Warteg Fancy di Jakarta Selatan Viral, Sekali Makan Rp800 Ribu!
Uptodai.com - Fenomena Warteg Fancy di Jakarta Selatan kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pemburu kuliner ibu kota. Sebuah restoran bernama Salira hadir dengan konsep unik yang memadukan kesederhanaan warung tegal dengan kemewahan kelas atas.
Berlokasi di kawasan elite Senopati, tempat makan ini merupakan bagian dari jaringan bisnis kuliner ternama, Union Group. Meski mengusung nama warteg, jangan harap Anda akan menemukan suasana gerah atau bangku kayu seadanya di lokasi ini.
Mengintip Suasana Warteg Fancy di Jakarta Selatan yang Mewah
Dari sisi eksterior, bangunan ini memang menampilkan etalase kaca khas warteg konvensional yang sangat ikonik. Namun, sentuhan gorden vitrase putih yang elegan memberikan kesan eksklusif yang sangat kontras dengan warung pada umumnya.
Pengunjung tetap bisa melihat deretan lauk-pauk yang tertata rapi di balik kaca transparan tersebut. Cara pemesanannya pun masih mempertahankan tradisi asli, yakni dengan menunjuk langsung menu yang diinginkan kepada petugas.
Seorang pelayan yang berpakaian rapi akan dengan sigap mengambilkan pilihan lauk tersebut ke atas piring porselen yang cantik. Suasana di dalamnya terasa sangat sejuk dengan pendingin ruangan yang bekerja maksimal sepanjang hari untuk kenyamanan pelanggan.
Harga Makan di Salira Senopati Tembus Ratusan Ribu Rupiah
Perbedaan paling mencolok tentu saja terletak pada nominal yang harus dibayarkan oleh para pelanggan setianya. Pengalaman makan di sini jauh dari kesan murah meriah yang selama ini melekat erat pada citra warteg di Indonesia.
Seorang pengunjung berinisial D menceritakan pengalamannya saat bersantap bersama dua orang rekannya di tempat tersebut baru-baru ini. Ia mengaku harus merogoh kocek hingga Rp800.000 untuk sekali sesi makan siang yang lengkap di sana.
Angka tersebut mencakup pesanan berbagai macam lauk, minuman, camilan, hingga hidangan pencuci mulut yang menggugah selera. Jika dihitung rata-rata, satu orang bisa menghabiskan sekitar Rp260.000 hanya untuk satu kali kunjungan makan.
Fenomena Gentrifikasi Kuliner di Balik Warteg Mewah
Kehadiran Salira juga memicu antrean panjang yang memaksa pengunjung masuk ke dalam daftar tunggu atau waiting list. Pemandangan ini sangat jarang terjadi pada warteg biasa yang umumnya melayani pelanggan dengan sangat cepat.
Demografi pelanggannya pun terlihat sangat spesifik, didominasi oleh kalangan sosialita dan pekerja kantoran kelas atas. Banyak pengunjung yang datang dengan menenteng tas mewah dari jenama dunia seperti Louis Vuitton, Celine, hingga Chanel.
Para pengamat melihat tren ini sebagai bentuk gentrifikasi kuliner yang sedang melanda kota-kota besar di tanah air. Budaya makan rakyat yang sudah ada sejak era 1940-an kini mulai dikemas ulang menjadi produk gaya hidup premium.
Transformasi ini seolah melepaskan nilai ekonomis warteg dan menggantinya dengan nilai prestise yang jauh lebih tinggi. Meski begitu, antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk merasakan sensasi makan merakyat dengan standar pelayanan bintang lima.