Xi Jinping Datang, Korut Tegaskan Status Nuklir Harga Mati
Uptodai.com - Pemerintah Pyongyang menegaskan bahwa status nuklir Korea Utara kini sudah menjadi harga mati dan tidak akan pernah menjadi bahan negosiasi diplomatik dengan pihak manapun. Pernyataan keras ini disampaikan langsung oleh Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin tertinggi Kim Jong Un, hanya sehari sebelum kunjungan resmi Presiden China Xi Jinping. Langkah diplomasi tingkat tinggi ini menjadi momentum krusial bagi kedua negara sekutu untuk menyelaraskan posisi strategis mereka di kawasan Asia Timur.
Melalui kantor berita resmi KCNA, Kim Yo Jong menyatakan dengan tegas bahwa kepemilikan senjata pemusnah massal tersebut merupakan hak kedaulatan mutlak. Ia memperingatkan bahwa negaranya tidak akan menoleransi ancaman sekecil apa pun terhadap kedaulatan nasional mereka. Posisi ini memperjelas bahwa Pyongyang tidak berniat melakukan denuklirisasi demi mendapatkan pelonggaran sanksi ekonomi.
Dinamika Aliansi Beijing dan Pyongyang
Kunjungan Presiden Xi Jinping ke Pyongyang kali ini dipandang sebagai upaya mempererat hubungan bilateral di tengah tekanan global yang kian meningkat. China selama ini bertindak sebagai mitra dagang terbesar sekaligus pelindung diplomatik utama bagi Korea Utara di panggung Dewan Keamanan PBB. Meskipun Beijing mendukung beberapa sanksi internasional untuk membatasi uji coba rudal, mereka tetap menjaga stabilitas ekonomi tetangganya agar tidak runtuh.
Sikap keras Pyongyang sebenarnya bukan hal baru, terutama setelah mereka memasukkan status negara nuklir ke dalam konstitusi negara pada tahun 2023 lalu. Langkah konstitusional tersebut secara hukum menutup pintu bagi segala bentuk perundingan pelucutan senjata di masa depan. Di sisi lain, ketegangan di Semenanjung Korea terus memanas akibat latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan yang rutin digelar.
Pesan Tegas untuk Dunia Internasional
Pernyataan Kim Yo Jong ini juga mengirimkan pesan tidak langsung kepada Washington dan sekutunya bahwa tekanan militer tidak akan mempan. Korea Utara justru semakin gencar mengembangkan teknologi rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu menjangkau daratan Amerika. Dengan dukungan tersirat dari China, Pyongyang merasa memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat di kancah geopolitik global saat ini.