BPS: 13,97 Juta Kunjungan Turis Asing Indonesia, Tertinggi Sejak Covid
Uptodai.com - Kabar baik datang dari sektor pariwisata nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa akumulasi kunjungan turis asing Indonesia sepanjang periode Januari hingga November 2025 telah mencapai angka fantastis, yakni 13,97 juta orang.
Angka capaian ini menandai sebuah tonggak sejarah baru dalam upaya pemulihan pascapandemi Covid-19. Total kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) tersebut menjadi yang tertinggi yang pernah tercatat sejak virus corona mulai melanda dunia dan menutup akses perjalanan internasional.
Pemulihan Pariwisata Indonesia Melampaui Ekspektasi
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa capaian 13,97 juta kunjungan tersebut merupakan yang tertinggi dalam enam tahun terakhir. Kinerja ini menunjukkan momentum kebangkitan yang sangat kuat di tengah tantangan ekonomi global.
Meskipun belum menyentuh rekor pra-pandemi 2019 yang mencapai 14,72 juta kunjungan, sektor pariwisata kini semakin mendekati level normal. Pudji menyampaikan data ini dalam konferensi pers pada Senin (5/1/2026), menegaskan bahwa upaya promosi destinasi wisata telah membuahkan hasil yang signifikan.
Dinamika Kunjungan Bulanan November 2025
Secara spesifik pada November 2025, jumlah wisman yang masuk ke Indonesia tercatat sebanyak 1,19 juta orang. Angka ini menunjukkan adanya sedikit perlambatan dibandingkan dengan catatan bulan sebelumnya.
BPS mencatat penurunan sebesar 11,12% jika dibandingkan dengan capaian pada Oktober 2025. Namun, penting dicatat bahwa angka 1,19 juta kunjungan tersebut masih 9,79% lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah wisman yang datang pada November 2024.
Penurunan bulanan ini seringkali dikaitkan dengan faktor musiman, di mana puncak kunjungan biasanya terjadi pada pertengahan tahun. Meskipun demikian, tren kenaikan tahunan menunjukkan bahwa minat global terhadap destinasi Indonesia terus meningkat secara berkelanjutan.
Dominasi Asal Negara dan Pintu Masuk Utama Wisman
Berdasarkan kebangsaannya, BPS merinci bahwa pada November 2025, mayoritas wisman berasal dari Malaysia. Negara tetangga ini menyumbang porsi terbesar, yakni 17,3% dari total kunjungan.
Posisi selanjutnya ditempati oleh Australia dengan kontribusi 11,3%, diikuti oleh Singapura sebesar 10,5%. Sementara itu, China menduduki peringkat keempat dengan 8,8%, dan Timor Leste melengkapi lima besar dengan 8,3%.
Menariknya, terjadi pergeseran tren dari beberapa negara utama. Pudji menyoroti adanya penurunan kunjungan wisman dari Malaysia sebesar 11,67% dan Australia sebesar 14,78% secara bulanan. Sebaliknya, kunjungan dari Singapura justru mengalami peningkatan tipis sebesar 2,17%.
Bandara Ngurah Rai Masih Jadi Gerbang Utama
Para wisatawan mancanegara ini paling banyak memilih pintu masuk melalui Bandar Udara Ngurah Rai di Bali. Total kunjungan melalui bandara internasional ini mencapai 476,50 ribu kunjungan pada November 2025.
Gerbang masuk penting lainnya adalah Bandara Soekarno Hatta di Jakarta dengan 240,33 ribu kunjungan, serta Batam yang mencatat 125,50 kunjungan. Selain itu, Bandara Juanda di Surabaya dan Kualanamu di Medan juga berperan signifikan sebagai pintu masuk.
Meskipun Ngurah Rai mendominasi, terjadi penurunan jumlah kunjungan wisman melalui bandara tersebut secara bulanan. Pudji menjelaskan bahwa penurunan ini utamanya disebabkan oleh berkurangnya kedatangan wisman yang berasal dari Australia, India, dan Tiongkok. Fluktuasi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah Bali untuk menyusun strategi promosi yang lebih agresif menjelang akhir tahun.