Uptodai.com - Badai salju Amerika Serikat 2026 yang menerjang wilayah Timur Laut pada Senin (23/2/2026) telah melumpuhkan aktivitas jutaan warga secara total. Curah salju yang sangat tebal menutupi jalanan utama dan berbagai fasilitas publik di sejumlah negara bagian penting. Pihak berwenang melaporkan tumpukan salju bahkan mencapai lebih dari 30 sentimeter di beberapa titik krusial.

Kondisi ini memaksa layanan kereta api di rute-rute utama berhenti beroperasi sementara demi alasan keselamatan penumpang. Rel kereta yang tertimbun salju tebal membuat operasional transportasi darat menjadi sangat berisiko bagi publik. Petugas lapangan terus berupaya membersihkan jalur meskipun cuaca ekstrem masih menyelimuti kawasan tersebut dengan suhu yang membekukan.

Lumpuhnya Transportasi Udara dan Darat Akibat Cuaca Ekstrem

Bandara Internasional Logan di Boston menjadi salah satu titik terdampak paling parah akibat dampak badai musim dingin kali ini. Ribuan calon penumpang terpaksa tertahan di terminal karena pembatalan penerbangan yang terjadi secara masif. Data terbaru menunjukkan sekitar 5.700 jadwal penerbangan di berbagai bandara utama Amerika Serikat resmi dibatalkan hingga waktu yang belum ditentukan.

Papan pengumuman di Bandara Logan terus menampilkan status pembatalan yang membuat suasana terminal menjadi penuh sesak oleh warga yang terlantar. Akumulasi salju di wilayah Boston sendiri dilaporkan telah menyentuh angka 18 sentimeter pada siang hari. Sementara itu, wilayah Delaware dan New England bagian selatan mencatat ketebalan salju antara 20 hingga 30 sentimeter.

Situasi serupa terlihat di Bandara LaGuardia, Kota New York, yang tampak kosong melompong karena nyaris tidak ada aktivitas penerbangan. Para maskapai memilih untuk mengandangkan pesawat mereka guna menghindari risiko kecelakaan akibat jarak pandang yang sangat terbatas. Penutupan jalan raya juga terjadi di berbagai negara bagian untuk memberikan ruang bagi tim darurat bekerja.

Pemadaman Listrik Massal dan Penutupan Fasilitas Publik

Selain mengacaukan jadwal perjalanan, cuaca ekstrem di Amerika Serikat ini juga memicu kerusakan infrastruktur energi yang cukup serius. Ribuan rumah dan tempat usaha dilaporkan mengalami pemadaman listrik akibat beban salju yang terlalu berat pada kabel transmisi. Angin kencang yang menyertai badai turut merobohkan sejumlah tiang listrik di kawasan pemukiman padat penduduk.

Pemerintah setempat segera mengambil langkah tegas dengan menutup sekolah-sekolah di seluruh kawasan Timur Laut. Kebijakan ini diambil untuk mencegah risiko kecelakaan bagi siswa dan staf pengajar yang harus menembus badai. Pejabat publik mengimbau masyarakat agar tetap berada di dalam rumah dan menghindari penggunaan kendaraan pribadi di jalan raya.

Tim darurat kini fokus melakukan evakuasi terhadap kendaraan yang terjebak di tengah tumpukan salju yang membeku. Di Philadelphia, lalu lintas dilaporkan nyaris lumpuh total setelah ketebalan salju mencapai angka 30 sentimeter dalam waktu singkat. Krisis transportasi musim dingin ini diprediksi masih akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan.

Prediksi Cuaca dan Upaya Pemulihan Pasca Bencana

Badan cuaca setempat memperkirakan intensitas salju di New York City akan mulai mereda pada sore hari waktu setempat. Namun, wilayah Boston dan New England bagian atas masih berpotensi menghadapi guyuran salju hingga malam hari. Gangguan perjalanan diprediksi tetap akan terjadi meskipun badai inti sudah mulai bergerak meninggalkan wilayah tersebut.

Para petugas kebersihan kota bekerja ekstra keras menggunakan alat berat untuk menyingkirkan salju dari jalur-jalur ekonomi utama. Pemerintah pusat juga telah menyiapkan bantuan darurat bagi warga yang terdampak pemadaman listrik di tengah suhu ekstrem. Masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui saluran komunikasi resmi pemerintah.

Kejadian ini menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur modern terhadap perubahan cuaca yang drastis di awal tahun 2026. Upaya pemulihan diperkirakan memakan waktu cukup lama mengingat luasnya wilayah yang terdampak badai salju ini. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh warga memiliki akses ke penghangat ruangan dan kebutuhan logistik dasar.