Mahkamah Agung Tolak Permohonan Banding Taeil Kasus Pemerkosaan
Uptodai.com - Babak akhir kasus hukum yang menjerat mantan anggota grup K-Pop NCT, Taeil, akhirnya mencapai titik kulminasi. Setelah melalui serangkaian proses hukum yang panjang, permohonan banding Taeil kasus pemerkosaan resmi ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) Korea Selatan.
Keputusan ini sekaligus menegaskan vonis yang telah dijatuhkan oleh pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding sebelumnya. Taeil bersama dua terdakwa lainnya kini harus menerima dan menjalani hukuman penjara yang telah ditetapkan.
Mahkamah Agung Menegaskan Vonis Penjara
Divisi 1 Mahkamah Agung Korea Selatan, yang dipimpin oleh Ketua Hakim Seo Kyung Hwan, secara resmi menolak permohonan banding yang diajukan oleh Taeil, Lee, dan Hong pada Jumat (26/12/2025). Penolakan ini menandai putusan final dalam kasus pemerkosaan berkelompok yang terjadi pada pertengahan 2024 lalu.
Mahkamah Agung menilai bahwa tidak ditemukan adanya alasan hukum yang sah atau cacat prosedur yang cukup kuat untuk membatalkan putusan dari pengadilan di bawahnya. Dengan demikian, putusan tingkat pertama dianggap sudah tepat dan mengikat.
Ketiga terdakwa tersebut tetap diperintahkan untuk menjalani hukuman penjara yang sebelumnya telah diputuskan. Keputusan ini mengakhiri upaya hukum para terdakwa yang mencoba meringankan atau membatalkan vonis yang telah dijatuhkan.
Kronologi Kasus dan Hukuman Penjara Taeil Mantan NCT
Kasus ini bermula pada Juni 2024, ketika Taeil ditangkap atas tuduhan pemerkosaan berkelompok terhadap seorang perempuan asing. Insiden tersebut terjadi setelah mereka mengadakan acara minum bersama, yang kemudian berujung pada korban dibawa ke kediaman salah satu tersangka.
Pada Juli 2025, Pengadilan Tingkat Pertama memvonis Taeil, Lee, dan Hong dengan hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan. Mereka didakwa berdasarkan Undang-Undang Hukuman Kekerasan Seksual, khususnya pasal pemerkosaan khusus.
Selain hukuman penjara Taeil mantan NCT selama tiga setengah tahun, pengadilan juga menjatuhkan sanksi tambahan. Para terdakwa diwajibkan menyelesaikan program rehabilitasi kekerasan seksual selama 40 jam dan dilarang bekerja di lembaga yang berhubungan dengan anak, remaja, atau penyandang disabilitas selama lima tahun.
Setelah putusan awal, Pengadilan Tingkat Pertama segera mengeluarkan surat perintah penangkapan dan penahanan. Langkah ini diambil karena adanya risiko para terdakwa berusaha melarikan diri dari pertanggungjawaban hukum.
Upaya Banding Berakhir Sia-sia
Tidak terima dengan putusan tersebut, Taeil dan rekan-rekannya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi pada Oktober 2025. Namun, Pengadilan Tinggi menolak banding tersebut karena tidak menemukan adanya kesalahan atau kejanggalan dalam proses dan putusan pengadilan sebelumnya.
Meskipun demikian, para terdakwa tidak menyerah dan kembali mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung Korea Selatan. Langkah hukum terakhir ini akhirnya ditolak secara definitif pada akhir tahun 2025, memastikan bahwa vonis 3,5 tahun penjara harus dijalankan.
Penolakan oleh Mahkamah Agung ini menjadi penegasan akhir sistem peradilan Korea Selatan terhadap kasus kekerasan seksual ini. Keputusan ini menunjukkan bahwa proses hukum telah berjalan secara menyeluruh dari tingkat pertama hingga tingkat tertinggi.
Dampak Kasus Terhadap Karier Taeil di SM Entertainment
Kasus hukum yang menjerat Taeil memberikan dampak besar dan cepat terhadap karier profesionalnya di industri K-Pop. Pada Agustus 2024, SM Entertainment, agensi yang menaunginya, secara resmi mengumumkan pengunduran diri Taeil dari grup NCT.
Pihak agensi menyatakan bahwa mereka menyadari betul beratnya masalah ini dan memutuskan bahwa Taeil tidak mungkin lagi melanjutkan aktivitasnya bersama tim. Pernyataan ini menegaskan sikap tegas agensi terhadap isu moral dan hukum yang melibatkan artis mereka.
Tidak hanya itu, kontrak eksklusif Taeil dengan SM Entertainment juga diakhiri pada Oktober 2024, beberapa bulan setelah penangkapannya. Konsekuensi langsung dari kasus ini adalah reorganisasi dalam sub-unit NCT 127.
Saat ini, NCT 127 melanjutkan aktivitasnya dengan delapan anggota. Mereka adalah Taeyong, Johnny, Yuta, Doyoung, Jaehyun, Jungwoo, Mark, dan Haechan, yang harus beradaptasi tanpa kehadiran salah satu vokalis utama mereka.