Perceraian Konglomerat SK Group: Chey Tae-won Bayar Triliunan Won
Uptodai.com - Kasus perceraian konglomerat SK Group antara Pimpinan Chey Tae-won dan mantan istrinya, Roh Soh-yeong, resmi memasuki babak baru yang menyita perhatian publik global. Pengadilan Tinggi Seoul memutuskan bahwa bos raksasa bisnis Korea Selatan tersebut diwajibkan membayar kompensasi tunai sebesar 944 miliar won kepada Roh Soh-yeong. Angka fantastis ini tercatat sebagai salah satu nilai penyelesaian perceraian tertinggi sepanjang sejarah hukum di Asia.
Meskipun nilai kompensasi ini sangat besar, angka tersebut sebenarnya lebih rendah dibandingkan dengan putusan tingkat banding pada tahun 2024 yang sempat menyentuh angka 1,38 triliun won. Penurunan nilai ini terjadi setelah Mahkamah Agung Korea Selatan membatalkan sebagian putusan pengadilan sebelumnya. Pengumuman putusan hukum terbaru ini langsung memberikan dampak instan pada pergerakan bursa saham domestik, di mana saham SK Inc. ditutup melemah sebesar 3,8 persen dan saham SK Hynix merosot tajam hingga 8,3 persen.
Latar Belakang Perselisihan dan Dampak Struktur Kepemilikan
Pernikahan pasangan ini dulunya dianggap sebagai simbol persatuan kekuatan politik dan ekonomi di Korea Selatan, mengingat Roh Soh-yeong merupakan putri dari mantan Presiden Roh Tae-woo. Hubungan yang dimulai pada akhir 1980-an tersebut retak dan berlanjut ke meja hijau hingga memicu perselisihan panjang mengenai pembagian harta konglomerasi. Para analis pasar modal menilai bahwa demi memenuhi kewajiban tunai tersebut, Chey Tae-won berpotensi menjual sebagian kepemilikan sahamnya atau menjadikannya sebagai agunan pinjaman bank.
Kendati harus mengeluarkan dana tunai dalam jumlah yang sangat masif, kendali kepemimpinan Chey Tae-won atas SK Group diprediksi tidak akan goyah secara signifikan. Park Ju-gun, kepala perusahaan analisis korporasi Leaders Index, menegaskan bahwa struktur manajemen utama induk perusahaan kemungkinan besar tetap aman di bawah kendali Chey. Tim kuasa hukum Chey sendiri menyatakan masih mempelajari seluruh rincian dokumen putusan pengadilan sebelum mengambil langkah hukum lanjutan berupa banding.
Peran Strategis SK Group dalam Industri AI Global
Di luar sengketa hukum yang berlarut-larut, SK Group saat ini berada di posisi yang sangat krusial dalam rantai pasok teknologi global berkat lonjakan kecerdasan buatan. Anak perusahaannya, SK Hynix, berhasil mengukuhkan posisi sebagai produsen utama cip High Bandwidth Memory yang menjadi komponen vital bagi prosesor kecerdasan buatan milik Nvidia. Keberhasilan teknologi ini telah meningkatkan valuasi bisnis konglomerasi tersebut secara drastis dalam beberapa tahun terakhir.
Perselisihan harta gono-gini ini menjadi cerminan bagaimana dinamika personal para pemilik konglomerat dapat berdampak langsung pada sentimen pasar modal. Hingga saat ini, pihak manajemen SK Group memilih untuk tidak memberikan tanggapan resmi terkait kasus pribadi pimpinannya. Publik dan para investor kini menantikan apakah tim hukum Chey Tae-won akan membawa kembali kasus pembagian harta senilai triliunan won ini ke tingkat Mahkamah Agung.