Suka Main Golf? Jangan Biarkan Nyeri Sendi Saat Main Golf Jadi Cedera
Uptodai.com - Bermain golf sering dianggap sebagai olahraga santai, namun bagi para pegolf yang kembali aktif setelah jeda panjang, risiko mengalami nyeri sendi saat main golf justru meningkat drastis. Peningkatan intensitas bermain yang terburu-buru, tanpa persiapan otot dan sendi yang memadai, menjadi pemicu utama berbagai masalah muskuloskeletal.
Kondisi ini bukan hanya sekadar rasa pegal biasa. Jika diabaikan, nyeri yang muncul bisa berujung pada cedera serius yang memerlukan penanganan medis intensif. Kewaspadaan menjadi kunci agar hobi yang menyenangkan ini tidak berakhir di meja operasi atau masa rehabilitasi panjang.
Waspadai Cedera Akibat Gerakan Repetitif
Dr. Jafri Hasan, Sp.OT, Subsp.CO (K) dari Mayapada Hospital Kuningan, menekankan bahwa banyak pegolf langsung meningkatkan frekuensi dan durasi bermain di awal tahun tanpa melakukan pengondisian fisik yang cukup. Padahal, gerakan rotasi dan repetitif dalam ayunan golf memberikan tekanan signifikan pada sendi dan jaringan lunak.
Cedera yang umum terjadi di kalangan pegolf meliputi keseleo, strain (ketegangan otot), hingga masalah pada area spesifik seperti bahu, siku (sering disebut golfer’s elbow), pinggang, paha, lutut, betis, dan pergelangan kaki. Bahkan, dalam kasus ekstrem, risiko patah tulang atau dislokasi sendi juga mengintai.
“Kondisi ini membuat otot dan sendi lebih rentan mengalami cedera. Karena itu, penting untuk mengenali tanda awal cedera dan melakukan penanganan yang tepat sejak awal, sebelum nyeri sendi saat main golf berkembang menjadi masalah kronis,” ujar Dr. Jafri dalam keterangan resminya.
Pertolongan Pertama: Menguasai Metode PRICE
Ketika nyeri atau cedera ringan terjadi di lapangan, penanganan awal yang cepat dan tepat sangat krusial untuk membatasi kerusakan jaringan. Metode PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, Elevation) menjadi protokol standar yang wajib dikuasai setiap pegolf.
Metode ini dimulai dengan Protection, yaitu melindungi area cedera, misalnya menggunakan bidai atau penyangga ringan. Selanjutnya, Rest (istirahat) adalah keharusan, menghentikan aktivitas fisik sementara agar proses penyembuhan alami dapat dimulai.
Tahap berikutnya adalah Ice, mengompres area yang sakit dengan es selama 15-20 menit setiap 2-3 jam untuk mengurangi peradangan. Kemudian, Compression menggunakan perban elastis membantu mengurangi pembengkakan. Terakhir, Elevation, mengangkat area cedera lebih tinggi dari posisi jantung saat beristirahat, juga efektif meminimalkan pembengkakan.
“Metode PRICE efektif sebagai pertolongan pertama. Namun, bila nyeri dan bengkak semakin berat, terjadi perubahan bentuk sendi, atau aktivitas menjadi terbatas, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut,” tambah Dr. Jafri, mengingatkan batasan pertolongan mandiri.
Penanganan Lanjutan: Dari Fisioterapi hingga Arthroscopy
Jika cedera tergolong sedang hingga berat, intervensi medis profesional diperlukan. Dr. Zeth Boroh, Sp.KO, yang juga berpraktik di Mayapada Hospital Kuningan, menjelaskan bahwa penanganan lanjutan berfokus pada imobilisasi dan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi optimal.
Pada tahap ini, pembatasan gerak pada area yang cedera kerap dilakukan, umumnya menggunakan perban elastis yang lebih kuat atau light brace (penyangga ringan). Langkah ini bertujuan mencegah perburukan cedera yang mungkin terjadi akibat gerakan tak sengaja.
Fisioterapi dan rehabilitasi melalui latihan khusus menjadi inti dari pemulihan. Pendekatan ini dirancang untuk mempercepat pemulihan jaringan, mengembalikan fungsi sendi dan otot yang terpengaruh, sekaligus mempersiapkan pasien agar dapat kembali berolahraga dengan aman dan mengurangi risiko terulang kembali nyeri sendi saat main golf di masa depan.
Pada kondisi yang lebih serius, ketika kerusakan ligamen atau tulang rawan cukup parah, tindakan operatif mungkin tidak terhindarkan. Salah satu metode canggih yang kini umum digunakan adalah Arthroscopy. Ini merupakan teknik minimal invasif untuk diagnosis dan penanganan masalah di dalam sendi.
“Arthroscopy memungkinkan penanganan cedera sendi melalui sayatan yang sangat minimal. Keunggulan utamanya adalah nyeri yang jauh lebih ringan pasca-operasi, serta proses pemulihan yang lebih cepat dibandingkan bedah konvensional. Tindakan ini dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh kondisi sendi pasien,” jelas Dr. Zeth, menutup diskusi mengenai spektrum penanganan cedera golf.