Benyamin Davnie Minta Maaf, Fokus Penanganan Sampah Tangsel 100 Hari
Uptodai.com - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakatnya terkait persoalan penumpukan sampah yang belakangan ini mengganggu kenyamanan publik. Situasi darurat sampah ini sempat memicu keresahan, terutama di beberapa titik vital kota.
Dalam keterangannya, Benyamin mengakui bahwa tantangan teknis yang muncul, khususnya pasca penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang dan penghentian sementara kerja sama dengan TPA Cilowong, telah membuat alur pembuangan sampah tersumbat. Oleh karena itu, langkah cepat harus segera diambil untuk meredakan ketidaknyamanan warga.
Kendala Teknis dan Komitmen Penanganan Sampah Tangsel 100 Hari
Benyamin Davnie menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Sebagai respons cepat, Pemkot telah berhasil mengamankan kerja sama baru dengan TPA Cileungsi, yang diharapkan dapat segera mengurai tumpukan sampah dari titik-titik krusial, termasuk di wilayah Ciputat.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Namun, kami sudah bergerak cepat. Kerja sama dengan TPA Cileungsi kini sudah berjalan, sehingga pembuangan sampah dari lokasi-lokasi penumpukan kini mulai terurai kembali,” ujar Benyamin.
Ia menekankan bahwa kritik dan masukan dari masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa, merupakan energi positif bagi Pemkot. Semua keluhan tersebut kini ditampung sebagai dasar untuk membenahi total tata kelola lingkungan di kota yang dijuluki Kota Anggrek tersebut.
Satgas Lintas Sektoral Dikerahkan dalam Program Percepatan
Untuk memastikan penanganan masalah ini berjalan terukur, Pemkot Tangsel telah menetapkan status percepatan penanganan sampah. Program ini diwujudkan melalui kerangka kerja Penanganan sampah Tangsel 100 hari yang melibatkan tim satgas lintas sektoral.
Tim satgas ini bertugas memastikan tidak ada lagi sampah yang telantar di ruang publik. Program 100 hari ini memiliki lini masa yang sangat ketat dan terperinci. Benyamin menjelaskan, ada beberapa target utama yang harus dicapai dalam waktu tiga bulan ke depan.
Target pertama adalah pembersihan total di titik-titik rawan penumpukan liar. Selain itu, tim juga harus memastikan pengangkutan sampah dilakukan secara masif dan rutin dengan frekuensi ritase yang ditingkatkan secara signifikan. Hal ini juga mencakup perbaikan unit kendaraan armada yang selama ini terkendala teknis.
Mengejar Solusi Jangka Panjang dan Teknologi Pengolahan Residu
Selain fokus pada penanganan darurat dan pembersihan masif, Pemkot Tangsel juga memprioritaskan solusi jangka panjang. Benyamin menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada TPA di luar daerah.
“Kami juga sedang mempercepat kesiapan teknologi pengolahan residu. Ini adalah solusi permanen agar kita tidak lagi bergantung sepenuhnya pada TPA luar daerah untuk menampung sampah,” tambahnya.
Koordinasi antar organisasi pemerintah daerah, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hingga tingkat kecamatan, kini dilakukan setiap hari. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap target dalam program Penanganan sampah Tangsel 100 hari tercapai tepat waktu dan tidak ada lagi miskomunikasi di lapangan.
Wali Kota Benyamin Davnie juga membuka jalur komunikasi yang luas bagi warga yang ingin melaporkan penumpukan sampah secara langsung. Ia berharap masyarakat dan mahasiswa dapat terus mengawal proses pemulihan ini.
“Ini adalah kerja kolektif. Saya pastikan Pemkot Tangsel bertanggung jawab penuh atas situasi ini. Kami ingin masyarakat terus mengawal proses ini agar Kota Tangsel kembali bersih dan nyaman,” tutupnya.