Vinyl Soundtrack 3 Hari Untuk Selamanya Resmi Dirilis
Uptodai.com - Kabar gembira bagi pecinta musik, vinyl soundtrack 3 Hari Untuk Selamanya kini resmi dirilis oleh demajors untuk memanjakan para kolektor dan pencinta rilisan fisik. Album legendaris yang digarap oleh grup musik Float ini akhirnya hadir dalam format piringan hitam setelah hampir dua dekade dinantikan. Langkah ini menjadi momentum penting untuk merayakan salah satu karya musik latar terbaik dalam sejarah sinema indie Indonesia.
Nostalgia Intim di Kantor Demajors
Menyambut perilisan istimewa ini, demajors menggelar acara pemutaran intim film 3 Hari Untuk Selamanya versi tanpa sensor di kantor mereka di Pondok Labu, Jakarta Selatan. Acara yang berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026 tersebut dihadiri langsung oleh sutradara Riri Riza, produser Mira Lesmana, serta vokalis Float, Roni Simamora yang akrab disapa Meng. Kehadiran para tokoh kunci ini membuat suasana nostalgia terasa sangat kental bagi semua undangan yang hadir.
Mira Lesmana mengungkapkan rasa haru dan antusiasme yang mendalam atas terwujudnya proyek kolaborasi ini. Ia mengenang kembali bagaimana proses kreatif road trip bersama Float dahulu telah menciptakan ikatan emosional yang sangat kuat. Baginya, kehadiran piringan hitam ini bukan sekadar rilisan fisik biasa, melainkan sebuah monumen kenangan indah yang abadi.
Kekuatan Magis Musik Float dan Tren Vinyl
Film yang dirilis pada tahun 2007 silam ini memang dikenal memiliki kekuatan magis lewat jajaran lagunya yang ikonik. Lagu-lagu hits dari Float seperti “Sementara” dan “Pulang” berhasil menjadi lagu wajib anak muda pada masanya dan membentuk lanskap musik independen tanah air. Kepopuleran karya-karya ini terbukti tidak lekang oleh waktu dan terus diwariskan ke generasi baru.
Tren perilisan ulang album fisik dalam format piringan hitam belakangan ini memang tengah marak di industri musik Indonesia. Para kolektor dari generasi milenial hingga Gen Z berburu piringan hitam demi mendapatkan kualitas audio analog yang autentik dan nilai estetika tinggi. Kehadiran piringan hitam dari Float ini diprediksi akan menjadi salah satu barang koleksi yang paling diburu tahun ini.
Harapan Riri Riza untuk Era Baru
Riri Riza juga mengaku sangat terkejut sekaligus bersyukur melihat bagaimana film garapannya masih terus menemukan penonton baru hingga hari ini. Ia melihat era pertengahan tahun 2000-an sebagai masa transisi yang unik dan penting bagi perkembangan seni budaya Indonesia. Riri berharap perilisan vinyl ini dapat memicu gerakan kreatif baru yang serius di tengah masyarakat yang kini bergerak sangat cepat.