Rusia Lancarkan Serangan Besar ke Ukraina Jelang Pertemuan Trump
Uptodai.com - Menjelang pertemuan krusial antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan mantan Presiden AS Donald Trump, atmosfer ketegangan di Eropa Timur memuncak setelah Serangan Besar Rusia Ukraina.
Ledakan dahsyat dilaporkan mengguncang berbagai penjuru Kyiv sejak dini hari, memaksa sistem pertahanan udara Ukraina bekerja keras menghalau gelombang serangan masif. Serangan ini bukan hanya ditujukan ke ibu kota, tetapi juga menyasar wilayah timur laut dan selatan negara itu.
Angkatan Udara Ukraina mengonfirmasi bahwa Moskow menggunakan ratusan drone dan rudal dalam upaya terkoordinasi untuk melumpuhkan infrastruktur vital. Serangan udara ini berlanjut hingga pagi hari, dengan peringatan udara yang berlangsung hampir 10 jam tanpa henti.
Infrastruktur Kritis Lumpuh, Jutaan Warga Terancam Dingin
Dampak serangan ini langsung terasa pada sektor energi. Operator jaringan listrik nasional, Ukrenergo, melaporkan bahwa sejumlah fasilitas energi penting mengalami kerusakan parah. Akibatnya, pemadaman darurat harus diterapkan secara meluas di Kyiv dan sekitarnya untuk mencegah kerusakan sistem lebih lanjut.
Perusahaan energi swasta terbesar Ukraina, DTEK, mencatat bahwa lebih dari satu juta rumah tangga di Kyiv dan wilayah sekitarnya sempat kehilangan pasokan listrik. Meskipun upaya perbaikan cepat dilakukan, sekitar 750.000 rumah masih belum tersambung kembali hingga Sabtu siang waktu setempat.
Ancaman Krisis Pemanas di Tengah Suhu Beku
Selain listrik, pasokan pemanas menjadi isu kemanusiaan yang mendesak. Wakil Perdana Menteri Oleksiy Kuleba mengungkapkan bahwa lebih dari 40% bangunan hunian di Kyiv kehilangan pasokan pemanas.
Kondisi ini sangat mengkhawatirkan mengingat suhu udara telah turun mendekati 0 derajat Celsius, meningkatkan risiko kesehatan bagi warga sipil. Serangan yang merusak pasokan listrik dan pemanas ini jelas memperparah penderitaan warga di tengah musim dingin.
Eskalasi militer ini juga menelan korban jiwa. Pihak berwenang mengonfirmasi dua orang tewas di Kyiv dan wilayah sekitarnya. Sementara itu, setidaknya 46 orang lainnya menderita luka-luka, termasuk dua anak kecil yang kini dirawat intensif.
Reaksi Keras Zelensky: Respons Moskow Terhadap Upaya Damai
Presiden Zelensky segera merespons eskalasi militer ini dengan nada marah. Ia menegaskan bahwa serangan udara besar-besaran yang melibatkan sekitar 500 drone dan 40 rudal tersebut merupakan jawaban sinis Moskow terhadap upaya perdamaian yang sedang diupayakan Washington.
“Hari ini Rusia menunjukkan bagaimana mereka merespons negosiasi damai antara Ukraina dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang ini,” tegas Zelensky. Serangan ini jelas dirancang untuk mengirim pesan geopolitik yang kuat menjelang pertemuan penting di Florida.
Agenda Pertemuan Zelensky dan Donald Trump
Pertemuan Zelensky–Trump yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu waktu setempat di Florida akan fokus membahas jaminan keamanan pasca-konflik dan pengaturan wilayah setelah perang berakhir. Konflik yang dipicu invasi Rusia pada 2022 ini telah menjadi yang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.
Dalam perjalanan menuju Florida, Zelensky sempat singgah di Halifax, Kanada, untuk bertemu Perdana Menteri Mark Carney. Carney mengecam keras Serangan Besar Rusia Ukraina dan mengumumkan tambahan bantuan ekonomi signifikan senilai US$1,83 miliar untuk mendukung Kiev.
Uni Eropa juga menyampaikan dukungan terhadap upaya perdamaian. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menekankan pentingnya solusi damai yang harus menjaga kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina, sekaligus memperkuat keamanan serta pertahanannya.
Namun, persoalan wilayah serta masa depan Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia yang diduduki Rusia masih menjadi ganjalan diplomatik utama. Masalah-masalah sensitif ini diperkirakan akan menjadi topik utama dalam diskusi antara Zelensky dan Trump.
Moskow Klaim Tembak Jatuh Drone Ukraina
Di sisi lain, Moskow juga melaporkan adanya serangan balasan. Wali Kota Sergei Sobyanin mengklaim bahwa sistem pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh delapan drone Ukraina.
Drone-drone tersebut disebut mengarah langsung ke ibu kota Rusia. Klaim ini menunjukkan bahwa eskalasi dan saling serang terus terjadi di kedua belah pihak, menambah kompleksitas situasi di tengah upaya negosiasi damai internasional.