Prabowo Minta Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Ada 15 Insiden
Uptodai.com - Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, mengonfirmasi bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto telah meminta evaluasi program Makan Bergizi Gratis secara menyeluruh. Permintaan ini muncul seiring adanya catatan mengenai kendala teknis dan prosedur yang harus segera dibenahi sebelum program ini berjalan masif dan efektif.
Mensesneg Prasetyo menyebutkan bahwa evaluasi yang ditekankan oleh Prabowo bukan terkait masalah pendanaan. Sebaliknya, fokus utama adalah pada peningkatan disiplin operasional di lapangan. Hal ini krusial untuk memastikan bahwa pelaksanaan program yang ambisius ini dapat berjalan tanpa hambatan yang berarti.
Disiplin Prosedur Harus Ditingkatkan
Prasetyo menjelaskan bahwa setidaknya ada dua hal utama yang menjadi perhatian serius dari Presiden terpilih. Pertama dan yang paling mendasar, Prabowo menghendaki agar disiplin prosedur dalam pelaksanaan program gizi tersebut ditingkatkan secara signifikan.
Langkah ini diambil setelah adanya laporan yang mengkhawatirkan. Menurut catatan yang diterima dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), tercatat masih ada kurang lebih 15 kejadian insiden yang terjadi hingga bulan Desember. Kejadian ini menjadi perhatian serius yang menuntut perbaikan cepat.
Prabowo secara tegas menekankan bahwa insiden-insiden yang tidak diinginkan, terutama yang berkaitan dengan kualitas dan distribusi makanan, tidak boleh terulang kembali di masa depan. Pemerintah berkomitmen untuk meminimalisir risiko yang dapat mengganggu tujuan mulia program ini.
Fokus Prabowo Subianto MBG Bukan pada Anggaran
Meskipun ada kendala teknis, Prasetyo memastikan bahwa secara alokasi anggaran, program strategis nasional ini tidak menghadapi masalah. Pemerintah telah mengunci dana yang sangat signifikan untuk mendukung inisiatif Makan Bergizi Gratis.
Secara teknis, anggaran untuk program ini telah diamankan. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026, dana sebesar Rp 335 triliun sudah dialokasikan untuk program tersebut. Angka fantastis ini menunjukkan komitmen serius negara terhadap peningkatan gizi anak-anak di Indonesia.
Dengan demikian, kendala yang dihadapi saat ini murni bersifat operasional dan prosedural, bukan finansial. Pemerintah dan tim transisi akan fokus pada penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) yang lebih ketat dan terstruktur.
Menjaga Kualitas dan Keamanan Distribusi
Kendala teknis yang disoroti oleh Mensesneg umumnya berkaitan dengan rantai pasok dan standar kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat. Mengingat skala program yang sangat besar dan melibatkan jutaan penerima di seluruh Indonesia, potensi munculnya masalah logistik memang harus diantisipasi sejak dini.
Evaluasi program Makan Bergizi Gratis ini bertujuan untuk memetakan titik-titik lemah dalam sistem distribusi. Hal ini mencakup mulai dari pengadaan bahan baku, proses memasak, hingga pengiriman makanan ke sekolah-sekolah atau titik distribusi lainnya.
Diharapkan, dengan adanya permintaan evaluasi yang mendalam dari Prabowo Subianto, tim pelaksana dapat segera merumuskan mekanisme pengawasan yang lebih efektif. Tujuannya adalah memastikan setiap porsi makanan yang diterima oleh anak-anak sasaran memiliki standar gizi yang optimal dan yang paling penting, aman untuk dikonsumsi.