Uptodai.com - Penonton setia drakor tentu penasaran dengan makna impaksi gigi bungsu Cha Se Gye dalam serial populer My Royal Nemesis. Drama fantasi romantis ini memang selalu berhasil memikat hati pemirsa dengan alur ceritanya yang penuh teka-teki. Karakter yang diperankan oleh Heo Nam Joon ini tiba-tiba mengalami rasa sakit luar biasa pada area mulutnya setelah memakan permen pemberian sang kekasih. Kejadian tak terduga ini ternyata bukan sekadar bumbu komedi biasa, melainkan sebuah metafora mendalam yang disiapkan oleh penulis naskah Kang Hyun Joo.

Secara medis, impaksi gigi bungsu terjadi ketika gigi geraham ketiga tidak memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh secara normal. Kondisi ini sering kali menyebabkan rasa nyeri yang hebat, pembengkakan, hingga pendarahan pada gusi pasien. Dalam drama ini, rasa sakit fisik yang dialami oleh Cha Se Gye digambarkan dengan sangat dramatis hingga ia harus segera menjalani tindakan operasi. Penulis naskah secara cerdas menggunakan penderitaan fisik ini untuk menggambarkan rasa sakit emosional yang terpendam.

Filosofi Gigi Cinta dalam Budaya Korea

Di Korea Selatan, gigi bungsu dikenal dengan istilah “sarangni” yang secara harfiah berarti gigi cinta. Istilah ini muncul karena gigi tersebut biasanya tumbuh pada masa transisi dari remaja menuju kedewasaan, yakni fase di mana seseorang mulai mengenal cinta pertama. Sayangnya, pertumbuhan gigi ini sering kali diiringi dengan rasa sakit yang luar biasa dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, masyarakat setempat sering menganalogikan rasa sakit gigi bungsu dengan kepedihan akibat patah hati pertama kali.

Hubungan romantis antara Cha Se Gye dan Shin Seo Ri (Lim Ji Yeon) sendiri sebenarnya menyimpan rahasia masa lalu yang sangat kelam. Jiwa yang berada di dalam tubuh Shin Seo Ri saat ini adalah Kang Dan Sim, seorang perempuan yang melakukan perjalanan waktu dari era Dinasti Joseon. Sementara itu, Cha Se Gye merupakan reinkarnasi dari Pangeran Lee Hyeon, sosok pria yang menjadi cinta pertama Kang Dan Sim di masa lampau. Takdir mereka kembali dipertemukan di era modern, namun bayang-bayang tragedi masa lalu masih terus menghantui hubungan mereka.

Tragedi Masa Lalu yang Belum Terselesaikan

Kisah cinta tragis antara Pangeran Lee Hyeon dan Kang Dan Sim pada masa Joseon disebabkan oleh kelicikan Raja Anjong yang diperankan oleh Jang Seung Jo. Sang raja dengan kejam memanfaatkan posisi lemah Kang Dan Sim sebagai dayang istana untuk memberikan kesaksian palsu yang menjatuhkan pangeran. Akibat pengkhianatan paksa tersebut, hubungan romantis mereka harus berakhir dengan penuh air mata dan penderitaan yang mendalam. Rasa sakit akibat pengkhianatan masa lalu inilah yang kini termanifestasi melalui impaksi gigi bungsu yang diderita oleh Cha Se Gye.

Pesan Tersirat dalam Judul Episode 9

Metafora ini semakin diperkuat melalui judul episode 9 drakor My Royal Nemesis yang menggunakan frasa “gigi bungsu pertama”. Menariknya, tim penerjemah internasional justru mengartikan judul tersebut dengan kalimat puitis “Itulah cinta pertama…”. Hal ini seolah menegaskan bahwa cinta pertama mereka tidak akan pernah berjalan mudah dan harus melewati proses “pembedahan” emosional yang menyakitkan terlebih dahulu. Penonton pun kini berspekulasi apakah akhir kisah cinta reinkarnasi ini akan berakhir bahagia atau justru kembali mengulang tragedi memilukan.