Uptodai.com - Serangan drone pelabuhan Oman terekam jelas melalui citra satelit terbaru yang memperlihatkan kerusakan signifikan pada tangki bahan bakar di Pelabuhan Salalah. Insiden yang terjadi pada Rabu (11/3/2026) waktu setempat ini memicu kepulan asap tebal yang tertangkap kamera dari luar angkasa. Petugas pertahanan sipil setempat terus berupaya menjinakkan api yang melalap fasilitas vital tersebut.

Oman News Agency melaporkan bahwa penanganan kebakaran di lokasi kejadian membutuhkan waktu yang cukup lama. Meskipun demikian, otoritas belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah drone yang terlibat dalam aksi sabotase tersebut. Media pemerintah Oman TV mengonfirmasi bahwa target utama serangan memang menyasar infrastruktur penyimpanan bahan bakar di area pelabuhan.

Dampak Visual dari Citra Satelit Pelabuhan Salalah

Rekaman satelit menunjukkan titik api yang masih membara pada salah satu tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM). Kerusakan ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas operasional pelabuhan yang menjadi salah satu hub logistik penting di wilayah tersebut. Tim darurat terus bersiaga untuk mencegah api merembet ke tangki penyimpanan lainnya yang berada di sekitar lokasi.

Pihak berwenang Oman menyatakan bahwa proses pemadaman menghadapi tantangan teknis karena karakteristik bahan bakar yang mudah terbakar. Mereka mengerahkan unit pemadam kebakaran khusus untuk melokalisir area terdampak agar aktivitas pelabuhan tidak lumpuh total. Hingga saat ini, laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut masih belum terkonfirmasi secara resmi.

Eskalasi Konflik di Kawasan Timur Tengah

Peristiwa ini berlangsung saat ketegangan di kawasan semakin memuncak akibat aksi saling balas antara Iran dan Israel. Serangan tersebut juga terjadi bersamaan dengan meningkatnya ancaman terhadap pangkalan militer serta aset-aset Amerika Serikat di Timur Tengah. Posisi Oman yang biasanya netral kini ikut terseret dalam pusaran konflik yang kian meluas di wilayah Teluk.

Para analis keamanan internasional menilai serangan drone ini sebagai pesan peringatan bagi negara-negara di sekitar Selat Hormuz. Gangguan pada infrastruktur energi di Oman dapat berdampak langsung pada harga minyak dunia dan rantai pasok energi global. Kondisi ini memaksa negara-negara tetangga untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah perbatasan dan fasilitas strategis mereka.

Respons Sultan Haitham Terhadap Serangan

Sultan Haitham bin Tariq Al Said menyatakan ketidakpuasan mendalam serta mengecam keras segala bentuk serangan yang menargetkan kedaulatan Oman. Pernyataan resmi yang dirilis melalui Oman News Agency menegaskan posisi tegas negara tersebut dalam menjaga keamanan wilayahnya. Meskipun tidak menyebut pihak tertentu secara langsung, kecaman ini menunjukkan kemarahan otoritas Oman atas gangguan keamanan tersebut.

Pemerintah Oman saat ini tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi asal-usul drone yang digunakan dalam serangan tersebut. Mereka juga menjalin koordinasi dengan mitra internasional untuk memperkuat sistem pertahanan udara di sekitar objek vital nasional. Langkah ini diambil guna memastikan insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Ketegangan yang terus meningkat di Timur Tengah menuntut solusi diplomasi yang lebih agresif dari komunitas internasional. Jika eskalasi ini tidak segera diredam, fasilitas publik dan infrastruktur ekonomi warga sipil akan terus menjadi sasaran empuk dalam konflik bersenjata. Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari para pemimpin kawasan untuk meredakan situasi yang kian memanas.