Oracle Resmi Jadi Pengendali TikTok di Amerika Serikat Lewat Deal
Uptodai.com - Struktur kepemilikan platform media sosial populer asal China resmi berubah total setelah melalui tekanan politik yang sangat panjang di Washington. Kini, Oracle yang dipimpin oleh Larry Ellison muncul sebagai salah satu pengendali TikTok di Amerika Serikat yang paling berpengaruh.
Langkah strategis ini diambil guna menghindari pemblokiran total layanan TikTok di seluruh wilayah Amerika Serikat. Kesepakatan besar tersebut akhirnya memisahkan operasional platform ini dari kendali penuh ByteDance yang berbasis di Beijing.
Dominasi Investor Amerika di Entitas Baru TikTok
Berdasarkan dokumen resmi yang beredar, operasional platform video pendek ini kini berada di bawah naungan TikTok USDS Joint Venture LLC. Entitas baru tersebut menempatkan investor asal Amerika Serikat dan global sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi mencapai 80,1 persen.
Kondisi ini membuat ByteDance kini hanya memiliki sisa saham sebesar 19,9 persen di pasar Amerika. Perubahan komposisi kepemilikan ini secara otomatis memberikan hak kendali penuh kepada konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan-perusahaan asal Negeri Paman Sam.
Oracle sendiri mengambil porsi kepemilikan sebesar 15 persen dengan nilai investasi mencapai US$2 miliar atau setara Rp33,8 triliun. Selain Oracle, perusahaan ekuitas swasta Silver Lake dan firma investasi MGX asal Dubai juga masing-masing menguasai 15 persen saham.
Peran Strategis Larry Ellison dan Donald Trump
Keterlibatan Oracle dalam kesepakatan ini tidak lepas dari sosok pendirinya, Larry Ellison, yang dikenal memiliki hubungan sangat dekat dengan Donald Trump. Larry Ellison dan Donald Trump telah lama menjalin relasi baik dalam urusan personal maupun dukungan politik pada Pilpres 2024 lalu.
Donald Trump sendiri awalnya bersikap keras terhadap TikTok, namun belakangan melunak karena melihat potensi platform tersebut dalam menjangkau pemilih muda. Meski demikian, Trump tetap memberikan syarat mutlak bahwa TikTok harus lepas dari pengaruh pemerintah China jika ingin tetap beroperasi.
Pemerintahan Trump juga telah mengonfirmasi bahwa Oracle akan memegang tanggung jawab besar dalam mengatur algoritma dan keamanan data pengguna. Hal ini bertujuan untuk meredam kekhawatiran mengenai spionase data yang selama ini dituduhkan kepada ByteDance.
Ekosistem AI dan Masa Depan Operasional TikTok
Masuknya Oracle ke dalam struktur kepemilikan TikTok juga berkaitan erat dengan ambisi besar Amerika Serikat di bidang kecerdasan buatan (AI). Oracle saat ini terlibat dalam megaproyek AI bernama ‘Stargate’ senilai US$500 miliar yang dicanangkan oleh pemerintahan Trump.
Proyek ambisius tersebut melibatkan kolaborasi tingkat tinggi antara Oracle, OpenAI, dan SoftBank untuk memperkuat infrastruktur digital nasional. Pengelolaan data TikTok oleh Oracle diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan terhadap pendapatan perusahaan dari sektor pusat data AI.
Dengan beralihnya kendali ke tangan perusahaan lokal, TikTok kini memiliki ruang napas baru untuk terus berkembang di pasar Amerika. Para pengamat menilai bahwa langkah ini merupakan kemenangan besar bagi Trump dalam mengamankan kedaulatan digital sekaligus memperkuat posisi sekutu bisnisnya.
Keputusan ini sekaligus mengakhiri ketidakpastian nasib jutaan konten kreator di Amerika Serikat yang sempat terancam kehilangan mata pencaharian. Kini, operasional TikTok sepenuhnya berada di bawah pengawasan ketat hukum dan regulasi keamanan data domestik Amerika Serikat.