Kepala Urusan Pemerintahan Ford Mundur, ‘Nyerah’ Hadapi Kebijakan EV Donald Trump
Uptodai.com - Christopher Smith, Kepala Urusan Pemerintahan Global Ford Motor, dilaporkan akan meninggalkan posisinya dalam beberapa minggu ke depan. Kepergian mendadak ini santer dihubungkan dengan tekanan dan potensi kerugian besar yang ditimbulkan oleh Kebijakan EV Donald Trump yang kontroversial, terutama mengenai tarif impor dan insentif kendaraan listrik.
Keputusan Smith untuk mundur terjadi di tengah ketegangan antara raksasa otomotif Amerika Serikat dan pemerintah AS terkait arah industri kendaraan listrik (EV). Ford, seperti produsen mobil lainnya, menghadapi dilema serius saat berinvestasi besar-besaran di segmen EV, sementara regulasi federal tampak tidak stabil dan berpotensi membatalkan insentif penting.
Konflik Regulasi dan Hengkangnya Pejabat Kunci
Smith merupakan figur sentral dalam upaya lobi Ford di Washington. Tahun lalu, ia berhasil memimpin negosiasi krusial dengan pemerintahan Trump untuk mempertahankan kredit manufaktur penting bagi pabrik baterai di Michigan.
Namun, sumber yang mengetahui rencana ini menyebutkan bahwa tekanan yang terus meningkat terkait kebijakan perdagangan dan subsidi EV membuat posisi Smith semakin sulit dipertahankan. Meskipun alasan pastinya belum diungkapkan secara resmi, kepergiannya menimbulkan spekulasi luas mengenai frustrasi internal Ford terhadap lingkungan regulasi yang tidak menentu.
Ford Motor sendiri menolak memberikan komentar resmi terkait kabar mundurnya Smith. Sementara itu, Smith juga belum menanggapi permintaan komentar dari media. Operasi kebijakan global Ford kini akan berada di bawah kepemimpinan Steve Croley, yang menjabat sebagai Kepala Bagian Kebijakan sekaligus Penasihat Umum perusahaan.
Tekanan Tarif Impor dan Proyek Miliaran Dolar Ford
Kepergian pejabat senior ini datang pada saat Ford dan industri otomotif AS secara keseluruhan berada di bawah ancaman kebijakan pemerintah, termasuk potensi penghapusan subsidi kendaraan listrik dan penerapan tarif impor baru. Ford telah secara terbuka menyatakan bahwa tarif impor yang diusulkan oleh Presiden Trump berpotensi menambah biaya produksi hingga miliaran dolar.
Musim panas lalu, CEO Ford, Jim Farley, dan Ketua Eksekutif, Bill Ford, bahkan sempat melayangkan peringatan keras. Mereka menyebut bahwa rencana pembangunan pabrik baterai di Marshall, Michigan, bisa “terancam” jika insentif federal untuk energi bersih dihapus atau diubah secara drastis.
Pabrik baterai Marshall merupakan proyek ambisius yang vital bagi masa depan Ford. Pabrik ini dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini dan akan mempekerjakan sekitar 1.700 orang. Tujuannya adalah memasok sel daya untuk lini kendaraan listrik terjangkau yang rencananya diluncurkan pada tahun 2027.
Smith sendiri mencatat dalam profil LinkedIn-nya bahwa ia memimpin langsung upaya lobi Ford untuk mempertahankan kredit manufaktur yang mendukung proyek Marshall tersebut. Proyek ini menggunakan teknologi yang dilisensikan dari Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL), perusahaan asal China, dan tetap berjalan meskipun Ford sempat menarik diri dari bisnis EV yang menelan biaya investasi sebesar US$19,5 miliar bulan lalu.
Jejak Karir Smith: Veteran Militer dan Energi Fosil
Sebelum terlibat dalam pertarungan kebijakan EV di Ford, Christopher Smith dikenal memiliki rekam jejak yang panjang dan bervariasi di sektor publik dan energi. Ia merupakan seorang veteran Angkatan Darat AS dan lulusan dari Akademi Militer West Point yang bergengsi.
Smith juga pernah memegang jabatan penting di pemerintahan. Ia menjabat sebagai Asisten Sekretaris untuk Energi Fosil di Departemen Energi AS selama masa kepemimpinan Presiden Barack Obama. Pengalamannya yang luas di sektor energi memberinya pemahaman mendalam tentang transisi energi yang kini menjadi fokus utama Ford.
Selain karir di pemerintahan, Smith juga pernah bekerja di perusahaan gas alam Cheniere Energy. Latar belakangnya yang kuat di bidang energi dan kebijakan federal menjadikannya aset penting bagi Ford dalam menavigasi kompleksitas regulasi AS, terutama yang berkaitan dengan kebijakan EV dan energi bersih.