Aletra Tunda Rencana Rilis Aletra RL7, Fokus ke Model Baru 2026
Uptodai.com - Aletra Cars pertama kali mencuri perhatian publik otomotif Indonesia saat berpartisipasi dalam Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024. Saat itu, pabrikan baru ini tidak hanya memperkenalkan Aletra L8 sebagai MPV listrik tujuh penumpang, namun juga memajang prototipe SUV kompak mereka, Aletra RL7.
Kendaraan berjenis SUV tersebut bahkan dilengkapi kode QR untuk survei minat konsumen, mengindikasikan keseriusan Aletra untuk meluncurkannya di pasar. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Rencana Rilis Aletra RL7 tidak akan terealisasi dalam waktu dekat, bahkan hingga tahun 2025.
Alasan Aletra Tunda Rencana Rilis Aletra RL7
Christo Antyo, selaku Product Manager Aletra, memberikan konfirmasi langsung mengenai strategi produk mereka ke depan. Ia menjelaskan bahwa Aletra tidak akan merilis RL7 baik pada tahun ini maupun tahun berikutnya.
Keputusan strategis ini diambil setelah melihat ketatnya persaingan di segmen SUV kompak, tempat Aletra RL7 seharusnya bertarung. Pasar SUV kompak di Indonesia memang sudah dipenuhi oleh banyak pemain kuat, baik dari merek Jepang maupun China, sehingga risiko investasi dianggap terlalu tinggi.
“Kita bisa pastikan tidak akan kita rilis baik di tahun ini atau di tahun berikutnya,” ujar Christo saat ditemui dalam kunjungan pabrik Aletra di PT Handal Indonesia Motor. “Untuk pasar RL7 yang masuk ke compact SUV ini secara pasar sangat ketat,” tambahnya.
Fokus Strategis pada MPV 7-Seater
Daripada memaksakan diri masuk ke segmen yang sangat kompetitif, Aletra memilih untuk memfokuskan seluruh sumber daya mereka pada model yang sudah terbukti diminati pasar. Fokus utama Aletra saat ini adalah menggenjot penjualan dan produksi Aletra L8.
Model MPV 7-seater tersebut dinilai memiliki potensi pasar yang jauh lebih besar dan stabil di Indonesia. Mobil keluarga dengan kapasitas penumpang banyak memang menjadi tulang punggung penjualan di industri otomotif nasional.
Aletra L8 sendiri saat ini sudah diproduksi secara lokal dengan skema Completely Knock-Down (CKD) di pabrik PT Handal Indonesia Motor. Kapasitas produksi Aletra L8 saat ini diklaim mampu mencapai 6 unit per jam per shift kerja, menunjukkan komitmen Aletra terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Amunisi Baru Aletra Hadir di Tahun 2026
Meskipun Aletra RL7 dipastikan tertunda, Christo Antyo memastikan bahwa pabrikan ini tengah menyiapkan amunisi baru yang jauh lebih segar. Model baru ini direncanakan hadir pada tahun 2026, membawa angin segar bagi konsumen yang menantikan varian lain dari Aletra.
“Kita tunggu saja kuartal 2 ya sekitar itu lah, nanti akan ada model baru yang hadir, jadi harap bersabar,” ungkap Christo, memberikan petunjuk mengenai jadwal peluncuran.
Menariknya, model terbaru yang akan diperkenalkan Aletra ini akan datang dalam status Completely Built-Up (CBU). Keputusan menggunakan skema CBU pada tahap awal ini berbeda total dengan strategi peluncuran Aletra L8 yang langsung diproduksi secara CKD.
Strategi CBU ini kemungkinan besar digunakan untuk menguji respons pasar terhadap segmen baru yang akan mereka masuki. Dengan demikian, meskipun Rencana Rilis Aletra RL7 terhenti, Aletra tetap berkomitmen untuk memperluas lini produknya di Indonesia pada tahun 2026.