Viral Menu Makan Bergizi Gratis Pamekasan: Kelapa Muda & Telur Mentah
Uptodai.com - Menu Makan Bergizi Gratis Pamekasan mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial setelah sebuah video distribusi makanan di sekolah viral. Rekaman berdurasi 53 detik tersebut memperlihatkan pemandangan yang tidak biasa dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional di wilayah Jawa Timur.
Alih-alih menerima paket makanan siap saji yang dikemas rapi, para siswa justru mendapatkan bahan pangan yang masih mentah dan utuh. Petugas dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terlihat membagikan satu buah kelapa muda utuh kepada para murid yang masih mengenakan seragam sekolah.
Pemandangan ini memicu beragam reaksi dari warganet karena dianggap tidak praktis untuk dikonsumsi langsung oleh anak-anak di lingkungan sekolah. Selain kelapa muda yang belum dikupas, para siswa juga menerima dua butir telur ayam mentah serta dua potong roti dan susu kemasan.
Detail Penyaluran Menu MBG di Kecamatan Palengaan
Peristiwa unik ini diketahui terjadi di wilayah Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, pada Kamis, 12 Februari 2026. Distribusi dilakukan menggunakan mobil operasional SPPG yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sejahtera dari Desa Rek Kerrek.
Kepala SPPG Bumdes Sejahtera Desa Rek Kerrek, Hairul, memberikan konfirmasi mengenai kebenaran video yang beredar luas tersebut. Ia membenarkan bahwa pihaknya menyalurkan paket berupa kelapa muda, telur mentah, roti, dan susu kepada ribuan siswa di wilayah tersebut.
Menurut Hairul, total penerima manfaat dari program Menu Makan Bergizi Gratis Pamekasan ini mencapai 3.000 siswa yang tersebar di sejumlah sekolah. Namun, tidak semua siswa mendapatkan jenis paket yang sama dalam distribusi kali ini.
Sebanyak 2.030 siswa menerima paket berisi kelapa muda utuh, dua butir telur mentah, dua potong roti, dan susu. Sementara itu, 970 siswa sisanya mendapatkan paket yang terdiri dari buah jeruk, telur mentah, roti produk UMKM lokal, serta susu kemasan.
Alasan Distribusi Bahan Mentah dan Penggabungan Jatah
Pihak pengelola SPPG menjelaskan alasan di balik pemberian bahan pangan mentah yang sempat memicu tanda tanya publik tersebut. Hairul menyebutkan bahwa penyaluran pada hari Kamis itu merupakan akumulasi jatah untuk dua hari sekaligus.
Kebijakan ini diambil karena pada hari Jumat berikutnya tidak ada jadwal penyaluran Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah tersebut. Oleh karena itu, petugas memutuskan untuk menggabungkan jatah dua hari dan memberikannya dalam bentuk bahan yang lebih tahan lama.
Langkah memberikan kelapa muda utuh dan telur mentah dianggap sebagai solusi agar bahan pangan tidak cepat rusak atau basi sebelum dikonsumsi. Meski demikian, cara penyajian ini tetap menjadi sorotan karena aspek kemudahan konsumsi bagi siswa sekolah dasar dan menengah.
Masyarakat berharap agar teknis penyaluran ke depannya dapat lebih memperhatikan kesiapan konsumsi bagi para siswa. Evaluasi terhadap jenis bahan pangan dalam Penyaluran Nutrisi Siswa Pamekasan ini dinilai penting agar tujuan utama program pemenuhan gizi dapat tercapai secara efektif.