Bahaya Menyalip dari Kiri, Truk Koperasi Desa Kecelakaan di Bojonegoro
Uptodai.com - Bahaya menyalip dari kiri kembali memicu insiden lalu lintas serius yang melibatkan kendaraan besar di jalur nasional Bojonegoro-Babat. Sebuah truk Mitsubishi Fuso milik Koperasi Desa Merah Putih terperosok ke selokan setelah menghindari pemotor yang memotong jalur secara tiba-tiba.
Kecelakaan tunggal ini terjadi tepatnya di wilayah Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, pada Jumat pagi. Sopir truk dilaporkan terkejut karena manuver berbahaya dari pengendara sepeda motor yang identitasnya belum diketahui hingga saat ini.
Truk bernomor polisi B 9398 XNZ tersebut melaju dari arah barat menuju timur sekitar pukul 06.00 WIB. Saat melintasi lokasi kejadian, seorang pengendara motor tiba-tiba mendahului dari sisi kiri dengan jarak yang sangat dekat dan memotong jalur truk.
Kapolsek Baureno, AKP Sholeh, mengonfirmasi bahwa pengemudi truk bernama Sumarno (48) berusaha keras menghindari benturan fisik dengan motor tersebut. Refleks spontan sang sopir untuk membanting setir ke arah kanan justru membuat kendaraan berat tersebut kehilangan kendali sepenuhnya.
Kronologi Kecelakaan Truk Berpelat Nomor Sementara
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, truk tersebut tampak masih dalam kondisi sangat baru karena masih menggunakan atribut diler. Hal ini terlihat jelas dari penggunaan pelat nomor sementara berwarna putih dengan tulisan merah atau Tanda Coba Kendaraan Bermotor (TCKB).
Sesuai Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2021, pelat putih merah ini merupakan bukti legitimasi pengoperasian sementara sebelum kendaraan teregistrasi secara resmi. Sayangnya, kendaraan yang baru saja keluar dari diler ini harus berakhir di dalam parit pinggir jalan akibat kecerobohan pengguna jalan lain.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang sempat menarik perhatian warga sekitar tersebut. Sumarno selaku pengemudi asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dilaporkan selamat meski mengalami syok berat akibat kejadian yang berlangsung sangat cepat itu.
Dua orang saksi di lokasi kejadian, BH (37) dan HL (55), memberikan keterangan yang senada mengenai penyebab kecelakaan. Mereka melihat truk oleng ke kanan secara mendadak demi menyelamatkan nyawa pengendara motor yang tidak bertanggung jawab tersebut.
Memahami Resiko Mendahului dari Sisi Kiri Kendaraan Besar
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi para pengguna jalan mengenai bahaya menyalip dari kiri, terutama terhadap kendaraan bermuatan besar. Area sisi kiri truk merupakan salah satu titik buta atau blind spot yang paling berbahaya bagi pengendara sepeda motor.
Sopir truk seringkali tidak memiliki jarak pandang yang cukup untuk memantau pergerakan kendaraan kecil yang berada di sisi kirinya. Ketika pemotor memaksa masuk ke celah sempit tersebut, resiko terjepit atau memicu manuver mendadak seperti yang terjadi di Bojonegoro sangatlah tinggi.
Pihak kepolisian terus menghimbau agar masyarakat lebih bersabar saat berada di belakang kendaraan besar. Menyalip dari sisi kanan tetap menjadi pilihan paling aman karena visibilitas sopir truk jauh lebih baik pada sisi tersebut.
Lima Karakteristik Truk yang Wajib Diwaspadai
Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menekankan pentingnya menjaga jarak aman dengan truk. Ia menyebutkan ada lima faktor utama yang membuat kendaraan besar sangat berisiko jika didekati secara sembarangan oleh pemotor.
Pertama, truk memiliki blind spot yang sangat luas di hampir seluruh sisinya, terutama bagian kiri dan belakang. Kedua, kendaraan besar membutuhkan ruang manuver yang sangat lebar, sehingga tidak bisa berbelok atau berpindah jalur secara instan.
Ketiga, sistem pengereman truk memiliki beban kerja yang sangat berat dan berpotensi mengalami kegagalan jika dipaksa berhenti mendadak. Keempat, truk sangat mudah oleng karena pusat gravitasinya yang tinggi, terutama saat mengangkut beban penuh.
Terakhir, momentum truk yang sangat besar membuat dampak benturan hampir selalu berakibat fatal bagi kendaraan yang lebih kecil. Kesadaran untuk tidak melakukan resiko mendahului dari sisi kiri adalah langkah nyata dalam menjaga keselamatan nyawa di jalan raya.