Klarifikasi SPPG Sindang Sari MBG soal Kepsek Lampung Sebut Makanan Busuk
Uptodai.com - Video Kepala Sekolah Dasar (SD) di Lampung Utara yang meluapkan kekecewaannya terkait dugaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak konsumsi menjadi perbincangan hangat. Menanggapi polemik yang semakin meluas, pihak penyedia jasa pangan, SPPG Sindang Sari, akhirnya buka suara memberikan Klarifikasi SPPG Sindang Sari MBG terkait tuduhan tersebut.
Kegeraman sang Kepala Sekolah, Ida Yulia Mega dari SDN 3 Sindang Sari, terekam jelas saat ia menunjukkan beberapa item makanan yang diklaimnya busuk, termasuk buah-buahan yang sudah berlendir. Ida Yulia Mega dalam video tersebut mendesak agar pihak penyedia tidak lagi mengirimkan bahan makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi. Situasi ini semakin disorot publik setelah adanya laporan kesehatan dari sejumlah siswa.
Bantahan Keras dari SPPG Sindang Sari
Kepala SPPG Sindang Sari, Abib Saputra, menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial telah menimbulkan kegaduhan dan berdampak negatif pada persepsi publik terhadap program MBG, khususnya di Provinsi Lampung. Ia secara tegas membantah klaim yang menyebut menu MBG pada Senin, 12 Januari, tidak layak konsumsi. Abib menekankan bahwa tuduhan tersebut tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan saat pendistribusian.
Dalam keterangan resminya, Abib Saputra menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan hingga pendistribusian makanan telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Pihaknya menjamin bahwa kualitas bahan baku yang digunakan telah melalui proses pemilihan yang ketat sebelum diolah menjadi hidangan siap saji. Klaim mengenai makanan busuk atau berlendir, menurutnya, tidak berdasar.
Protokol Ketat Distribusi Makanan Bergizi Gratis
Abib menjelaskan, SOP yang mereka terapkan mencakup pemilihan bahan baku yang segar, proses memasak yang higienis, hingga pengemasan porsi yang dilakukan secara teliti sebelum dikirim ke sekolah-sekolah penerima. Prosedur ini bertujuan untuk meminimalisir risiko penurunan kualitas makanan selama proses pengiriman.
Menu yang disalurkan pada hari kejadian terdiri dari nasi putih, telur ceplok asam manis, tumis buncis dan wortel, tempe bacem, serta buah anggur sebagai pelengkap. Distribusi makanan dilakukan tepat waktu, yakni sekitar pukul 09.00 WIB, memastikan hidangan tiba dalam kondisi prima untuk segera disantap oleh para siswa di jam istirahat pertama.
Respons Cepat terhadap Keluhan Kesehatan Siswa
Kasus ini semakin disorot setelah dilaporkan bahwa 11 siswa SDN 3 Sindang Sari mengalami keluhan kesehatan berupa mual, pusing, hingga muntah-muntah usai menyantap menu tersebut. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, membenarkan adanya laporan mengenai keluhan kesehatan para siswa yang wajahnya sempat terlihat pucat.
Pihak SPPG mengaku langsung mengambil langkah responsif begitu mendengar kabar tersebut. Mereka segera berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait untuk memastikan penanganan medis yang cepat bagi para pelajar. Syukurnya, para siswa dilaporkan sudah kembali ke rumah masing-masing setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.
Guna menindaklanjuti dugaan Makanan Bergizi Gratis basi atau busuk, SPPG Sindang Sari juga telah menjalin komunikasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara. Kolaborasi ini sangat penting untuk melakukan pemeriksaan sampel makanan secara independen dan menyeluruh. Hasil uji laboratorium dari sampel makanan tersebut sangat krusial untuk menentukan apakah keluhan siswa benar-benar disebabkan oleh kualitas makanan atau faktor lain yang mungkin terjadi di luar kendali SPPG.