Lula Lahfah Mengaku Sakit GERD: Kenali Gejala dan Pengobatan GERD
Uptodai.com - Kabar kurang menyenangkan datang dari selebgram dan aktris muda, Lula Lahfah, yang sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Berdasarkan pengakuan pribadinya, salah satu diagnosis yang ia hadapi adalah GERD. Penting bagi masyarakat untuk mengenali lebih jauh gejala dan pengobatan GERD yang sering dianggap remeh ini.
Kondisi kesehatan Lula Lahfah ini sempat menjadi perhatian publik. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan bahwa kondisi kesehatan sang selebgram memang sedang tidak prima ketika ia sempat menjadi perbincangan.
Deretan Penyakit yang Diderita Lula Lahfah
Melalui sejumlah unggahan di media sosial pribadinya pada awal Januari 2026, Lula Lahfah secara terbuka membagikan perjuangannya melawan penyakit. Perempuan berusia 26 tahun itu dirawat karena kombinasi beberapa masalah kesehatan yang kompleks.
Ia menyebutkan bahwa dirinya didiagnosis mengalami infeksi saluran kemih, usus bengkak radang, dan batu ginjal. Selain itu, kondisi refluks asam lambung kronis atau GERD juga turut memperburuk keadaannya saat itu.
Mengenal Lebih Dekat Gejala dan Pengobatan GERD
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi ketika asam lambung berulang kali naik kembali ke kerongkongan (esofagus). Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIH) Amerika Serikat, GERD berbeda dengan refluks gastroesofagus (GER) biasa karena sifatnya yang kronis dan berulang.
Penyakit ini terjadi ketika katup otot yang menghubungkan kerongkongan dan lambung (sfingter esofagus bawah) melemah atau tidak menutup dengan benar. Akibatnya, cairan asam lambung dapat kembali naik ke atas.
Tanda-Tanda dan Gejala Khas GERD yang Perlu Diwaspadai
Gejala yang paling umum dirasakan penderita GERD adalah mulas (heartburn), yakni rasa nyeri dan sensasi terbakar yang muncul di bagian tengah dada. Sensasi panas ini biasanya menjalar dari ulu hati, belakang tulang dada, hingga ke arah tenggorokan.
Selain mulas, penderita juga sering mengalami regurgitasi. Regurgitasi adalah kondisi ketika isi perut atau asam lambung kembali naik melalui kerongkongan dan masuk ke tenggorokan atau mulut. Hal ini menyebabkan penderita merasakan rasa asam atau pahit yang kuat di mulut.
Meskipun demikian, tidak semua orang dewasa yang mengidap GERD selalu merasakan nyeri ulu hati yang ekstrem. Gejala lain yang bisa muncul meliputi nyeri dada yang tidak terkait jantung, mual, serta kesulitan atau nyeri saat menelan (disfagia).
Komplikasi GERD yang berkelanjutan juga dapat menimbulkan gejala pada mulut, tenggorokan, atau paru-paru. Contohnya adalah batuk kronis yang tidak kunjung sembuh atau suara serak yang terus-menerus.
Faktor Risiko Penyebab Sakit GERD
Ada beberapa faktor risiko yang signifikan meningkatkan peluang seseorang terkena atau memperburuk kondisi GERD. Salah satu faktor utama adalah kelebihan berat badan atau kondisi obesitas, yang memberikan tekanan berlebih pada area perut.
Kehamilan juga menjadi salah satu faktor pemicu GERD sementara karena perubahan hormon dan tekanan fisik dari janin. Selain itu, kebiasaan merokok atau sering terpapar asap rokok (perokok pasif) juga terbukti memperburuk kondisi refluks asam lambung.
Selain gaya hidup, beberapa jenis obat-obatan tertentu dapat memicu atau memperparah penyebab sakit GERD. Contohnya termasuk benzodiazepin (obat penenang), penghambat saluran kalsium (untuk mengobati tekanan darah tinggi), obat asma, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan beberapa jenis antidepresan.
Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis dan Pengobatan GERD?
Jika Anda merasakan gejala-gejala di atas dan tanda-tanda tersebut tidak membaik dengan obat-obatan bebas, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Ada beberapa tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis darurat.
Segeralah berobat jika Anda merasakan nyeri dada yang hebat, kehilangan nafsu makan secara tiba-tiba, atau mengalami muntah terus-menerus. Kesulitan menelan atau nyeri saat menelan yang semakin parah juga harus menjadi perhatian serius.
Waspadai juga tanda-tanda perdarahan di saluran pencernaan. Ini dapat terlihat dari muntah yang mengandung darah atau tampak seperti ampas kopi, serta tinja yang mengandung darah atau terlihat hitam dan keras. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan juga merupakan indikasi perlunya pemeriksaan medis mendalam.
Penanganan dan pengobatan GERD yang tepat biasanya melibatkan kombinasi perubahan gaya hidup dan penggunaan obat-obatan untuk mengurangi produksi asam lambung. Mengubah pola makan, menghindari makanan pemicu, dan tidak langsung berbaring setelah makan adalah langkah awal yang krusial.