Tragis! Tebing Longsor Tewaskan 4 Pekerja di Jatinangor Sumedang
Uptodai.com - Tragedi pilu melanda kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, setelah insiden tanah longsor menewaskan empat orang pekerja konstruksi. Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat (2/1/2026) sore di Dusun Cintamanah, Desa Cisempur, saat para korban tengah berupaya membangun tembok penahan tanah (TPT).
Keempat korban meninggal dunia tersebut tertimbun material longsoran tebing yang tiba-tiba ambrol. Proses evakuasi yang melibatkan tim gabungan berlangsung dramatis dan memakan waktu berjam-jam hingga seluruh jenazah berhasil ditemukan di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Kronologi Tebing Longsor Tewaskan 4 Pekerja di Jatinangor
Pranata Humas Ahli Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Hadi Rahmat, menjelaskan bahwa musibah ini bermula ketika enam pekerja sedang melakukan penggalian fondasi TPT. Saat kejadian, lokasi setempat tengah diguyur hujan deras, yang secara signifikan memperburuk stabilitas struktur tanah di sekitar tebing.
Kapolsek Jatinangor Kompol Rogers Thomas membenarkan bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi faktor utama pemicu destabilisasi tebing. Tiba-tiba, tebing dengan ketinggian sekitar enam meter yang berada tepat di atas lokasi pekerjaan ambruk tanpa peringatan, menimbun para pekerja di bawahnya.
Dua orang pekerja berhasil menyelamatkan diri dari timbunan material longsoran tersebut. Sayangnya, empat pekerja lainnya tidak sempat menghindar dan langsung tertimbun material tanah dan batu. Mereka terjebak di bawah reruntuhan dan dipastikan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Operasi Pencarian Korban Longsor Jatinangor Berakhir Totalitas
Operasi pencarian dan penyelamatan segera diaktifkan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kantor SAR Bandung, BPBD Jawa Barat, DVI Polda Jawa Barat, Polres Sumedang, hingga personel Brimob Polda Jawa Barat.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bandung, Moch. Adip, merinci kronologi penemuan korban. Korban pertama yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia adalah Ade (60), warga Babakan Harja, Cileunyi Wetan, pada pukul 16.55 WIB.
Selanjutnya, tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah korban kedua, yakni Hadmi Gunawan alias Ujang (40), warga Rancaekek Wetan, pada pukul 18.05 WIB. Proses pencarian terus dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi tanah yang masih labil dan risiko longsor susulan.
Korban ketiga yang berhasil diidentifikasi adalah Irfan Kurniadi (40), warga Cileunyi Wetan, yang ditemukan pada pukul 18.48 WIB. Proses pencarian baru dinyatakan selesai setelah korban terakhir, Heri Firmansyah (45), warga Cisempur, ditemukan pada pukul 19.04 WIB.
Seluruh jenazah korban kemudian segera dievakuasi dan dibawa menuju Puskesmas Cisempur untuk proses identifikasi dan penyerahan kepada keluarga. Hadi Rahmat mengonfirmasi bahwa dengan ditemukannya keempat korban, operasi pencarian dan penyelamatan resmi dihentikan.
Peringatan Dini Bencana Alam di Tengah Musim Hujan
Tragedi ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan. Peristiwa longsor yang menimpa empat pekerja TPT ini terjadi di tengah musim hujan dengan intensitas tinggi di Jawa Barat.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung telah menyampaikan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat. Dalam sepekan ke depan, wilayah Jabar diprediksi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Curah hujan tinggi ini kerap disertai petir dan angin kencang, khususnya pada periode siang hingga malam hari. Pemerintah daerah dan instansi terkait diimbau untuk terus memantau titik-titik rawan longsor, serta mengedukasi masyarakat mengenai mitigasi bencana selama musim hujan.