisme baru dalam pemeriksaan rekening mencurigakan. Hasil diskusi kedua belah pihak membuahkan kesepakatan bahwa pemeriksaan rekening yang diduga terkait perjudian dapat dilakukan secara terpusat. Proses ini nantinya akan difokuskan pada kantor pusat masing-masing bank untuk efisiensi waktu.

Mekanisme terpusat ini diharapkan dapat memangkas birokrasi yang selama ini sering menjadi kendala dalam pelacakan aset. Dengan koordinasi langsung ke kantor pusat, penyidik dapat memperoleh data transaksi dengan lebih cepat dan akurat. Sinergi positif ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga penegak hukum dan sektor keuangan memiliki visi yang sama dalam memberantas kejahatan.

Himawan menilai kesepakatan tersebut akan sangat membantu dalam percepatan penanganan kasus-kasus perjudian berskala besar. Semakin cepat data diperoleh, semakin besar peluang polisi untuk membekukan aset sebelum dilarikan oleh pelaku. Kecepatan bertindak menjadi faktor penentu dalam keberhasilan penegakan hukum di era digital saat ini.

Keberhasilan Eksekusi Aset Hasil Kejahatan Siber

Lebih lanjut, Himawan menyoroti keberhasilan eksekusi aset yang telah dilakukan oleh aparat kepolisian baru-baru ini. Keberhasilan tersebut menjadi bukti kuat adanya sinergitas yang solid antar kementerian dan lembaga terkait. Proses hukum terhadap tindakan perjudian online tetap menjadi prioritas utama pemerintah untuk melindungi stabilitas ekonomi masyarakat.

Eksekusi aset ini juga memberikan pesan tegas kepada para pelaku kejahatan bahwa negara tidak akan tinggal diam. Polisi akan terus mengejar harta kekayaan yang didapat dari hasil ilegal untuk dikembalikan atau disita oleh negara. Kerja sama lintas sektor ini memastikan bahwa tidak ada tempat aman bagi para pelaku kejahatan siber untuk menyembunyikan hasil kejahatannya.

Melalui penguatan sistem di perbankan dan ketegasan hukum, diharapkan angka kasus judi online dapat ditekan secara signifikan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan tidak meminjamkan rekening pribadi kepada pihak lain. Kewaspadaan bersama merupakan kunci utama dalam menjaga keamanan ekosistem digital di Indonesia.