Uptodai.com - Warga Jawa Barat mengawali tahun baru dengan kewaspadaan setelah terjadi guncangan ringan. Tepat pukul 19:21:40 WIB, sebuah peristiwa Gempa Guncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dengan kekuatan magnitudo (M) 2,4.

Meskipun tergolong gempa berkekuatan kecil, informasi ini segera dirilis oleh badan terkait untuk memastikan masyarakat mendapatkan data awal secepat mungkin. Guncangan yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2026 tersebut tercatat berpusat di wilayah selatan Kabupaten Bandung.

Lokasi Episentrum Gempa Dangkal

Menurut data yang dirilis, titik koordinat gempa tersebut berada pada 7,76 Lintang Selatan (LS) dan 107,19 Bujur Timur (BT). Lokasi ini menunjukkan bahwa pusat gempa berada di laut, jauh dari permukiman padat penduduk.

Episentrum guncangan ini diperkirakan berjarak sekitar 90 kilometer (km) di arah Barat Daya Kabupaten Bandung. Karakteristik yang paling menonjol dari gempa ini adalah kedalamannya yang sangat dangkal.

Badan Meteorologi mencatat bahwa kedalaman gempa hanya mencapai 10 km. Kedalaman yang minim ini, meskipun terjadi pada magnitudo kecil, sering kali membuat getaran lebih terasa di permukaan jika lokasinya dekat dengan daratan.

Peringatan Dini dan Data Awal Magnitudo 2,4 Kabupaten Bandung

Pihak berwenang menekankan bahwa informasi yang disampaikan bersifat sementara. Data awal ini mengutamakan kecepatan penyampaian kepada publik, sehingga proses pengolahan datanya masih belum stabil dan berpotensi mengalami perubahan seiring kelengkapan data seismik.

Guncangan dengan Magnitudo 2,4 Kabupaten Bandung umumnya tidak menimbulkan kerusakan signifikan pada struktur bangunan. Namun, kejadian ini tetap menjadi pengingat bagi masyarakat Jawa Barat yang memang berada di jalur cincin api (Ring of Fire).

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Verifikasi sumber data sangat krusial untuk menghindari kepanikan akibat informasi yang tidak akurat.

Wilayah Jawa Barat, khususnya bagian selatan, memang merupakan zona aktif yang sering mengalami aktivitas tektonik. Meskipun gempa kali ini tergolong ringan, kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam harus terus ditingkatkan.