Agenda Prabowo di Aceh Tamiang 2026: Cek Proyek Danantara
Uptodai.com - Presiden Prabowo Subianto mengawali tahun baru 2026 dengan Agenda Prabowo di Aceh Tamiang, sebuah langkah nyata untuk memastikan percepatan penanganan pascabencana di wilayah Sumatra. Kunjungan kerja ini dilakukan pada Kamis (1/1/2026) pagi, fokus utamanya adalah meninjau progres pembangunan hunian yang diinisiasi oleh Badan Pembangunan Infrastruktur (BPI) Danantara.
Sebelum tiba di Serambi Mekkah, Kepala Negara bertolak dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Sejak pagi buta, warga setempat telah memadati area sekitar helipad PTPN IV, bersemangat menyambut dan menyalami Presiden sebelum keberangkatan.
Perjalanan udara ini melibatkan beberapa titik transit yang kompleks, menunjukkan koordinasi logistik yang ketat. Helikopter TNI AU Caracal yang membawa rombongan lepas landas dari Tapsel sekitar pukul 09.20 WIB, bergerak menuju Bandar Udara Raja Sisingamangaraja XII di Silangit, Tapanuli Utara.
Setelah singgah di Bandara Silangit, rombongan melanjutkan penerbangan ke Landasan Udara Soewondo, Medan. Dari Lanud Soewondo, perjalanan dilanjutkan kembali menggunakan helikopter menuju Kabupaten Aceh Tamiang, yang menjadi destinasi akhir peninjauan proyek kemanusiaan tersebut.
Meninjau Langsung Proyek Pembangunan Hunian Danantara
Presiden Prabowo dijadwalkan mendarat di helipad Lapangan Sepak Bola Bukit Rata, Aceh Tamiang. Setibanya di lokasi, ia langsung menuju titik pembangunan untuk mengecek kualitas dan kecepatan realisasi Pembangunan Hunian Danantara.
Proyek ini merupakan bagian dari instruksi langsung Presiden pasca-bencana banjir besar yang melanda Sumatra. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, sebelumnya mengonfirmasi bahwa target awal pembangunan hunian Danantara di Aceh Tamiang berkisar antara 500 hingga 600 unit.
“Ada rumah hunian yang dibuat Danantara instruksi Bapak Presiden, besok kita cek. Seharusnya 500–600 (hunian). Insyaallah jadi, ya besok kita cek,” ujar Teddy sehari sebelumnya, menekankan urgensi penyelesaian proyek tersebut.
Target Ambisius 15.000 Unit untuk Korban Bencana
Skala proyek di Aceh Tamiang hanyalah bagian kecil dari upaya pemulihan yang lebih besar di tingkat nasional. Pemerintah secara ambisius menargetkan pembangunan total 15.000 unit hunian di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Percepatan penanganan pascabencana menjadi prioritas utama kabinet. Seluruh target 15.000 unit tersebut ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga bulan, menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal layak bagi warga yang kehilangan rumah akibat banjir.
Rombongan Menteri Kabinet Indonesia Maju Dampingi Kunjungan Presiden
Kunjungan kerja Presiden dalam Agenda Prabowo di Aceh Tamiang ini didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, menandakan pentingnya agenda tersebut. Kehadiran rombongan menteri ini menegaskan koordinasi lintas sektor yang kuat dalam upaya pemulihan infrastruktur dan bantuan kemanusiaan.
Beberapa menteri yang turut serta antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Selain itu, tampak pula Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Keterlibatan aktif dalam peninjauan lapangan juga ditunjukkan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Mereka memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai rencana dan terintegrasi dengan kebijakan daerah.
Dari unsur keamanan, turut mendampingi Presiden adalah Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Keikutsertaan mereka memastikan kelancaran logistik dan keamanan selama kunjungan di wilayah terdampak, serta mengawasi distribusi bantuan secara efisien.