Uptodai.com - Pabrikan otomotif raksasa asal China, Build Your Dreams (BYD), tengah menyiapkan strategi baru di pasar Indonesia. Langkah adaptif ini diambil setelah BYD mendengar langsung keluhan konsumen mengenai ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, BYD luncurkan mobil PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) sebagai opsi yang lebih fleksibel. Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa BYD siap menyesuaikan diri dengan kondisi Infrastruktur SPKLU Indonesia yang diakui masih terbatas.

Strategi Adaptasi BYD dengan Teknologi DM

General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengungkapkan bahwa perusahaannya sedang mematangkan waktu yang tepat untuk memperkenalkan teknologi kombinasi motor listrik dan mesin bensin tersebut. Teknologi ini dikenal sebagai Dual Mode (DM) di internal BYD.

“Mengenai waktunya, kami sekarang sedang memikirkan kapan dan dengan cara apa kami dapat mempromosikan serta memperkenalkan teknologi DM ini ke pasar Indonesia,” kata Liu Xueliang saat berbicara di Zhengzhou, China, Kamis malam (15/1/2026).

Liu menjelaskan bahwa selama satu tahun terakhir, pabrikan asal Tiongkok tersebut secara intensif menerima masukan dari pelanggan. Komentar yang paling sering muncul adalah mengenai kondisi infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik (SPKLU) yang dinilai belum memadai di berbagai daerah.

Keterbatasan stasiun pengisian ini menjadi pertimbangan utama BYD untuk memboyong teknologi yang menawarkan jangkauan lebih luas dan tidak sepenuhnya bergantung pada listrik. Dengan PHEV, pengguna tetap bisa menggunakan bensin jika baterai habis, memberikan ketenangan saat bepergian jauh.

Solusi Fleksibel Menjawab Kebutuhan Konsumen

Liu Xueliang menegaskan bahwa BYD merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan solusi atas masalah yang dihadapi konsumen. Oleh karena itu, kehadiran kendaraan bertenaga DM menjadi pilihan logis bagi pelanggan yang menginginkan kendaraan elektrifikasi tanpa harus khawatir dengan ketersediaan SPKLU.

“Dalam satu tahun terakhir, kami juga menerima beberapa komentar dari pelanggan mengenai infrastruktur pengisian daya yang kurang memadai. Karena itu, kami akan mempertimbangkan untuk menghadirkan kendaraan bertenaga DM kepada pelanggan kami,” ujarnya.

Teknologi PHEV memungkinkan mobil untuk beroperasi sepenuhnya menggunakan listrik dalam jarak tertentu, namun mesin bensin siap mengambil alih ketika dibutuhkan. Fleksibilitas ini sangat relevan untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia, di mana pemerataan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Sinyal Kuat Kedatangan Denza B5 di Indonesia

Selain rencana peluncuran teknologi PHEV secara umum, BYD juga memberikan sinyal kuat mengenai produk spesifik yang akan dibawa. SUV off-road berbasis PHEV dari sub-merek premium BYD, Denza B5, disebut-sebut akan segera masuk dan dipasarkan di Indonesia.

Liu Xueliang mengindikasikan peluang yang sangat besar bagi Denza B5 untuk hadir di Tanah Air. “Cukup memungkinkan bahwa kami akan membawa dan memperkenalkan Denza B5 ke pasar Indonesia, sangat, sangat mungkin,” imbuh Liu.

Indikasi kesiapan Denza B5 untuk pasar lokal semakin diperkuat dengan fakta bahwa unit yang dipamerkan sudah menggunakan setir kanan dan dilengkapi sistem antarmuka berbahasa Indonesia. Persiapan detail ini menunjukkan bahwa BYD telah jauh hari merencanakan kehadiran model PHEV premium tersebut.

Tren Kendaraan Elektrifikasi di Tanah Air

Jika BYD benar-benar luncurkan mobil PHEV, mereka akan mengikuti jejak beberapa merek lain, baik dari China maupun Jepang, yang sudah lebih dulu memperkenalkan teknologi serupa. Mitsubishi, misalnya, sempat membawa Outlander PHEV, meskipun penjualannya kurang optimal karena harga yang relatif mahal.

Merek-merek China lainnya seperti Chery dan Geely juga sudah mulai meramaikan segmen PHEV. Pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia sendiri menunjukkan tren kenaikan yang drastis, mencerminkan minat konsumen yang semakin tinggi terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan peningkatan signifikan dalam penjualan kendaraan elektrifikasi. Pada tahun 2025, penjualan mencapai 175.144 unit, melonjak dari 103.228 unit pada tahun 2024.

Pangsa pasar kendaraan elektrifikasi—yang mencakup model Hybrid Vehicle (HEV), PHEV, dan BEV—meningkat dari 11,9 persen pada 2024 menjadi 21,8 persen pada tahun 2025. Kenaikan ini didominasi oleh model HEV, namun menunjukkan bahwa konsumen Indonesia kini semakin terbuka terhadap opsi kendaraan yang menggunakan motor listrik, termasuk model PHEV yang ditawarkan BYD.