Uptodai.com - Peran Clift Sangra di film Suzzanna ternyata didapatkan melalui proses yang sama sekali tidak ia duga sebelumnya. Aktor senior ini menceritakan pengalamannya saat tiba-tiba diminta datang ke kantor Soraya Intercine Films tanpa penjelasan mendalam. Ia tidak menyangka bahwa kunjungan tersebut akan menjadi awal kembalinya ia ke layar lebar dalam proyek yang sangat emosional.

Sesampainya di lokasi, Clift tidak langsung berdiskusi mengenai kontrak atau naskah secara santai. Sebaliknya, ia justru langsung disodori skrip dan diminta untuk mengikuti sesi casting secara profesional di hadapan tim produksi. Hal ini tentu menjadi momen yang cukup mengejutkan bagi sang aktor kawakan.

Kejutan Casting di Kantor Soraya Intercine Films

Clift mengaku awalnya hanya diminta datang ke Jakarta oleh pihak rumah produksi tanpa diberi tahu tujuan spesifiknya. Ia tidak menaruh curiga atau membayangkan akan melewati proses seleksi peran lagi mengingat jam terbangnya yang sudah sangat tinggi di industri perfilman. Namun, aturan profesionalisme tetap berlaku bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam proyek besar ini.

“Awalnya saya itu dipanggil ke Jakarta, tapi tidak dikasih tahu untuk apa. Pokoknya disuruh datang ke kantor Soraya Film. Sampai di sana saya diserahkan skrip dan diminta naik ke lantai tiga untuk casting,” ujar Clift saat mengenang momen tersebut. Ia pun sempat tertegun karena harus membuktikan kemampuannya kembali di depan kamera casting.

Meskipun sudah membintangi puluhan judul film sepanjang kariernya, Clift tetap mengikuti prosedur tersebut dengan penuh dedikasi. Ia merasa tantangan ini adalah bagian dari tanggung jawab seorang aktor untuk menyesuaikan diri dengan visi sutradara dan produser. Proses ini sekaligus menjadi bukti bahwa kualitas akting tetap menjadi prioritas utama dalam produksi film terbaru ini.

Tantangan Berat Memerankan Karakter Ikonik Bisman

Rasa terkejut Clift semakin menjadi ketika mengetahui karakter yang harus ia mainkan adalah Bisman. Sosok Bisman merupakan karakter antagonis yang sangat melekat di ingatan para penggemar film horor klasik Indonesia. Karakter ini memiliki sejarah panjang dan menjadi salah satu pilar kekuatan dalam narasi film Suzzanna terdahulu.

Mendapatkan kepercayaan untuk menghidupkan kembali tokoh tersebut memberikan beban tersendiri bagi Clift Sangra. Ia menyadari bahwa ekspektasi penonton akan sangat tinggi terhadap karakter yang sudah dianggap ikonik tersebut. Keraguan bahkan sempat muncul di benaknya saat pertama kali membaca deskripsi peran yang akan ia mainkan.

“Sempat kaget juga, Bisman? Emang bisa saya? Karena Bisman itu sudah jadi ikon di film Santet sebelumnya. Saya sempat mikir, bisa nggak ya saya menghidupkan karakter itu,” katanya dengan jujur. Ketakutan akan kegagalan dalam membawakan karakter legendaris ini sempat menghantui pikirannya selama beberapa saat.

Dedikasi Total untuk Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa

Namun, keraguan tersebut justru berubah menjadi motivasi besar bagi Clift untuk memberikan performa terbaiknya. Ia mulai mendalami naskah dan mencoba mencari sisi baru dari karakter Bisman agar tetap relevan dengan penonton masa kini. Proses transformasi ini melibatkan riset mendalam dan diskusi intensif dengan tim kreatif film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.

Kehadiran Clift dalam film ini tentu memberikan warna tersendiri, mengingat hubungan emosionalnya yang sangat kuat dengan mendiang Suzzanna. Para penggemar pun sangat menantikan bagaimana ia akan mengeksekusi peran antagonis yang penuh dengan aura mistis tersebut. Film ini diharapkan mampu membangkitkan kembali kejayaan horor klasik dengan sentuhan modern yang lebih mencekam.

Kini, Clift Sangra siap membuktikan bahwa dirinya masih memiliki taji di dunia akting melalui karakter yang menantang ini. Perjalanan panjang dari sebuah panggilan telepon misterius hingga mendapatkan peran besar menjadi cerita menarik di balik layar. Penonton dapat segera menyaksikan hasil kerja kerasnya saat film ini resmi menyapa layar bioskop tanah air.