Uptodai.com - Musisi legendaris sekaligus pentolan The Beatles, Paul McCartney, baru saja mengejutkan publik dengan membagikan daftar film favorit Paul McCartney di Letterboxd. Platform media sosial yang populer di kalangan pecinta film tersebut kini menjadi wadah baru bagi sang bintang untuk membagikan selera sinematiknya secara terbuka.

Keputusan McCartney bergabung dengan Letterboxd terungkap dalam sebuah sesi wawancara mendalam melalui situs resminya. Pria berusia 83 tahun ini mengaku lebih menikmati menonton film layar lebar atau dokumenter berdurasi pendek daripada harus menghabiskan waktu mengikuti serial televisi yang panjang. Salah satu karya yang sangat membekas di hatinya adalah film dokumenter berjudul Cow (2021) karya sutradara Andrea Arnold.

McCartney menyebut bahwa film yang menceritakan kehidupan sehari-hari seekor sapi perah tersebut terasa sangat emosional dan artistik. Ia bahkan teringat pada mendiang istrinya, Linda McCartney, yang memiliki lagu dengan judul serupa dan memiliki pesan yang sama kuatnya. Kecintaan McCartney pada detail kehidupan nyata inilah yang membuatnya sering mencari referensi film unik melalui aplikasi tersebut.

Daftar Top 4 Film Pilihan Paul McCartney

Sebagai bagian dari tradisi pengguna Letterboxd, McCartney membagikan empat judul film yang paling ia sukai sepanjang masa. Pilihan pertamanya jatuh pada film klasik tahun 1956 berjudul The Girl Can’t Help It. Film ini memiliki sejarah panjang bagi karier musiknya karena menjadi salah satu inspirasi awal bagi para personel The Beatles saat masih muda.

Selanjutnya, McCartney memilih mahakarya sutradara Elia Kazan yang dibintangi oleh Marlon Brando, yakni On the Waterfront. Ia memuji akting Brando yang luar biasa dan menganggap film tersebut sebagai sebuah karya yang fantastis secara visual maupun narasi. Pilihan ini menunjukkan bahwa McCartney sangat menghargai kualitas akting dari era emas Hollywood.

Kejutan muncul saat ia menyebutkan film horor psikologis modern karya Jordan Peele, Get Out, sebagai salah satu favoritnya. McCartney mengaku sangat terkesan dengan cara Peele mengemas isu sosial ke dalam ketegangan yang mencekam. Sebagai penutup daftar empat besarnya, ia memilih The Last Waltz, sebuah dokumenter konser legendaris yang menurutnya sangat sempurna untuk melengkapi koleksi favoritnya.

Cerita di Balik Dokumenter Man On The Run

Selain membagikan film favorit, McCartney juga sedikit bercerita mengenai proyek film dokumenter terbarunya yang bertajuk Paul McCartney: Man On The Run. Film yang dirilis pada tahun 2025 ini merangkum perjalanan hidupnya setelah bubarnya The Beatles hingga masa keemasan bersama grup Wings. Menonton film ini membuatnya merasa seperti melihat potongan-potongan masa lalu yang kembali hidup di depan mata.

McCartney mengungkapkan bahwa dokumenter ini mengandung banyak muatan emosional, terutama karena menampilkan banyak rekaman langka bersama Linda McCartney. Baginya, melihat kembali momen-momen tersebut memberikan kebahagiaan tersendiri bagi dirinya dan anak-anaknya. Namun, ada satu momen unik yang hampir saja ia minta untuk dihapus dari hasil akhir film tersebut.

Sutradara Morgan Neville sempat memasukkan adegan saat McCartney menyanyikan lagu “Mary Had A Little Lamb” dengan hiasan hidung merah di wajahnya. Awalnya, McCartney merasa adegan itu terlalu memalukan dan meminta sutradara untuk menghilangkannya. Namun, Neville berhasil meyakinkan sang legenda bahwa momen tersebut sangat penting untuk menunjukkan sisi manusiawi dan keceriaan seorang Paul McCartney di balik panggung besar.