Uptodai.com - Kapal Musaffah 2 meledak secara tragis di kawasan perairan strategis Selat Hormuz yang mengakibatkan tiga warga negara Indonesia (WNI) hingga kini belum ditemukan. Insiden mematikan ini terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026, sekitar pukul 02.00 waktu setempat di wilayah perairan antara Uni Emirat Arab (PEA) dan Oman. Otoritas keamanan laut dari kedua negara tersebut segera mengerahkan tim penyelamat untuk menyisir lokasi kejadian.

Ledakan hebat tersebut memicu kebakaran besar yang menghanguskan hampir seluruh bagian kapal penarik (tugboat) berbendera Uni Emirat Arab tersebut. Berdasarkan laporan saksi mata, kobaran api membubung tinggi sebelum akhirnya kapal tersebut tenggelam ke dasar laut. Tim gabungan saat ini masih terus berupaya mencari keberadaan para awak kapal yang dinyatakan hilang di tengah kondisi perairan yang menantang.

Kronologi Insiden Kapal Musaffah 2 Meledak saat Proses Towing

Peristiwa memilukan ini bermula ketika kapal kontainer bernama Safeen Prestige mengalami kerusakan mesin di perairan Oman dekat Selat Hormuz. Perusahaan pemilik kapal kemudian menugaskan Kapal Musaffah 2 meledak untuk mendekati lokasi guna melakukan pemeriksaan teknis dan memberikan bantuan perbaikan. Tim teknisi awalnya berharap kerusakan tersebut dapat tertangani langsung di tengah laut agar kapal kontainer bisa segera melanjutkan perjalanan.

Namun, setelah pemeriksaan mendalam, tim menyimpulkan bahwa Safeen Prestige tidak dapat diperbaiki di lokasi karena kehilangan pasokan listrik total. Keputusan akhirnya diambil untuk melakukan proses penarikan atau towing menuju pelabuhan terdekat guna perbaikan lebih lanjut. Awak kapal Musaffah 2 pun mulai menyiapkan tali baja dan peralatan teknis lainnya untuk memulai prosedur evakuasi kapal kontainer tersebut.

Nahas, saat persiapan penarikan hampir mencapai tahap akhir, sebuah ledakan dahsyat mendadak muncul dari bagian dalam kapal Musaffah 2. Api dengan cepat merambat ke bagian anjungan dan ruang mesin, sehingga para awak tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan diri. Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan tersebut masih menjadi teka-teki dan sedang dalam penyelidikan mendalam oleh otoritas PEA dan Oman.

Kondisi Terkini Awak Kapal Asal Indonesia

Kapal Musaffah 2 tercatat membawa tujuh orang awak yang terdiri dari warga negara Indonesia, India, dan Filipina saat insiden terjadi. Dari total kru tersebut, tiga orang dilaporkan selamat, sementara empat orang lainnya, termasuk tiga WNI, masih dalam status pencarian. Satu orang WNI yang berhasil selamat saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit di Khasab, Oman, akibat luka bakar serius.

KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat terus menjalin koordinasi erat dengan otoritas setempat untuk memantau perkembangan proses pencarian WNI hilang di Selat Hormuz. Pihak perwakilan RI juga telah menghubungi keluarga para korban di Indonesia untuk menyampaikan informasi terkini mengenai musibah ini. Pemerintah memastikan bahwa seluruh hak-hak para pekerja migran tersebut akan dikawal sepenuhnya melalui komunikasi dengan pihak perusahaan.

Kawasan Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran tersibuk di dunia yang menuntut kewaspadaan tinggi bagi setiap pelaut yang melintas. KBRI mengimbau seluruh WNI yang bekerja di sektor maritim kawasan Uni Emirat Arab untuk selalu mematuhi protokol keselamatan kerja yang ketat. Pihak berwenang juga meminta semua pihak untuk memantau perkembangan situasi keamanan melalui saluran informasi resmi guna menghindari spekulasi yang tidak akurat.