Uptodai.com - Dedikasi tinggi dalam dunia seni peran sering kali menuntut pengorbanan emosional yang luar biasa besar bagi para pelakonnya. Fenomena pemain film Korea menangis saat tidur menjadi bukti nyata betapa dalamnya mereka menyelami karakter yang dimainkan hingga terbawa ke alam bawah sadar.

Para aktor dan aktris papan atas Negeri Gingseng ini tidak hanya menghafal naskah, tetapi juga membedah emosi karakter secara mendalam sebelum proses syuting dimulai. Pendalaman karakter yang totalitas bertujuan agar emosi yang tersampaikan terasa jujur dan hidup di mata penonton global.

Namun, proses kreatif ini terkadang memberikan dampak psikologis yang cukup berat bagi kehidupan pribadi sang artis. Berikut adalah kisah tiga bintang besar Korea Selatan yang mengalami gangguan tidur dan luapan emosi tak terkendali akibat peran ikonik mereka.

Gang Dong Won dan Trauma Eksekusi Mati

Gang Dong Won pernah mengungkapkan bahwa film Maundy Thursday (2006) merupakan proyek yang paling menguras emosinya sepanjang karier. Dalam film tersebut, ia memerankan sosok Jung Yoon Soo, seorang terpidana mati yang menghadapi detik-detik akhir hidupnya.

Meskipun aktingnya menuai pujian selangit dari kritikus, Gang Dong Won harus membayar mahal keberhasilan tersebut dengan kesehatan mentalnya. Melalui program You Quiz on the Block, ia mengaku mengalami mimpi buruk yang terus berulang selama hampir satu tahun penuh.

Aktor tampan ini bercerita bahwa ia sempat mengunjungi Rumah Tahanan Seoul untuk bertemu langsung dengan para terpidana mati demi riset peran. Interaksi intens tersebut rupanya membuat jiwanya terlalu tenggelam dalam penderitaan karakter yang ia mainkan.

Ia sering kali terbangun dalam kondisi terisak dan menangis sesenggukan karena bermimpi diseret menuju ruang eksekusi. Gang Dong Won merasa jalur emosi yang seharusnya tertutup justru terbuka lebar, hingga ia sempat terpikir untuk mencari bantuan psikiater profesional.

Seo Hyun Jin dan Perjuangan Melawan Alzheimer

Aktris berbakat Seo Hyun Jin juga mengalami pengalaman serupa saat membintangi film Cassiopeia pada tahun 2022 silam. Ia memerankan karakter Soo Jin, seorang pengacara sukses yang tiba-tiba kehilangan jati diri akibat penyakit Alzheimer.

Selama masa produksi, Seo Hyun Jin berusaha keras memahami penderitaan pasien kehilangan ingatan melalui riset mendalam. Karena situasi pandemi COVID-19, ia melakukan observasi terhadap penderita Alzheimer melalui panggilan video dan referensi dari kenalan pribadinya.

Metode ini ternyata memberikan efek pendalaman karakter aktor yang sangat kuat hingga ia sulit mengontrol emosi di kehidupan nyata. Seo Hyun Jin mengaku sering kali terbangun dari tidurnya dalam keadaan menangis tanpa alasan yang jelas.

Rasa takut dan kesedihan karakter Soo Jin seolah menyatu dengan jiwanya, membuat batas antara realitas dan akting menjadi kabur. Ia merasa benar-benar menjadi penderita Alzheimer yang ketakutan akan masa depan yang mulai memudar dari ingatannya.

Dampak Psikologis di Balik Layar Akting Ekstrem

Selain kedua nama di atas, banyak aktor Korea lain yang merasakan dampak psikologis akting ekstrem setelah menyelesaikan proyek yang gelap. Kim Nam Gil, misalnya, pernah merasakan kekosongan jiwa yang luar biasa setelah memerankan profiler kriminal dalam drama Through the Darkness.

Kondisi ini menunjukkan bahwa profesi aktor bukan sekadar tentang popularitas dan penampilan fisik yang menawan di depan kamera. Ada beban mental yang harus mereka pikul ketika mencoba memahami sisi tergelap dari kemanusiaan demi sebuah karya seni.

Industri hiburan Korea Selatan kini mulai lebih memperhatikan kesehatan mental para artisnya pasca-produksi film yang berat. Terapi psikologis dan masa istirahat yang cukup menjadi kunci agar para aktor bisa kembali ke kehidupan normal setelah “menjadi” orang lain dalam waktu lama.

Pengalaman para pemain film Korea menangis saat tidur ini menjadi pengingat bagi penonton bahwa setiap adegan emosional yang kita saksikan adalah hasil dari pengorbanan perasaan yang sangat nyata.