Uptodai.com - Spekulasi mengenai ekspansi raksasa hiburan global semakin menguat setelah CEO Comcast, perusahaan induk Universal Studios, dikabarkan mengunjungi Timur Tengah. Wacana pembangunan taman hiburan Universal Studios Arab Saudi kini menjadi perbincangan hangat di kalangan investor dan pengamat pariwisata regional.

Rencana pembangunan fasilitas bernilai miliaran dolar ini masih berada dalam tahap konsep awal. Namun, potensi lokasinya sudah mengerucut pada satu nama, yakni Qiddiya. Qiddiya merupakan mega proyek rekreasi dan pariwisata baru yang tengah digarap oleh Kerajaan Saudi, dirancang untuk menjadi pusat hiburan terbesar di dunia.

Menilik Kunjungan CEO Comcast dan Lokasi Potensial Universal Studios

Brian Roberts, CEO Comcast, baru-baru ini dilaporkan menghadiri konferensi investasi penting di Riyadh. Kunjungan tersebut memiliki agenda ganda, tidak hanya berfokus pada diskusi keuangan, tetapi juga mencakup peninjauan langsung ke lokasi Qiddiya yang sangat luas.

Roberts memang mengonfirmasi bahwa diskusi mengenai proyek tersebut sudah dimulai, namun ia menekankan bahwa proyek Universal Studios Arab Saudi tersebut belum mencapai tahap final. Pada tahap ini, pihak Universal belum merinci waralaba, wahana, atau atraksi ikonik mana yang akan dibawa dan diadaptasi untuk pasar Timur Tengah.

Namun, kehadiran taman hiburan ini akan menjadi bagian integral dari strategi besar Arab Saudi untuk mendiversifikasi sumber pendapatan negaranya. Investasi besar ini mencerminkan ambisi Saudi untuk menantang dominasi pasar hiburan regional yang selama ini dipegang oleh Uni Emirat Arab.

Qiddiya: Jantung Visi 2030 dan Pesaing Disney

Inisiatif ini merupakan bagian krusial dari Visi 2030, strategi nasional yang digagas oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Tujuannya sangat jelas, yaitu mengurangi ketergantungan ekonomi Kerajaan terhadap sektor minyak, sekaligus memperkuat infrastruktur rekreasi, pariwisata, dan budaya.

Proyek Qiddiya didanai sepenuhnya oleh Dana Investasi Publik Saudi (PIF) dan dirancang dengan skala yang fantastis. Kawasan ini membentang seluas 334 kilometer persegi, menjadikannya sekitar dua setengah kali lipat ukuran Disney World yang ikonik di Florida, Amerika Serikat.

Dorongan untuk mengembangkan taman hiburan berskala global di Teluk memang sedang marak dan kompetitif. Awal tahun ini, Walt Disney Company telah mengumumkan kemitraan dengan pengembang Miral di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk membangun taman hiburan di ibu kota UEA.

Arab Saudi sendiri sudah memiliki proyek hiburan besar lainnya yang siap diluncurkan. Salah satunya adalah Six Flags Qiddiya City, taman hiburan pertama di Kerajaan tersebut, yang dijadwalkan dibuka di Riyadh pada 31 Desember 2025.

Target Pengunjung dan Dampak Ekonomi Proyek

Dana Investasi Publik Saudi menargetkan Qiddiya mampu menarik hingga 48 juta pengunjung setiap tahun setelah beroperasi penuh. Jika target ini tercapai, proyek ini diperkirakan akan menyumbang sekitar SAR17 miliar, atau setara dengan $4,5 miliar, terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut.

Sektor pariwisata Arab Saudi telah menunjukkan pertumbuhan yang eksplosif dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, Kerajaan mencatat lebih dari 100 juta pengunjung secara total, termasuk sekitar 30 juta wisatawan internasional.

Angka sementara untuk paruh pertama tahun 2025 juga menunjukkan pertumbuhan kuat yang berkelanjutan, dengan 60,9 juta pengunjung tercatat. Angka-angka ini memperkuat keyakinan bahwa investasi besar di sektor rekreasi, seperti potensi pembangunan Universal Studios Arab Saudi, akan membuahkan hasil signifikan dalam diversifikasi ekonomi Saudi.