Uptodai.com - Skandal Bill Gates dan Jeffrey Epstein kembali memanas setelah pendiri Microsoft tersebut memberikan pernyataan mengejutkan dalam sebuah pertemuan internal. Gates secara terbuka mengakui adanya hubungan masa lalu yang melibatkan dua perempuan asal Rusia di hadapan para staf yayasannya. Langkah ini ia ambil untuk meredam spekulasi yang berkembang pasca rilisnya dokumen-dokumen baru dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas bocornya ribuan email yang mengungkap kedekatannya dengan mendiang predator seksual, Jeffrey Epstein. Bill Gates menegaskan bahwa meskipun ia sering bertemu dengan Epstein di berbagai negara, ia tidak pernah melakukan tindakan melanggar hukum. Ia juga mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah menginap di kediaman Epstein sebagaimana yang dituduhkan oleh beberapa pihak.

Pengakuan Perselingkuhan dengan Warga Rusia

Dalam forum town hall yang berlangsung emosional tersebut, Gates mengonfirmasi rumor mengenai kehidupan pribadinya yang selama ini tertutup rapat. Ia mengakui pernah menjalin hubungan gelap dengan seorang pemain kartu bridge profesional dan seorang fisikawan nuklir, yang keduanya berkebangsaan Rusia. Pengakuan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat citra publiknya yang selama ini dikenal sebagai filantropis yang santun.

Hubungan terlarang ini kabarnya terjadi saat ia masih terikat pernikahan dengan Melinda French. Pengakuan ini menambah daftar panjang kontroversi yang menyelimuti perceraian mereka pada tahun 2021 silam. Pihak yayasan menyatakan bahwa Gates memilih untuk bersikap transparan dalam forum tersebut demi menjaga kepercayaan para karyawan dan integritas lembaga.

Seorang juru bicara yayasan menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Gates menjawab berbagai pertanyaan sulit dari para staf. Ia memaparkan secara rinci bagaimana keterlibatannya dengan Epstein di masa lalu merupakan sebuah kesalahan besar yang ia sesali. Gates menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan dari tindakan pribadinya terhadap reputasi yayasan.

Detail Hubungan Bill Gates dengan Epstein dalam Dokumen DOJ

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) baru-baru ini merilis jutaan halaman dokumen yang menyeret banyak tokoh penting dunia bisnis dan politik. Dokumen tersebut mengungkap isi email antara Gates dan Epstein yang membahas berbagai topik sensitif, mulai dari urusan bisnis hingga filantropi. Terungkap bahwa Epstein sempat mencoba memberikan saran mengenai arah kebijakan yayasan dalam beberapa kesempatan.

Salah satu poin yang mencolok dalam dokumen tersebut adalah diskusi mengenai penggalangan dana filantropi hingga proses pencarian CEO baru untuk Microsoft. Bahkan, terdapat catatan unik mengenai taruhan senilai 1 dolar antara keduanya terkait fluktuasi mata uang euro. Interaksi ini menunjukkan bahwa hubungan mereka jauh lebih intens daripada yang pernah diakui Gates sebelumnya kepada publik.

Pihak yayasan sendiri mengklaim bahwa interaksi beberapa staf dengan Epstein dilakukan atas dasar profesionalisme. Mereka percaya pada klaim Epstein yang sesumbar mampu menggalang sumber daya besar untuk sektor kesehatan global. Namun, yayasan menegaskan bahwa tidak ada sepeser pun dana yang pernah dibayarkan kepada Epstein atas jasa-jasa tersebut.

Dampak Terhadap Yayasan dan Masa Depan AI

Kehadiran bayang-bayang Epstein memaksa Bill Gates untuk membatalkan sejumlah agenda penting di kancah internasional. Pekan lalu, ia diketahui batal menghadiri sebuah konferensi besar mengenai kecerdasan buatan (AI) yang diselenggarakan di India. Keputusan ini diambil untuk menghindari gangguan media yang fokus pada isu skandal pribadinya daripada inovasi teknologi.

Staf yayasan kini mulai mempertanyakan bagaimana pengaruh skandal ini terhadap fokus organisasi pada isu kesehatan dan perubahan iklim. Gates mencoba meyakinkan timnya bahwa yayasan akan tetap berjalan sesuai visi awal meskipun dirinya sedang menghadapi tekanan publik. Ia menekankan pentingnya pengembangan teknologi AI untuk membantu masyarakat di negara berkembang sebagai prioritas utama saat ini.

Rilis dokumen Epstein ini memang telah memakan banyak korban di kalangan eksekutif puncak perusahaan raksasa. Beberapa CEO bahkan memilih untuk mengundurkan diri setelah nama mereka tercantum dalam berkas perkara tersebut. Hingga kini, publik masih menanti apakah akan ada fakta baru yang terungkap seiring dengan berlanjutnya penyelidikan terhadap jaringan Epstein.