Uptodai.com - Warga Florida Selatan baru-baru ini dikejutkan oleh fenomena iguana beku Florida yang tak lazim. Bukan tetesan hujan atau salju, melainkan puluhan reptil hijau yang tiba-tiba berjatuhan dari pepohonan layaknya buah yang terlalu matang.

Peristiwa aneh ini terjadi menyusul gelombang dingin ekstrem yang melanda wilayah tersebut selama akhir pekan. Pemandangan ini sontak membuat geger, sebab iguana-iguana tersebut tampak kaku, lumpuh, dan tergeletak tak berdaya di tanah.

Suhu Dingin Ekstrem Melumpuhkan Reptil

Florida Selatan, wilayah yang identik dengan matahari, pantai, dan cuaca hangat, mengalami penurunan suhu yang sangat drastis. Kota-kota besar seperti Miami mencatat suhu ekstrem di kisaran 1 hingga 3 derajat Celsius.

Perubahan iklim mendadak ini jauh di bawah batas toleransi normal bagi spesies invasif seperti iguana hijau. Badan Layanan Cuaca Nasional (National Weather Service) bahkan harus mengeluarkan peringatan cuaca buruk yang menekankan potensi bahaya hipotermia jika terpapar suhu dingin dalam jangka waktu lama.

Ketika suhu udara anjlok, orang-orang memilih berdiam di dalam ruangan, tetapi di luar, iguana-iguana mulai berjatuhan. Beberapa video yang beredar di media sosial menunjukkan reptil tersebut terkejut dan benar-benar lumpuh, tergeletak di trotoar dan halaman rumah.

Penyebab Iguana Jatuh dari Pohon

Meskipun terlihat mengkhawatirkan bagi para pejalan kaki yang melintas di bawah pohon, para ahli biologi segera memastikan bahwa hewan-hewan ini sebenarnya tidak mati. Kondisi ini merupakan respons biologis alami dari reptil berdarah dingin.

Iguana merupakan hewan poikilotermik, yang berarti suhu tubuh mereka sepenuhnya bergantung pada suhu lingkungan. Begitu suhu udara turun hingga mendekati 1 derajat Celsius, metabolisme tubuh iguana akan melambat secara drastis.

Kondisi ini menyebabkan reptil tersebut mengalami syok termal, yang dikenal sebagai keadaan torpor. Torpor membuat mereka kehilangan kemampuan untuk bergerak dan berpegangan pada dahan pohon. Akibatnya, mereka jatuh ke tanah dalam kondisi “mati suri” atau lumpuh total karena kedinginan.

Iguana Akan “Mencair” Kembali

Kabar baiknya, kondisi lumpuh ini hanya bersifat sementara. Para ahli memprediksi bahwa begitu suhu menghangat dan sinar matahari muncul, iguana akan mulai “mencair” dan kembali aktif. Namun, sampai tubuh iguana mencair sepenuhnya, mereka berada dalam posisi yang sangat rentan.

Selama masa kelumpuhan, mereka tidak dapat membela diri dan mudah menjadi mangsa bagi hewan lain. Oleh karena itu, warga diimbau untuk tidak mengganggu atau memindahkan reptil tersebut secara sembarangan.

Iguana hijau sendiri dikenal sebagai spesies invasif yang menimbulkan masalah ekologis signifikan di Florida. Mereka merusak tanaman, menggali liang di sepanjang kanal, dan merusak infrastruktur. Biasanya, warga memerlukan izin khusus dari Komisi Konservasi Ikan dan Satwa Liar Florida (FWC) untuk memindahkan reptil ini dari alam liar.

Menanggapi fenomena unik ini, FWC mengeluarkan perintah eksekutif khusus. Perintah tersebut mengizinkan masyarakat untuk memindahkan iguana beku yang masih hidup tanpa memerlukan izin resmi. Namun, pemindahan tersebut harus bertujuan untuk membawa reptil yang kedinginan ke salah satu kantor FWC terdekat untuk penanganan yang tepat, bukan untuk dipelihara.