Atasi Kemacetan Pelabuhan Gilimanuk, ASDP Tambah Armada Kapal
Uptodai.com - Kemacetan Pelabuhan Gilimanuk yang sempat mengular hingga belasan kilometer kini mulai mendapatkan penanganan serius dari pihak otoritas penyeberangan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi menambah armada kapal untuk mengurai kepadatan kendaraan yang hendak menyeberang dari Bali menuju Jawa.
Langkah taktis ini diambil guna meningkatkan kapasitas angkut sekaligus mempercepat proses bongkar muat di dermaga. Kehadiran tambahan armada tersebut diharapkan mampu menekan waktu tunggu pengguna jasa yang terjebak dalam antrean panjang sejak beberapa hari terakhir.
ASDP Kerahkan KMP Prima Nusantara Perkuat Layanan
Manajemen ASDP memutuskan untuk mengoperasikan KMP Prima Nusantara sebagai langkah konkret menghadapi lonjakan pemudik. Kapal ini memiliki spesifikasi yang mampu mengangkut volume kendaraan dalam jumlah besar dalam sekali perjalanan. Fokus utama perusahaan saat ini adalah menstabilkan kembali layanan penyeberangan di lintasan tersibuk tersebut.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menyatakan bahwa seluruh sumber daya di lapangan kini bekerja ekstra keras. Pihaknya terus mengoptimalkan pola operasi kapal agar siklus penyeberangan berjalan lebih dinamis. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada penumpukan kendaraan yang tertahan terlalu lama di area kantong parkir.
“Pengerahan KMP Prima Nusantara merupakan langkah nyata kami untuk meningkatkan kapasitas layanan. Kami juga mengatur ulang jadwal keberangkatan agar proses penyeberangan berjalan lebih cepat dan antrean dapat segera terurai,” ujar Yossianis dalam keterangan resminya.
Lonjakan Kendaraan Roda Dua Mendominasi Arus Mudik
Berdasarkan data terbaru dari Posko Gilimanuk, volume kendaraan yang melintas pada H-4 Lebaran memang menunjukkan tren peningkatan. Dalam kurun waktu 24 jam saja, tercatat sebanyak 25.105 unit kendaraan telah menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 1,6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Peningkatan paling signifikan terlihat pada sektor kendaraan roda dua yang mencapai 16.909 unit atau naik sekitar 7,2 persen. Sementara itu, kendaraan roda empat pribadi tercatat sebanyak 6.016 unit, disusul oleh truk logistik sebanyak 1.586 unit, dan bus penumpang sebanyak 594 unit. Total perjalanan kapal yang dikerahkan untuk melayani arus ini mencapai 243 trip dalam sehari.
Secara kumulatif, pergerakan orang dari Bali menuju Jawa sejak H-10 hingga H-4 telah menembus angka 383.398 penumpang. Pertumbuhan total kendaraan secara keseluruhan naik 2,6 persen dibandingkan tahun lalu dengan total 122.892 unit. Statistik ini membuktikan bahwa minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik tetap tinggi meski di tengah tantangan cuaca dan kepadatan lalu lintas.
Kondisi Antrean di Desa Melaya Mulai Membaik
Pantauan di lapangan pada Rabu pagi menunjukkan titik kemacetan Pelabuhan Gilimanuk masih menyentuh wilayah Desa Melaya. Antrean kendaraan sempat mengular hingga sepanjang 11 kilometer dari pintu masuk pelabuhan utama. Namun, seiring dengan penambahan kapal dan pengaturan arus yang lebih terstruktur, ekor antrean mulai bergerak maju secara perlahan.
Petugas kepolisian bersama personel ASDP terus melakukan penyekatan di beberapa titik untuk mengatur aliran kendaraan masuk ke pelabuhan. Pola buka-tutup diterapkan secara situasional guna menghindari kemacetan total di jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Pengguna jasa diimbau untuk tetap bersabar dan memastikan telah memiliki tiket cadangan secara daring melalui aplikasi resmi.
Dengan beroperasinya armada tambahan secara penuh, ASDP optimis kondisi di Gilimanuk akan kembali normal dalam waktu dekat. Perusahaan berkomitmen untuk terus memantau dinamika di lapangan dan siap melakukan penyesuaian strategi jika terjadi lonjakan arus susulan. Keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam operasional penyeberangan antar pulau ini.