Uptodai.com - Dunia teknologi kembali dikejutkan dengan fenomena langka di pasar gadget premium. Penjualan Samsung Galaxy Z TriFold di Amerika Serikat (AS) mencatat rekor luar biasa, di mana perangkat yang dibanderol dengan harga fantastis Rp 48 jutaan ini langsung ludes terjual hanya dalam hitungan menit setelah diluncurkan.

Harga yang mencapai US$2.900 atau setara Rp48,6 juta (kurs saat ini) jelas menempatkan perangkat ini di segmen paling eksklusif. Meskipun demikian, respons pasar menunjukkan bahwa konsumen premium sangat antusias menyambut inovasi layar lipat tiga yang ditawarkan Samsung.

Inovasi dan Harga Ekstrem Samsung Galaxy Z TriFold

Samsung Galaxy Z TriFold memang bukan sekadar smartphone lipat biasa. Perangkat ini membawa mekanisme lipatan ketiga, yang secara dramatis mengubah pengalaman penggunaan perangkat mobile menjadi seukuran tablet.

Secara desain, Samsung memilih skema lipatan ke dalam (inward folding). Keputusan ini dianggap lebih aman karena melindungi bagian layar lipat dari paparan luar saat perangkat ditutup. Ini berbeda dengan beberapa kompetitor, seperti Huawei Mate XT, yang menggunakan skema lipatan zigzag.

Meskipun belum resmi tersedia di Indonesia—sementara Mate XT sudah masuk dengan harga sekitar Rp 52 jutaan—perangkat ini telah menjadi tolok ukur baru bagi segmen HP lipat tiga harga mahal. Angka Rp 48 juta bukan hanya sekadar harga, melainkan pernyataan status di industri teknologi.

Mengapa HP Lipat Tiga Harga Mahal Ini Laku Keras?

Galaxy Z TriFold mulai dijual di pasar AS pada 30 Januari 2026. Dalam waktu singkat, situs resmi Samsung AS menunjukkan status “kehabisan stok” dan mengumumkan bahwa perangkat akan tersedia kembali dalam waktu dekat. Sayangnya, Samsung tidak merilis data pasti mengenai berapa unit yang mereka sediakan pada gelombang penjualan perdana tersebut.

Larisnya perangkat ini menegaskan pergeseran perilaku konsumen di segmen high-end. Ben Wood, kepala analis dan CMO di CCS Insight, menjelaskan bahwa pasar HP lipat masih terhitung niche atau ceruk pasar spesifik.

Namun, menurut Wood, hasil Penjualan Samsung Galaxy Z TriFold menunjukkan bahwa Samsung berhasil menciptakan perangkat paling ‘seksi’ yang tersedia di AS saat ini. Konsumen kelas atas kini melihat smartphone lipat tiga bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol status dan adopsi teknologi terdepan.

Spesifikasi Detail yang Menarik Perhatian

Secara tampilan fisik, bahasa desain Galaxy Z TriFold saat tertutup masih menyerupai Galaxy Z Fold 7. Perangkat ini dilengkapi layar depan (cover screen) berukuran 6,5 inci yang nyaman digenggam.

Keajaiban terjadi saat perangkat dibuka, di mana layarnya akan terbentang menyerupai tablet berukuran 10 inci penuh. Kedua layar, baik layar depan maupun layar utama, telah mendukung refresh rate 120 Hz, menjamin pengalaman visual yang sangat mulus.

Layar depan mampu mencapai tingkat kecerahan maksimum hingga 2600 nits, sementara layar utama di bagian dalam mencapai 1600 nits. Tingkat kecerahan yang tinggi ini memastikan visibilitas optimal bahkan di bawah sinar matahari langsung.

Samsung juga fokus pada ergonomi. Mereka menggunakan material fiber glass composite pada bagian bodi belakang, yang membantu menjaga bobot perangkat. Galaxy Z TriFold hadir dengan ketebalan hanya 3,9 mm dan berat 309 gram. Bobot ini menjadikannya cukup nyaman untuk digenggam dengan satu tangan, meskipun ukurannya tergolong besar saat dibuka penuh.