Uptodai.com - Aktris Cha Mu Hee (diperankan oleh Go Youn Jung) dalam drama Can This Love be Translated? mengalami karier yang stagnan sebelum akhirnya mendapatkan perhatian besar dari publik. Namun, popularitas yang mendadak tersebut harus dibayar mahal dengan munculnya sosok lain dalam dirinya. Terdapat setidaknya 3 pemicu Do Ra Mi di Can This Love be Translated yang berakar dari trauma masa lalu yang dalam.

Cha Mu Hee meraih ketenaran setelah mengalami kecelakaan tragis saat syuting adegan terakhir film zombie yang membuatnya koma selama enam bulan. Penonton menganggap karakter Do Ra Mi, si zombie kejam, sangat membekas dan ikonik di benak mereka. Ironisnya, setelah siuman, Cha Mu Hee merasa sosok Do Ra Mi benar-benar hidup dan mulai mengambil alih sebagian besar pikirannya.

Kondisi psikologis Cha Mu Hee yang terbagi ini bukan muncul tanpa sebab. Kehadiran Do Ra Mi merupakan manifestasi dari mekanisme pertahanan diri yang dipicu oleh serangkaian pengalaman traumatis dan tekanan emosional yang selama ini ia pendam. Berikut adalah tiga hal utama yang menjadi penyebab kemunculan karakter Do Ra Mi dalam diri Cha Mu Hee.

3 Pemicu Do Ra Mi di Can This Love be Translated

1. Trauma Masa Lalu dan Kebohongan yang Dipendam

Pengalaman masa lalu Cha Mu Hee ternyata jauh lebih gelap dan menyedihkan dari narasi yang ia sampaikan kepada publik. Selama bertahun-tahun, ia mengklaim bahwa kedua orangtuanya meninggal karena kecelakaan, sebuah kebohongan yang ia bangun untuk melindungi dirinya sendiri dari stigma sosial.

Faktanya, kejadian nahas yang membuatnya terluka saat kecil adalah upayanya untuk melarikan diri dari tindakan keji sang ibu. Cha Mu Hee kecil menyaksikan sendiri bagaimana ibunya berusaha meracuni dirinya dan pasangan ibunya tepat di hari ulang tahunnya. Peristiwa mengerikan ini menciptakan luka batin yang sangat dalam.

Ketakutan akan ditinggalkan membuat Cha Mu Hee memilih untuk memendam kebenaran mengerikan ini sendirian selama bertahun-tahun. Ia takut jika orang lain mengetahui kebenaran tersebut, mereka akan menjauhinya. Penekanan emosi dan memori traumatis inilah yang menjadi bom waktu psikologis yang siap meledak, dan ledakan itu terjadi dalam wujud Do Ra Mi.

2. Identifikasi Diri dengan Karakter Kejam yang Mirip Ibu

Peran Cha Mu Hee sebagai Do Ra Mi, zombie yang haus darah dan kematian, bukan sekadar akting biasa di hadapan kamera. Karakter ini sangat menyeramkan dan brutal, tetapi Cha Mu Hee merasa terhubung secara intens dengan kekejaman tersebut. Tanpa disadari, peran ini menjadi katalisator yang mengingatkannya pada figur sang ibu.

Sosok Do Ra Mi yang kejam dan menakutkan mencerminkan kembali citra ibunya yang manipulatif dan berbahaya di masa lalu. Ibu Cha Mu Hee adalah sosok yang ditakuti, dan Do Ra Mi adalah perwujudan dari ketakutan tersebut yang kini ia kendalikan.

Ketika ia tenggelam dalam peran tersebut, batas antara realitas dan fiksi menjadi kabur. Akibatnya, pikiran bawah sadarnya mulai mentransfer sifat-sifat kejam ibunya ke dalam identitas Do Ra Mi, yang kemudian ia yakini hidup dalam dirinya. Do Ra Mi menjadi cara Cha Mu Hee memproses dan menguasai trauma yang diwariskan oleh figur keibuan yang kejam.

3. Reaksi Asing terhadap Popularitas Mendadak

Kehidupan Cha Mu Hee setelah diasuh oleh pamannya juga tidak banyak berubah menjadi lebih baik. Ia terbiasa diperlakukan buruk dan diremehkan, bahkan dianggap sebagai sosok yang menakutkan dan berpotensi membahayakan keluarga. Perlakuan ini membentuk citra diri yang rendah dan keyakinan bahwa ia tidak pantas mendapatkan hal baik.

Ketika kariernya meroket pasca-koma, perhatian, pujian, dan kasih sayang yang datang tiba-tiba terasa asing dan tidak pantas. Pengalaman diremehkan sejak kecil, bahkan saat merintis karier aktingnya, membuatnya sulit menerima validasi positif.

Ketidakmampuan memproses popularitas positif ini memicu semacam imposter syndrome yang ekstrem. Sosok Do Ra Mi muncul sebagai perwujudan kekuatan yang dingin dan tidak terpengaruh, sebuah identitas yang ia rasa lebih pantas untuk menghadapi dunia yang kini memujanya. Kehadiran Do Ra Mi adalah cara pikirannya menyeimbangkan kembali trauma penolakan dengan realitas penerimaan yang mengejutkan, menjadikannya lebih kebal terhadap rasa rentan.