Pengguna Aktif Gemini Salip ChatGPT, Raja Internet Bangkit Lagi
Uptodai.com - Dominasi ChatGPT sebagai raja kecerdasan buatan generatif tampaknya mulai goyah. Setelah sempat menjadi fenomena global, layanan chatbot milik OpenAI tersebut kini menghadapi ancaman serius dari pesaing lamanya.
Raja internet lama, Google, kini bangkit dengan kekuatan penuh. Data terbaru menunjukkan bahwa basis Pengguna Aktif Gemini Salip ChatGPT dengan selisih yang sangat tipis, menandakan pergeseran signifikan dalam peta persaingan teknologi AI global.
Data Terbaru: Duel Raksasa AI di Pasar Global
Layanan Gemini milik Google saat ini diperkirakan telah mencapai lebih dari 750 juta pengguna aktif bulanan (MAU). Angka fantastis ini hanya terpaut sedikit dari perkiraan MAU ChatGPT yang berada di kisaran 810 juta pada akhir tahun lalu.
Perkembangan pesat ini menempatkan Gemini sebagai penantang utama dan paling kredibel bagi ChatGPT. Di sisi lain, kompetitor besar lainnya seperti Meta AI masih tertinggal cukup jauh, dengan perkiraan MAU di bawah 500 juta.
Kecepatan adopsi Gemini menunjukkan betapa seriusnya Google menggarap unit kecerdasan buatan mereka. Integrasi Gemini ke dalam ekosistem Google yang luas, terutama pada fungsi Search, menjadi kunci utama lonjakan ini.
Strategi Agresif Google dan Kekuatan Gemini 3
CEO Google, Sundar Pichai, secara terbuka menyoroti perkembangan positif ini, menyebut peluncuran Gemini 3 sebagai tonggak penting yang mendapatkan respons pasar terbaik sejauh ini. Gemini 3 menawarkan kemampuan multimodal dan kinerja yang jauh lebih unggul, menarik baik pengguna individu maupun korporasi.
Pichai menjelaskan bahwa model AI pihak pertama Google, termasuk Gemini, telah memproses lebih dari 10 miliar token per menit melalui penggunaan API langsung oleh pelanggan. Angka ini menggambarkan tingkat adopsi yang masif di kalangan pengembang dan perusahaan yang mengandalkan infrastruktur AI Google.
Selain itu, Pichai juga menekankan bagaimana AI telah mendorong momen ekspansif bagi fungsi pencarian inti Google. “Pencarian mengalami peningkatan penggunaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana AI mendorong momen ekspansif,” ujarnya, menegaskan bahwa kecerdasan buatan bukan hanya produk sampingan, tetapi inti dari pertumbuhan perusahaan.
AI Mendorong Kenaikan Pendapatan dan Adopsi Massal
Untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan menarik konsumen dari berbagai lapisan, Google juga meluncurkan paket yang lebih terjangkau bagi pengguna AI. Paket yang disebut Google Plus AI ini dibanderol hanya US$7,99 per bulan.
Strategi harga yang kompetitif ini diharapkan dapat mendorong adopsi massal dan memindahkan pengguna dari layanan gratis ke layanan berbayar. Ini adalah langkah cerdas untuk mengkapitalisasi momentum pertumbuhan yang sedang terjadi.
Secara keseluruhan, kontribusi AI telah mendorong pertumbuhan finansial perusahaan secara signifikan. Pendapatan Google berhasil melampaui US$400 miliar untuk pertama kalinya, sebuah pencapaian bersejarah.
Menurut laporan internal, capaian positif ini sangat erat kaitannya dengan divisi AI yang terus meluas dan mengalami peningkatan permintaan. Dengan basis pengguna yang hampir menyalip ChatGPT dan strategi monetisasi yang agresif, Google tampaknya telah memposisikan diri untuk kembali merebut tahta sebagai pemimpin tak terbantahkan di era kecerdasan buatan.