Kabar Duka: Romo Mudji Sutrisno Tutup Usia, Tokoh Filsafat Berpulang
Uptodai.com - Kabar duka menyelimuti dunia intelektual dan kebudayaan Indonesia, setelah Romo Mudji Sutrisno tutup usia pada Minggu (28/12/2025) malam. Beliau dikenal luas sebagai seorang filsuf, budayawan, sekaligus pemerhati masalah sosial yang suaranya selalu diperhitungkan. Kepergian tokoh ini meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan yang pernah berinteraksi dengannya.
Romo Mudji mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Carolus, Jakarta, tepat pukul 20.43 WIB. Mendiang berpulang dalam usia 71 tahun setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif karena sakit yang dideritanya.
Mengenang Jejak Romo Mudji Sutrisno, Filsuf Kebudayaan
Sepanjang hidupnya, Romo Mudji Sutrisno aktif dalam berbagai diskusi publik mengenai toleransi, demokrasi, dan keberagaman. Ia merupakan sosok yang konsisten menyuarakan pentingnya dialog antar-iman dan antar-budaya di tengah masyarakat majemuk. Karya-karya tulisnya banyak menjadi rujukan penting dalam studi filsafat dan sosiologi di perguruan tinggi.
Keahliannya dalam memadukan pemikiran Barat dan Timur membuat pandangannya selalu segar dan relevan bagi konteks Indonesia. Romo Mudji sering kali hadir sebagai penyejuk di tengah perdebatan sengit isu-isu nasional, menawarkan perspektif humanis yang mendalam dan meneduhkan.
Selain dikenal sebagai rohaniwan, ia juga aktif di dunia seni dan sastra. Kontribusinya terhadap pelestarian dan pengembangan budaya nasional menjadikannya salah satu intelektual publik yang paling disegani di Tanah Air.
Ucapan Duka dari Tokoh Nasional
Ucapan bela sungkawa segera mengalir deras dari berbagai tokoh nasional dan rekan sejawat yang merasa kehilangan atas berpulangnya sang filsuf. Salah satunya datang dari Lukman Hakim Saifuddin, yang menjabat Menteri Agama periode 2014-2019. Melalui akun media sosial X, Lukman menyampaikan doa terbaik untuk mendiang.
“Selamat berpulang sepenuh rela dan bahagia, Romo Mudji. Swargi langgeng,” cuit Lukman, mendoakan agar almarhum mendapat tempat abadi. Doa tersebut menunjukkan kedekatan dan penghormatan Lukman terhadap peran Romo Mudji dalam kehidupan berbangsa.
Selain itu, Mochammad Fadjroel Rachman juga mengungkapkan rasa kehilangannya yang sangat besar. Fadjroel mengenang Romo Mudji sebagai sahabat diskusi yang berjuang untuk sastra, demokrasi, dan toleransi di Indonesia.
Ia secara spesifik menyebut mendiang sebagai tokoh sastra sekaligus pengawal utama nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan di Tanah Air. Kehilangan sosok seperti Romo Mudji dianggap sebagai kehilangan besar bagi perjuangan demokrasi yang matang di Indonesia.
Rencana Persemayaman di Jakarta Pusat
Jenazah Romo Mudji Sutrisno saat ini disemayamkan di Colenese Canisius, Menteng, Jakarta Pusat. Lokasi ini menjadi tempat penghormatan terakhir bagi kerabat dan sahabat yang ingin memberikan penghormatan secara langsung kepada mendiang.
Rencananya, Misa Requiem sebagai ibadah penghormatan akan dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB. Setelah ibadah selesai, jenazah kemudian akan diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Girisonta, yang terletak dua jam setelah misa berakhir.
Perjalanan menuju Girisonta ini merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi rohaniwan yang telah mendedikasikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan, kemanusiaan, dan kebudayaan Indonesia.