Uptodai.com - Mencari pasangan hidup seringkali menjadi perjalanan yang penuh tantangan, terutama bagi figur publik dengan pencapaian karier cemerlang. Aktris dan pengusaha muda, Prilly Latuconsina standar pasangan yang ia tetapkan selalu menjadi sorotan publik. Ia dikenal memiliki prinsip yang sangat teguh terkait kriteria pendamping hidupnya.

Dalam sebuah kesempatan, Prilly secara terbuka membagikan pandangannya mengenai nasihat yang sering ia terima, yaitu agar menurunkan standar demi mempermudah pencarian jodoh. Namun, alih-alih mengikuti saran tersebut, Prilly justru menolaknya dengan tegas, menyebutnya sebagai nasihat terburuk yang pernah ia dengar.

Prilly Latuconsina Tolak Mentah Nasihat Turunkan Standar Pasangan

Prilly Latuconsina mengungkapkan bahwa banyak pihak menyarankan dirinya untuk lebih fleksibel atau bahkan menurunkan ekspektasi jika ingin segera menemukan kekasih. Nasihat tersebut berbunyi, “Kalau kamu tetap standarnya seperti ini, standarnya tinggi, kamu tidak akan pernah menemukan pasangan. Jadi kamu harus nurunin standar kamu kalau kamu mau nemuin pasangan,” ucap Prilly mengutip saran yang ia terima.

Namun, Prilly memiliki pandangan yang sangat berbeda. Ia berargumen bahwa menurunkan standar hanya akan membuatnya mendapatkan pasangan yang sesuai dengan standar yang telah ia turunkan tersebut. Hal ini secara langsung bertentangan dengan nilai diri yang ia yakini pantas untuk didapatkan.

Ia menegaskan bahwa dirinya sangat memahami value yang ia miliki dan apa yang pantas ia terima dari seorang pasangan. Oleh karena itu, jika ia menginginkan pasangan yang memenuhi kriteria idealnya, tidak ada alasan baginya untuk berkompromi atau mengalah pada tekanan sosial.

Mempertahankan Value Diri dalam Kriteria Pasangan Prilly Latuconsina

Bagi Prilly, standar yang ia tetapkan bukan sekadar daftar keinginan, melainkan cerminan dari penghargaan terhadap dirinya sendiri. Ia merasa bahwa perempuan sering kali didorong untuk “melemah” atau menurunkan tuntutan agar terlihat lebih mudah didekati atau diterima oleh laki-laki.

Menurutnya, pola pikir semacam itu justru memanjakan calon pasangan. Ia menilai bahwa jika perempuan harus menurunkan standarnya, hal itu malah menciptakan ketidakseimbangan dalam hubungan dan merendahkan kualitas laki-laki secara umum.

Prilly Latuconsina bahkan berani melontarkan kritik tajam terhadap anggapan bahwa standar tinggi adalah penghalang. Ia menilai bahwa nasihat untuk menurunkan standar tersebut, secara tidak langsung, merendahkan kaum pria.

“Menurut aku itu jadi manjaain pasangannya ya, karena aneh ya atau malah itu merendahkan laki-laki menurut aku, jujur,” ujar bintang film tersebut. Ia kemudian menjelaskan logikanya yang tajam dan tak terbantahkan.

Standar Tinggi Prilly Bukan Merendahkan Wanita, Justru Pria

Prilly menjelaskan bahwa jika seorang laki-laki hanya mampu menjalin hubungan dengan perempuan yang memiliki standar rendah, maka kualitas laki-laki tersebut patut dipertanyakan. Logika ini berputar balik, menempatkan kualitas diri pria sebagai tolok ukur.

“Karena berarti laki-laki itu bisanya sama perempuan yang standarnya rendah dong, berarti kalau laki-laki bisanya sama perempuan yang standarnya rendah laki-lakinya juga rendah dong,” ungkap Prilly, membalikkan narasi umum yang sering menyudutkan perempuan berstandar tinggi.

Pandangan ini menunjukkan kematangan berpikir Prilly yang memilih untuk fokus pada pengembangan diri dan mempertahankan integritas, alih-alih terburu-buru mencari pasangan. Ia yakin bahwa pasangan yang tepat akan datang, asalkan ia tetap berpegangan pada prinsip Prilly mencari jodoh yang berlandaskan harga diri.

Pendekatan Prilly ini memberikan pesan kuat kepada para wanita bahwa menjaga standar dan nilai diri adalah hal yang fundamental. Kualitas diri yang tinggi seharusnya menarik pasangan yang memiliki kualitas sepadan, bukan malah menuntut penurunan ekspektasi.