Uptodai.com - Transformasi menjadi manusia merupakan skenario terburuk yang sangat dihindari oleh Eun Ho (Kim Hye Yoon) dalam drama Korea fantasi, No Tail To Tell. Kenyamanan dan kekuatan supranatural yang selama ini ia nikmati sebagai rubah ekor sembilan (Gumiho) seketika sirna ketika ia terpaksa berubah wujud. Perubahan drastis ini menjadi titik balik penting dalam alur cerita, sebab ada 4 Karakter diuntungkan saat Eun Ho manusia.

Eun Ho memiliki alasan kuat mengapa ia enggan menjadi manusia. Ia menyaksikan bahwa manusia cenderung berumur pendek, rentan terhadap kemalangan, dan tidak memiliki perlindungan supranatural. Meskipun demikian, hilangnya kekuatan Eun Ho justru menciptakan peluang emas bagi beberapa tokoh lain yang selama ini berada di bawah bayang-bayangnya atau memiliki ambisi tersembunyi.

Hyeon Woo Seok: Mendapatkan Takdir Cemerlang

Hyeon Woo Seok adalah teman dekat dari Kang Si Yeol (Lomon), klien utama Eun Ho. Kang Si Yeol awalnya mengajukan permintaan kepada Eun Ho untuk membantu Woo Seok yang hidupnya sangat kontras dan sulit dibandingkan dirinya.

Eun Ho, dengan cara yang tak terduga, mengabulkan permintaan tersebut dengan menukar takdir dan kehidupan Kang Si Yeol dengan Hyeon Woo Seok. Tiba-tiba, Woo Seok mendapatkan karier cemerlang dan stabilitas ekonomi yang selama ini dipegang oleh Si Yeol.

Awalnya, Hyeon Woo Seok hanya meminta agar pertukaran ini berlangsung singkat, mungkin hanya satu minggu atau satu bulan, karena ia merasa kasihan melihat ayahnya kembali ke kehidupan yang melarat. Namun, keadaan berubah total ketika Eun Ho kehilangan kekuatan Gumiho-nya dan menjadi manusia biasa.

Karena Eun Ho tidak bisa lagi membatalkan sihir pertukaran takdir tersebut, kehidupan Kang Si Yeol dan Hyeon Woo Seok akan tetap seperti adanya. Tentu saja, Hyeon Woo Seok menjadi pihak yang paling diuntungkan karena ia kini dapat menikmati kekayaan dan kesuksesan sepanjang sisa hidupnya, sebuah keberuntungan yang datang dari kemalangan Eun Ho.

Palmiho: Peluang Menjadi Manusia Seutuhnya

Palmiho adalah rubah ekor delapan yang memiliki ambisi besar untuk segera menjadi manusia. Karakter ini sangat mirip dengan Lee Si Woo, teman Gumiho Eun Ho di masa lalu. Palmiho belum sepenuhnya menjadi Gumiho karena kekuatan supranaturalnya masih sangat minim.

Tokoh ini juga mendapatkan keuntungan besar dari kondisi Eun Ho yang melemah. Salah seorang dewa yang mengunjunginya memberikan kabar penting: Palmiho memiliki kesempatan untuk menukar takdirnya dengan Eun Ho. Dengan kata lain, Palmiho bisa segera berubah menjadi manusia, menggantikan posisi Eun Ho.

Sementara itu, Eun Ho akan kembali menjadi Gumiho, mengambil alih posisi Palmiho. Eun Ho bahkan berusaha berbuat kebajikan dengan membawa manik rubah milik Palmiho. Hal ini dilakukan agar Palmiho bisa mempercepat proses transformasinya menjadi Gumiho seutuhnya, sebelum akhirnya menjadi manusia.

Jang Do Cheol: Melemahnya Target Utama

Jang Do Cheol adalah seorang manusia yang berprofesi sebagai dukun, namun ia memanfaatkan kekuatan spiritualnya untuk tujuan jahat. Ia dikenal sebagai pemburu Gumiho yang sangat berbahaya. Dengan belati sakti sajin di tangannya, ia secara aktif memburu dan membunuh Gumiho yang tersisa.

Fakta bahwa Eun Ho, salah satu Gumiho terkuat dan paling dicari, kini menjadi manusia biasa merupakan keuntungan strategis bagi Do Cheol. Meskipun Eun Ho bukan lagi target langsung yang harus diburu, melemahnya Gumiho sekelas Eun Ho secara signifikan mengurangi ancaman terhadapnya.

Selain itu, hilangnya kekuatan Eun Ho menciptakan kekacauan dalam dunia supranatural, yang justru memudahkan Do Cheol untuk melaksanakan agenda jahatnya tanpa perlawanan berarti. Ia dapat fokus pada Gumiho lain yang lebih lemah atau memanfaatkan situasi untuk meningkatkan kekuatannya sendiri.

Dewa yang Mengatur Takdir

Meskipun tidak secara langsung diuntungkan dalam hal kekayaan atau kekuatan, Dewa yang muncul dalam cerita juga mendapatkan keuntungan dari perubahan takdir Eun Ho. Para Dewa ini adalah pengatur keseimbangan alam semesta, dan kekacauan yang terjadi akibat perubahan takdir adalah bagian dari permainan mereka.

Ketika Eun Ho menjadi manusia, ini membuka peluang bagi Dewa untuk mengintervensi lebih jauh, seperti yang mereka lakukan saat menawarkan pertukaran takdir kepada Palmiho. Peristiwa ini memungkinkan mereka untuk menguji moralitas karakter, mengatur ulang garis takdir, dan memastikan bahwa setiap makhluk, baik manusia maupun Gumiho, berada di tempat yang seharusnya menurut rencana kosmik mereka.

Singkatnya, kondisi Eun Ho yang melemah bukan hanya menjadi tragedi pribadi, tetapi juga menjadi katalisator yang menggerakkan plot utama. Ini membuktikan bahwa dalam dunia fantasi No Tail To Tell, kemalangan satu pihak sering kali menjadi keberuntungan bagi pihak lainnya.