Uptodai.com - Banyak orang mencari rahasia sukses miliarder dunia, namun kisah inspiratif David Steward membuktikan bahwa keteguhan mental spiritual jauh lebih berharga daripada sekadar modal materi.

Pengusaha asal Missouri, Amerika Serikat ini berhasil membangun imperium bisnis teknologi raksasa hingga mengantongi kekayaan mencapai Rp 208 triliun. Menariknya, ia mengaku rahasia kesuksesannya berasal dari teladan Nabi Nuh dalam menghadapi cemoohan orang lain.

Kisah Inspiratif David Steward dan Filosofi Bahtera Nabi Nuh

Berdasarkan data terbaru dari Forbes, kekayaan bersih David Steward kini menyentuh angka fantastis sebesar US$ 12,4 miliar atau setara Rp 208 triliun. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu orang kulit hitam terkaya di dunia. Namun, pencapaian luar biasa ini tidak ia dapatkan dengan mudah atau instan.

Steward kerap menceritakan bagaimana kisah Nabi Nuh yang membangun bahtera besar di tengah daratan kering menjadi kompas hidupnya. Saat itu, Nabi Nuh mendapatkan perintah dari Tuhan untuk mempersiapkan diri menghadapi air bah raksasa yang akan menenggelamkan bumi. Meskipun tidak ada tanda-tanda hujan, sang nabi tetap bekerja dengan tekun demi menyelamatkan pengikutnya.

Selama proses pembuatan kapal raksasa tersebut, masyarakat sekitar terus melontarkan ejekan dan menganggap tindakan itu sangat konyol. Namun, keteguhan hati Nabi Nuh terbukti menyelamatkan umat manusia dan makhluk hidup lainnya ketika banjir bandang akhirnya benar-benar datang melanda. Filosofi ketahanan mental inilah yang kemudian diadopsi penuh oleh Steward saat merintis karier bisnisnya.

Menghadapi Diskriminasi dan Cemoohan Sejak Kecil

Lahir pada 2 Juli 1951, masa kecil Steward berjalan penuh dengan tantangan berat akibat sistem segregasi rasial di Amerika Serikat. Sebagai warga kulit hitam, ia sering kali menerima perlakuan diskriminatif dan hidup dalam kemiskinan yang mencekik. Lingkungan sosial kala itu terus mendikte bahwa dirinya tidak akan pernah bisa menjadi orang sukses.

Ketika ia memutuskan untuk keluar dari zona nyaman sebagai karyawan kantoran pada era 1990-an, banyak orang meragukan keputusannya. Ia berniat mendirikan World Wide Technology (WWT), sebuah perusahaan penyedia layanan teknologi komputer untuk korporasi besar. Pada masa itu, industri internet dan teknologi informasi masih sangat asing bagi masyarakat umum.

Sama seperti Nabi Nuh yang diejek karena membuat perahu besar, Steward juga dianggap aneh karena menawarkan solusi teknologi yang belum populer. Banyak kerabat dekatnya menganggap ide bisnis tersebut sebagai langkah bunuh diri finansial. Meskipun demikian, keyakinannya terhadap masa depan dunia digital tidak pernah goyah sedikit pun.

Keberhasilan World Wide Technology Menembus Pasar Global

Keyakinan kuat Steward akhirnya membuahkan hasil manis ketika gelombang era internet mulai meledak di seluruh penjuru dunia. Perusahaan WWT miliknya tumbuh menjadi salah satu penyedia infrastruktur digital terbesar yang melayani berbagai perusahaan global dan instansi pemerintah Amerika Serikat. Visi masa depan yang sempat dicemooh kini terbukti menjadi penyelamat finansial bagi dirinya.

Perjalanan jatuh bangun selama puluhan tahun ia lalui dengan memegang teguh prinsip untuk mengabaikan suara-suara negatif di sekitarnya. Baginya, kritik destruktif dari orang lain hanyalah ujian sementara yang harus dilewati sebelum mencapai kesuksesan sejati. Ia percaya bahwa fokus pada tujuan utama adalah kunci mutlak untuk bertahan di tengah badai persaingan bisnis.

Kini, lewat kisah hidupnya, Steward ingin menginspirasi generasi muda agar tidak takut bermimpi besar meskipun harus memulai dari titik terendah. Ia membuktikan bahwa kombinasi antara kerja keras, visi masa depan, dan keteguhan spiritual mampu mengubah nasib seseorang secara drastis. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa pelajaran masa lalu tetap relevan untuk menaklukkan tantangan modern.