Uptodai.com - Momen Ramadan Atalia Praratya tanpa Ridwan Kamil tahun ini menjadi sorotan publik setelah keduanya resmi mengakhiri biduk rumah tangga. Suasana bulan suci kali ini terasa sangat berbeda bagi sosok yang akrab disapa “Si Cinta” tersebut. Ini merupakan kali pertama Atalia menjalankan ibadah puasa dengan status baru setelah hampir tiga dekade hidup bersama sang mantan Gubernur Jawa Barat.

Keputusan perceraian mereka resmi dikabulkan oleh Pengadilan Agama Bandung pada 7 Januari 2026 yang lalu. Putusan tersebut dibacakan secara elektronik melalui sistem e-court, menandai berakhirnya perjalanan pernikahan yang selama ini dikenal harmonis. Meskipun harus menghadapi kenyataan pahit, Atalia menunjukkan ketegaran yang luar biasa di hadapan publik.

Menjelang datangnya bulan suci, ibu tiga anak ini mengaku telah menyiapkan mental dan emosionalnya dengan sangat matang. Ia tidak ingin larut dalam kesedihan dan memilih untuk menyambut Ramadan dengan hati yang lapang. Atalia menyadari bahwa setiap fase kehidupan membawa perubahan yang harus dihadapi dengan bijaksana.

Fokus Perbaikan Diri di Ramadan Perdana Atalia Praratya Pasca Bercerai

Atalia mengungkapkan bahwa perbedaan suasana memang tidak bisa ia hindari sepenuhnya dalam kesehariannya saat ini. Namun, ia memilih untuk tetap tenang dan menjalani setiap prosesnya dengan kepala dingin tanpa beban berlebih. Baginya, esensi Ramadan adalah momen untuk kembali kepada Sang Pencipta dan memperbaiki kualitas spiritual.

“Ada yang berbeda ya, tetapi kita hadapi saja semuanya. Yang paling penting adalah niat kita untuk selalu memperbaiki diri,” ujar Atalia saat memberikan keterangan pada Selasa, 3 Maret 2026. Pernyataan tersebut mencerminkan sikap optimisnya dalam menata kembali lembaran hidup yang baru.

Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini bukanlah pada apa yang telah hilang, melainkan pada pertumbuhan pribadi. Ramadan tahun ini ia jadikan sebagai ajang transformasi untuk menjadi sosok yang lebih kuat dan mandiri. Dukungan dari orang-orang terdekat pun terus mengalir untuk menguatkan langkahnya.

Menghabiskan Waktu Bersama Sang Ibu di Rumah

Saat ditanya mengenai bagaimana rasanya melewati hari-hari tanpa kehadiran pasangan, Atalia memberikan jawaban yang cukup santai. Ia merasa tidak terlalu kesepian karena masih ada sosok ibu tercinta yang selalu menemani di rumah. Kehadiran keluarga inti menjadi sumber kekuatan terbesar bagi Atalia dalam melewati masa transisi ini.

“Enggak sih, biasa saja, karena kan saya ada mama juga di rumah. Jadi biasa saja, tidak ada yang terlalu berbeda,” tegasnya dengan nada yang sangat tenang. Atalia seolah ingin menunjukkan bahwa kebahagiaannya tidak hanya bergantung pada status pernikahan, tetapi pada kualitas hubungan keluarga.

Aktivitas sehari-harinya kini lebih banyak diisi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi orang banyak dan urusan domestik. Ia tetap aktif menjalankan perannya sebagai ibu dan anak, sembari tetap menjaga profesionalitasnya di ruang publik. Kesederhanaan dalam menyikapi perubahan status ini menuai banyak pujian dari para pengikutnya.

Refleksi Spiritual dan Mengurangi Kesibukan Duniawi

Lebih jauh lagi, Atalia memaknai Ramadan tahun ini sebagai kesempatan emas untuk melakukan refleksi diri yang mendalam. Ia menyadari bahwa selama ini banyak waktunya yang tersita oleh berbagai kesibukan duniawi yang sangat padat. Kini, ia memiliki lebih banyak ruang untuk berkomunikasi dengan Tuhan secara lebih intens.

Perubahan hidup ini ia jadikan momentum untuk mengevaluasi prioritas dalam kesehariannya agar lebih seimbang. Atalia ingin memastikan bahwa setiap detik yang ia lalui di bulan penuh berkah ini memberikan dampak positif bagi batinnya. Ia pun mulai membatasi beberapa agenda yang dirasa tidak terlalu mendesak.

Meskipun kini harus berjalan sendiri tanpa pendamping, Atalia Praratya membuktikan bahwa ketenangan batin bisa ditemukan melalui keikhlasan. Langkahnya yang mantap menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi setiap takdir yang telah digariskan. Publik pun terus memberikan doa terbaik bagi kelancaran ibadah dan kehidupan barunya.